Detail Article
Curcuma longa (Kunyit), Berpotensi Memperbaiki Kontrol Asma Pada Anak Dan Remaja
Esther Kristiningrum
Feb 21
Share this article
img-Kunyit1.jpg
Updated 20/Jul/2020 .

Curcuma longa (kunyit, Zingiberaceae) mengandung curcuminoid [curcumin (75-81%), dexmethoxycurcumin (15-19%0, dan bisdemethoxycurcumin (2,2-6,6%)]. Curcumin ini memiliki beberapa aktivitas 

Curcuma longa (kunyit, Zingiberaceae) mengandung curcuminoid [curcumin (75-81%), dexmethoxycurcumin (15-19%0, dan bisdemethoxycurcumin (2,2-6,6%)]. Curcumin ini memiliki beberapa aktivitas biologis seperti antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antijamur, antioksidan, penyembuhan luka, dan memberikan manfaat untuk pananganan beberapa kasus. 

Curcumin bermanfaat dalam mengontrol inflamasi dan hiperesponsivitas pada hewan coba dengan asma, bahkan dari studi klinis yang ada juga memberikan manfaat untuk penanganan kasus asma anak dan dewasa.

Studi yang melibatkan sebanyak 60 pasien dewasa dengan asma bronkial ringan hingga sedang di mana kapsul curcumin 500 mg, 2 kali sehari membantu memperbaiki obstruksi jalan napas yang dibuktikan dengan perbaikan nilai FEV1 (forced expiratory volume in 1 second) rata-rata secara bermakna. Selain itu, juga ditemukan perbaikan parameter hematologi dan tidak adanya efek samping yang bermakna secara klinis yang menunjukkan profil keamanan kapsul curcumin

Sedangkan pada anak-anak, curcumin diberikan pada anak dan remaja dengan asma persisten, pemberian serbuk akar C.longa selama 6 bulan sebagai tambahan terapi standar dapat menghasilkan kontrol penyakit yang lebih baik dibanding plasebo.

Studi tersebut merupakan studi fase II yang dilakukan secara acak, tersamar ganda, dengan kontrol plasebo. Pasien mendapat C. longa 30 mg/kg/hari atau plasebo selama 6 bulan. Semua pasien dikategorikan untuk derajat asma menurut GINA (Global Initiative for Asthma) 2016 dan uji fungsi paru.

Hasilnya menunjukkan bahwa total 34 pasien yang menyelesaikan studi. Kedua kelompok mengalami perbaikan frekuensi gejala dan pengaruhnya pada aktivitas normal, tetapi tidak ada perbedaan antara kedua kelompok. Namun, pasien yang mendapat C.longa lebih jarang bangun saat malam hari, lebih jarang menggunakan obat SABA (Short-Acting Beta-Agonist), dan kontrol penyakit yang lebih baik dibanding plasebo setelah 3 dan 6 bulan.

 


Image: Ilustrasi (https://www.hrt.org/)

Referensi:

1. Manarin G, Anderson D, Silva JME, Coppede JDS, Roxo-Junior P, Pereira AMS, et al. Curcuma longa L. ameliorates asthma control in children and adolescents: A randomized, double-blind, controlled trial. J Ethnopharmacol. 2019;238:111882. doi: 10.1016/j.jep.2019.111882. 

2. Abidi A, Gupta S, Agarwal M, Bhalla HL, Saluja M. Evaluation of efficacy of curcumin as an add-on therapy in patients of bronchial asthma. J Clin Diagn Res. 2014;8(8):HC19–24.

Share this article
Related Articles
Kalbe Academia Makassar “Anti Aging Nutrition, Stem Cells and Gene Therapy for Aging Disorders”
dr. Dorotea Arccinirmala | 30 Jun 2019
Curcuma longa (Kunyit), Berpotensi Memperbaiki Kontrol Asma Pada Anak Dan Remaja
Esther Kristiningrum | 21 Feb 2020
Suplementasi Vitamin D Pada Anak Obese Defisiensi Diperlukan, Mengapa?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 06 Apr 2020
Pedoman Praktis Tatalaksana Nutrisi Covid-19 di ICU
dr. Dedyanto Henky Saputra | 29 Sep 2020
Nutrisi Enteral Dini plus SPN Menurunkan Mortalitas dan Infeksi Nosokomial Pasien ICU
dr. Dedyanto Henky Saputra | 11 Des 2020