Detail Article
Pencegahan Primer Penyakit Kardiovaskuler Menurut Panduan ACC/AHA 2019, Apa Sajakah itu?
Jane Cherub
Jul 16
Share this article
img-Stetoscop1.jpg
Updated 22/Mei/2020 .

The American College of Cardiology (ACC) dan American Heart Association (AHA) telah meluncurkan guideline berbasis evidens baru mengenai pencegahan primer penyakit kardiovaskular (PKV) yang mencakup rekomendasi layanan berbasis-pasien, penggunaan aspirin, nutrisi dan berat badan, penghentian merokok, serta penanganan diabetes. Guideline ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan ACC pada bulan Maret 2019.

The American College of Cardiology (ACC) dan American Heart Association (AHA) telah meluncurkan guideline berbasis evidens baru mengenai pencegahan primer penyakit kardiovaskuler (PKV) yang mencakup rekomendasi layanan berbasis-pasien, penggunaan aspirin, nutrisi dan berat badan, penghentian merokok, serta penanganan diabetes. Guideline ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan ACC pada bulan Maret 2019. Berikut beberapa intisari dari update rekomendasi pada guideline tersebut:

• Strategi pencegahan PKV
Penecgahan ditujukan pada faktor-faktor yang terkait dengan beban dan mortalitas PKV, yaitu merokok, diet yang buruk, gaya hidup sedentary, peningkatan indeks massa tubuh, hiperkolesterolemia, hipertensi dan diabetes.

• Penggunaan aspirin
Berdasarkan data terkini yang diperoleh, pada guideline direkomendasikan untuk tidak menggunakan aspirin pada pasien berusia >70 tahun maupun dewasa (usia berapapun) dengan dengan risiko tinggi perdarahan.

• Penggunaan rokok
Guideline ini tetap merekomendasikan penghentian merokok, meskipun terdapat penurunan angka perokok di Amerika Serikat pada beberapa tahun terakhir.

Nutrisi dan obesitas
Diet yang direkomendasikan adalah diet tinggi sayuran dan buah-buahan, kacang-kacangan, ikan, kacang polong, dan gandum utuh; lemak trans dan lemak jenuh diganti dengan lemak tidak jenuh, serta pengurangan kolesterol dan natrium.

• Aktivitas fisik
Rekomendasi aktivitas fisik 150 menit/ minggu dengan intensitas sedang, 75 menit/minggu aktivitas kuat, atau kombinasi kedua rejimen aktivitas tersebut.

• Penanganan diabetes
3 faktor yang merupakan risiko diabetes dan menjadi sasaran penting pencegahan PKV: diet, aktivitas fisik, dan berat badan. Terapi lini pertama untuk diabetes tipe II adalah metformin (kelas rekomendasi IIa). Individu dengan diabetes tipe II atau faktor risiko kardiovaskular tambahan direkomendasikan mengonsumsi sodium-glucose cotransporter 2 inhibitor atau glucagon-like peptide-1 receprot antagonist.

 


Image: Ilustrasi
Referensi:

Arnett DK, Blumenthal RS, Albert MA, Buroker AB, Goldberger ZD, Hahn EJ, et al. 2019 ACC/AHA Guideline on the Primary Prevention of Cardiovascular Disease. Circulation. 2019 Mar 17:CIR0000000000000678. doi: 10.1161/CIR.0000000000000678.
 

Share this article
Related Articles
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Manfaat Pemberian Nutrisi Enteral pada Pasien Diabetes
Admin | 23 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Manfaat Suplementasi Vitamin D Pada Disfungsi Endotel Pasien PGK
Dokter Kalbemed | 22 Jan 2019
Suplementasi Creatine Nitrate Meningkatkan Performa Latihan
Dokter Kalbemed | 24 Jan 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Pemberian Nutrisi Enteral secara Dini pada Pasien Pankreatitis Akut, Apa Manfaatnya?
Dedyanto Henky Saputra | 01 Mei 2019
Asupan Magnesium Cukup, Risiko Hipertensi Berkurang.
Jane Cherub | 15 Jul 2019