Detail Article
FOS Meningkatkan Jumlah dan Produk Fermentasi Bakteri Baik di Usus
Dedyanto Henky Saputra
Dec 19
Share this article
img-probiotik.jpg
Updated 22/May/2020 .

Berbeda dengan probiotik, suplemen prebiotik memiliki peran sebagai sumber nutrisi bagi flora normal di usus yang memainkan peran utama dalam metabolisme karbohidrat kompleks dan polisakarida nabati . Metabolisme flora normal menghasilkan asam lemak rantai pendek/SCFA yang memiliki peran efek modulasi pada imunitas inang, integritas sel epitel gastrointestinal, homoeostasis glukosa, metabolisme lipid/ lemak, pengaturan nafsu makan, dan fungsi kekebalan tubuh.

Berbeda dengan probiotik, suplemen prebiotik memiliki peran sebagai sumber nutrisi bagi flora normal di usus yang memainkan peran utama dalam metabolisme karbohidrat kompleks dan polisakarida nabati (yang berasal dari makanan yang tidak dapat dicerna oleh enzim tubuh). Metabolisme flora normal di usus  menghasilkan asam lemak rantai pendek/SCFA (short chain fatty acid), yaitu asam asetat, asam propionat, dan asam butirat yang memiliki peran efek modulasi pada imunitas inang, integritas sel epitel gastrointestinal, homoeostasis glukosa, metabolisme lipid/ lemak, pengaturan nafsu makan, dan fungsi kekebalan tubuh.

 

Asam butirat adalah substrat energi dominan untuk sel kolon dan enterosit, dan metabolit kunci yang mempengaruhi kesehatan usus. Yang tidak kalah penting, suplemen prebiotik, dapat dimanfaatkan oleh lintas komunitas bakteri komensal, sehingga meningkatkan keanekaragaman flora normal. Modulasi tidak langsung semacam ini (meningkatkan keanekaragaman mikroba usus) adalah manfaat yang tidak dapat diciptakan oleh suplemen probiotik.

 

Penelitian berikut adalah suatu studi prospektif acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo, dosis-respons untuk mengetahui manfaat fructo-oligosaccharides (FOS) pada bakteri komensal usus manusia. Fructo-oligosaccharides adalah prebiotik, yang dikenal karena kemampuan Bifidogeniknya (meningkatkan jumlah bakteri baik Bifidobacterium). Namun, aspek-aspek seperti efek jumlah variabel asupan FOS pada mikrobiota usus, dan dinamika mikrobiota usus (transisi melalui fase basal, dosis, dan tindak lanjut) belum dipelajari secara rinci. Penelitian berikut ini melibatkan 80 subjek yang diberikan FOS pada tiga tingkat dosis (2,5, 5, dan 10 g/hari) atau plasebo (maltodekstrin 10 g/hari). DNA mikroba diekstraksi dari sampel tinja yang dikumpulkan pada 9 titik waktu intervensi diurutkan dan dianalisis.

 

Hasil menunjukkan bahwa konsumsi FOS secara relatif meningkatkan kelimpahan jumlah Bifidobacterium dan Lactobacillus. Menariknya, dosis FOS yang lebih tinggi meningkatkan bakteri Lactobacillus lebih banyak. Sementara konsumsi prebiotik meningkatkan keragaman bakteri, saat jumlahnya dikurangi maka terjadi pengurangan dari jumlah bakteri komensal di usus. Perubahan signifikan juga diamati pada mikroba penghasil butirat tertentu seperti Faecalibacterium, Ruminococcus, dan Oscillospira.

 

Kesimpulan: Suplementasi FOS memberikan dampak positif pada peningkatan bakteri penghasil butirat dan peningkatan keragaman bakteri. Suplementasi FOS memperkuat evidence peran prebiotik dalam memberikan manfaat kepada kesehatan inang.

 

Image : Ilustrasi (Image by Karley Saagi from Pexels)

Referensi:

Tandon D, Haque MM, Gote M, Jain M, Bhaduri A, Dubey AK. A prospective randomized, double-blind, placebo-controlled, dose-response relationship study to investigate efficacy of fructo-oligosaccharides. Scientific Reports 2019;9:5473.

Share this article
Related Articles
FOS Fermentasi Soy Milk vs Inulin dalam Asidifikasi dan Pertumbuhan Probiotik, Lebih Baik Mana?
Admin | 21 Nov 2018
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Lactobacillus spp Berpotensi Memberikan Manfaat pada Infeksi Candida spp
Admin | 29 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019