Detail Article
Olahraga Aerobik Secara Teratur, Bermanfaat Untuk Kesehatan Otak
dr. Kupiya Timbul Wahyudi
Sep 23
Share this article
img-Aerobik1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Latihan aerobik yang dilakukan secara teratur tampaknya menunda atrofi hipokampus pada pasien manula dengan gangguan kognitif ringan amnestik (aMCI - amnestic mild cognitive impairment), penelitian baru menunjukkan. 

Latihan aerobik yang dilakukan secara teratur tampaknya menunda atrofi hipokampus pada pasien lanjut usia dengan gangguan kognitif ringan amnestik (aMCI - amnestic mild cognitive impairment). Hal ini merupakan hasil studi terbaru yang dilakukan oleh Dr. Tarumi dari Institute for Exercise and Environmental Medicine, Texas Health Presbyterian Hospital Dallas, Dallas, USA dan kolega seperti yang telah dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer's Disease tahun 2019 ini.

Dalam studi tersebut juga ditemukan bahwa pasien yang sebelumnya dengan gejala penurunan memori secara menetap dan berpartisipasi dalam program latihan aerobik mengalami peningkatan dalam memori dan fungsi eksekutif, meskipun mereka masih mengalami atrofi otak progresif keseluruhan dan deposisi amiloid beta (Aβ) secara keseluruhan. 

Temuan menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat memperlambat efek penyakit Alzheimer (AD) jika diperkenalkan pada tahap awal. Juga memberikan informasi kepada dokter dokter untuk mendorong pasien yang berisiko demensia Alzheimer, termasuk mereka yang memiliki keluhan memori atau riwayat keluarga AD, untuk melakukan latihan aerobik secara aman dengan derajat sedang hingga kuat selama minimal 30 menit tiga hingga lima kali seminggu.

Sejumlah penelitian telah mengaitkan kebugaran dengan kesehatan otak. Sebuah studi sebelumnya menunjukkan bahwa individu yang memiliki tingkat kebugaran lebih rendah mengalami kerusakan lebih cepat dari serat saraf vital dalam "white matter". Selain itu, penelitian pada hewan telah diketahui adanya korelasi antara olahraga dan atrofi hippocampal yang lebih lambat.

 

 

Silahkan baca juga:Brainact, Prekursor phospholipid, menghambat deposisi beta amiloid di otak,

Image: Ilustrasi (sumber: https://researchfeatures.com)
Referensi:
1.  Tarumi, Takashia;Rossetti, Heidid: Thomas, Binu ; Harris, Thomasb; Tseng, Benjamin Y.; Turner, Marcela et al. Exercise Training in Amnestic Mild Cognitive Impairment: A One-Year Randomized Controlled Trial.  Journal of Alzheimer's Disease 2019;71(2)421-33.
2. Pauline Anderson. Regular Exercise May Slow Progression to Alzheimer's.https://www.medscape.com/viewarticle/918699

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Efektivitas dan Keamanan Mycophenolate Mofetil sebagai Pengobatan Pasien Lupus Nefritis
Dokter Kalbemed | 15 Mar 2019