Detail Article
4 Hal Yang Perlu Diketahui Terkait Leptospirosis.
Johan Indra Lukito
Jan 13
Share this article
img-Rat1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebarkan melalui urin hewan yang terinfeksi. Bakteri ini kemudian dapat masuk ke air atau tanah 

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebarkan melalui urin hewan yang terinfeksi. Bakteri ini kemudian dapat masuk ke air atau tanah dan dapat bertahan hidup di sana selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Beberapa hal yang perlu diketahui terkait dengan penyakit leptospirosis ini, diantaranya:

1. Bagaimana cara penularan leptospirosis?
Banyak jenis hewan liar maupun peliharaan yang dapat membawa bakteri ini, antara lain: tikus, sapi, kambing, babi, kuda, dan anjing. Hewan-hewan yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala penyakit dan dapat terus menyebarkan bakteri ke lingkungan selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Manusia dapat terinfeksi melalui: a) kontak dengan urin (atau cairan tubuh lainnya, kecuali air liur) dari hewan yang terinfeksi. b) kontak dengan air, tanah, atau makanan yang tercemar dengan urin hewan yang terinfeksi.

Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut), terutama jika mengalami luka. Minum air yang tercemar juga dapat menyebabkan infeksi. Penyakit ini juga dikaitkan dengan aktivitas berenang, berperahu, kayak, dan arung jeram di air yang tercemar. Wabah leptospirosis biasanya disebabkan oleh paparan air yang tercemar, seperti air banjir. Penularan dari orang ke orang jarang terjadi.

2. Bagaimana mengenali penderita leptospirosis?
Pada manusia, Leptospirosis dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk: demam tinggi, sakit kepala, menggigil, nyeri otot (terutama otot betis), muntah, kulit dan bagian putih bola mata berwarna kuning, mata merah, sakit perut, diare, ruam kulit

Banyak dari gejala ini dapat disalahartikan sebagai penyakit lain. Selain itu, beberapa orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali. Waktu antara seseorang terpapar sumber bakteri dan menjadi sakit adalah 2 hari hingga 4 minggu. Penyakit biasanya muncul tiba-tiba ditandai demam dan gejala lainnya. 
 

3. Bagaimana pengobatan leptospirosis?
Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik, seperti doxycycline atau penicillin, yang harus diberikan sejak awal perjalanan penyakit. Antibiotik injeksi/infus mungkin diperlukan untuk penderita dengan gejala yang lebih parah. Orang dengan gejala mengarah pada  leptospirosis harus segera menghubungi tenaga kesehatan.

4. Bagaimana mencegah tertular leptospirosis?
Risiko tertular leptospirosis dapat dikurangi dengan tidak berenang atau melintasi air yang mungkin tercemar dengan urin hewan atau menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi.

Pakaian pelindung dan alas kaki harus dikenakan oleh mereka yang terpapar air atau tanah yang tercemar karena pekerjaan atau aktivitas yang mereka lakukan.

 

Image: Ilustrasi (sumber: https://www.npr.org/)
Referensi: Centers for Disease Control and Prevention. Leptospirosis. [Internet] 2015 [Cited 2020 January 4]. Available from: https://www.cdc.gov/leptospirosis/treatment/index.html

Share this article
Related Articles
Rajin Gosok Gigi, Risiko Diabetes Melitus (Kencing Manis) Berkurang
Admin | 27 Apr 2020
"Benar" Atau "Salah" Terkait Dengan Wuhan Coronavirus, Menurut WHO (2)
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 27 Apr 2020
Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengurangi Risiko Diabetes Di Kemudian Hari?
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Penyakit Hati Non-Alkohol, "Epidemia Baru Di Abad 21"
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 12 May 2020
Suplementasi Vitamin D Bermanfaat Mengurangi Frekuensi Kejadian Eksaserbasi PPOK
nugroho nitiyoso | 14 Nov 2018
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 May 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Memahami Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Balita
Admin | 15 Nov 2018
Efek Perlindungan Statin terhadap Infeksi Tuberkulosis Aktif
Admin | 18 Nov 2018
FOS Fermentasi Soy Milk vs Inulin dalam Asidifikasi dan Pertumbuhan Probiotik, Lebih Baik Mana?
Admin | 21 Nov 2018