Detail Article
Penggunaan Masker saat Olahraga di Masa Pandemi, Bagaimana Dampaknya?
dr. Dedyanto Henky Saputra
Jan 11
Share this article
89a864ca5505f82b1b5bfdd2d56402dd.jpg
Updated 11/Jan/2021 .

Penggunaan masker menjadi salah satu strategi penting dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Di sisi lain memperkuat sistem imun tubuh adalah strategi yang tidak kalah pentingnya, di antaranya dengan melakukan olahraga secara rutin. Olahraga juga bermanfaat untuk mencegah obesitas, diabetes, dan hipertensi, yang kesemuanya merupakan faktor yang meningkatkan risiko terinfeksi COVID-19.


Penggunaan masker selama berolahraga penting untuk mencegah penyebaran droplet pernapasan; namun, penggunaan masker selama melakukan olahraga khususnya dengan kategori intensitas berat juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Salah satu hipotesisnya adalah bahwa ambilan oksigen akan terganggu dan udara yang terperangkap pada masker akan meningkatkan asupan karbondioksida, yang menyebabkan hipoksia hiperkapnik, di mana peningkatan karbondioksida arteri akan menggantikan oksigen dari hemoglobin. Hipotesis lain adalah bahwa masker wajah akan meningkatkan tahanan terhadap inspirasi, sehingga meningkatkan beban kerja pernapasan.

 

Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui keamanan penggunaan masker selama melakukan olahraga dengan intensitas berat. Penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Environmental Research and Public Health dengan desain silang acak counterbalanced untuk mengevaluasi efek pemakaian masker bedah, masker kain 3 layer, atau tanpa masker selama melakukan tes siklus ergometric menggunakan sepeda dengan durasi 288 ± 197 menit per minggu hingga mengalami keletihan. Sejumlah 14 subjek penelitian yang terdiri dari 7 laki-laki dan 7 perempuan; dengan rearata usia 28,2+/-8,7 tahun) berpartisipasi dalam penelitian ini.

 

Parameter yang dinilai adalah saturasi oksigen arteri yang diukur dengan oksimetri nadi dan indeks oksigenasi jaringan yang merupakan indikator saturasi / desaturasi hemoglobin pada vastus lateralis (spektroskopi inframerah dekat) yang dilakukan selama subjek melalukan tes aktivitas fisik.

 

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa:

  • Penggunaan masker tidak berpengaruh pada performa selama melakukan aktivitas olahraga (waktu hingga mengalami keletihan (rerata ± SD): tanpa masker 622 ± 141 detik, masker medis 657 ± 158 detik, masker kain 637 ± 153 detik (p = 0,20); tenaga terkuat: tanpa masker 234 ± 56W, masker medis 241 ± 57W, masker kain 241 ± 51W (p = 0,49)).
  •  Tidak juga dijumpai perbedaan yang bermakna antara subjek yang menggunakan dan tidak menggunakan masker untuk saturasi oksigen arteri, indeks oksigenasi jaringan, derajat tenaga/kekuatan yang dirasakan, atau detak jantung selama melakukan tes latihan.

 

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ditemukan efek merugikan dari penggunaan masker kain atau masker medis saat berolahraga dengan intensitas tinggi terhadap kinerja olahraga. Berdasarkan hasil penelitian ini bagi orang yang sehat dan aktif, penggunaan masker selama olahraga memiliki efek minimal pada kadar oksigen arteri atau otot dan tidak berpengaruh pada kinerja olahraga. 

 

Penggunaan masker adalah hal yang penting terutama ketika berolahraga di tempat di mana seseorang lebih rentan terpapar virus COVID-19, seperti di pusat kebugaran dalam ruangan (indoor).


Simak videonya: KalbeMed News Week - Dampak Penggunaan Masker Saat Berolahraga di Masa Pandemi

Image : Ilustrasi (Photo by Andrea Piacquadio from Pexels)

Referensi:

Shaw K, Butcher S, Jongbum K, Zello GA, Chilibeck PD. Wearing of cloth or disposable surgical face masks has no effect on vigorous exercise performance in healthy individuals. Int J Environ Res. Public Health 2020;17:8110. doi:10.3390/ijerph17218110


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019