Detail Article
Pemberian Cairan Koloid untuk Demam Berdarah Dengue, Ini Manfaatnya
Jane Cherub
Jan 14
Share this article
img-Infus1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Terapi cairan merupakan hal yang krusial untuk mencegah dehidrasi pada penderita demam berdarah dengue. Jika kondisi klinis memburuk, maka perlu diberikan cairan intravena (infus), seperti cairan kristaloid dan koloid (seperti albumin). Pemberian cairan koloid biasanya diberikan pada saat kondisi pasien telah masuk ke dalam kategori syok refrakter.

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang sering terjadi saat musim hujan. Penyakit ini disebabkan infeksi virus dengue yang bersifat self-limiting dan akan sembuh dengan sendirinya ketika infeksi telah berakhir (periode infeksi berkisar 7-10 hari).

Penanganan yang diberikan kepada penderita DBD antara lain terapi suportif untuk pencegahan dehidrasi, pemantauan laboratorium darah lengkap, dan waspada jika terdapat tanda-tanda bahaya. Terapi cairan merupakan hal yang krusial untuk mencegah dehidrasi pada penderita DBD. Sedapat mungkin cairan diberikan per oral (diminum), namun seandainya terkendala atau kondisi klinis memburuk, maka perlu diberikan cairan intravena (infus). Infus yang biasa diberikan pada penderita DBD adalah cairan kristaloid dan koloid (seperti albumin), di mana pemberian cairan koloid biasanya diberikan pada saat kondisi pasien telah masuk ke dalam kategori syok refrakter.

Tanda-tanda bahaya yang harus diperhatikan pada penderita DBD antara lain: nyeri perut hebat atau muntah terus-menerus, bercak kemerahan pada kulit, perdarahan hidung atau gusi, muntah darah, tinja kehitaman seperti ter, mengantuk atau mudah menjadi marah, kulit pucat dan dingin, serta kesulitan bernapas. Jika menemukan tanda bahaya, maka penderita DBD harus segera dibawa ke pusat kesehatan untuk ditangani lebih lanjut. Dengan pemantauan dan penanganan yang ketat, DBD dapat segera diatasi.

Simpulan:

Terapi cairan merupakan hal yang krusial untuk mencegah dehidrasi pada penderita demam berdarah dengue. Jika kondisi klinis memburuk, maka perlu diberikan cairan intravena (infus), seperti cairan kristaloid dan koloid (seperti albumin). Pemberian cairan koloid biasanya diberikan pada saat kondisi pasien telah masuk ke dalam kategori syok refrakter.

 

Image : Ilustrasi (Designed by rawpixel.com / Freepik)

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention National Center for Emerging and Zoonotic Infectious Disease. Dengue case management for clinicians [Internet]. [cited 2020 January 14]. Available from: https://www.cdc.gov/dengue/resources/dengue-clinician-guide_508.pdf

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Efektivitas dan Keamanan Mycophenolate Mofetil sebagai Pengobatan Pasien Lupus Nefritis
Dokter Kalbemed | 15 Mar 2019