Detail Article

Progesterone Oral vs Vaginal pada Program IVF: Apakah Obat Minum Sama Efektifnya?

dr. Karen Denisa
Jan 19
Share this article
f52bd1a8e9ba96a1b4cbe54f35c703b2.png
Updated 19/Jan/2026 .

Progesterone oral mikronisasi dosis 400 mg/hari terbukti non-inferior, efektif, dan aman dibandingkan progesterone vaginal sebagai dukungan fase luteal pada siklus fresh embryo transfer. Dosis ini memberikan angka kehamilan berlanjut, kelahiran hidup, serta luaran obstetri dan perinatal yang sebanding, tanpa peningkatan efek samping. Sebaliknya, peningkatan dosis progesterone oral mikronisasi menjadi 600 mg/hari tidak meningkatkan efektivitas dan justru berhubungan dengan angka kehamilan berlanjut yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa progesteron oral mikronisasi 400 mg/hari dapat menjadi alternatif yang layak dan berorientasi pada kenyamanan pasien dalam dukungan fase luteal pada program IVF.

Luteal phase deficiency (LPD) sering terjadi setelah stimulasi ovarium pada program IVF akibat supresi LH dan gangguan fungsi korpus luteum, sehingga dukungan fase luteal menjadi komponen penting pada siklus fresh embryo transfer. Progesterone merupakan terapi utama dengan berbagai rute pemberian, namun belum ada konsensus mengenai dosis dan rute optimal. Meskipun progresterone oral mikronisasi lebih disukai pasien, efektivitasnya sebagai dukungan fase luteal masih diperdebatkan karena isu bioavailabilitas. Oleh karena itu, dilakukan uji acak non-inferioritas multisenter untuk membandingkan progesterone oral mikronisasi dan progesterone vaginal pada siklus fresh embryo transfer.

Penelitian ini merupakan uji acak non-inferioritas multisenter di delapan pusat fertilitas di Tiongkok (November 2018–April 2021) yang melibatkan perempuan usia 20–40 tahun yang menjalani siklus IVF pertama atau kedua. Peserta secara acak dialokasikan ke tiga kelompok dukungan fase luteal: progesterone oral mikronisasi 400 mg/hari, 600 mg/hari, atau progesterone vaginal 90 mg/hari, dimulai sejak pengambilan oosit hingga usia kehamilan 11–12 minggu. Luaran utama adalah angka kehamilan berlanjut, dengan analisis intention-to-treat menggunakan batas non-inferioritas −10%.

Sebanyak 1.310 pasien diikutsertakan dengan karakteristik dasar dan respons stimulasi ovarium yang sebanding. Pada analisis intention-to-treat, progesterone oral mikronisasi 400 mg/hari terbukti non-inferior dibandingkan progesterone vaginal dalam mencapai kehamilan berlanjut (35,3% vs 38,0%; selisih −2,6%; IK 95% −9,0% hingga 3,8%; P non-inferioritas = 0,010), sedangkan dosis 600 mg/hari tidak memenuhi kriteria non-inferioritas. Analisis regresi multivariat menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara dosis 400 mg/hari dan progesterone vaginal, namun dosis 600 mg/hari berhubungan dengan angka kehamilan berlanjut yang lebih rendah. Hasil serupa diperoleh pada analisis per-treatment. Tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok dalam angka kehamilan klinis, kelahiran hidup, keguguran, luaran perinatal, maupun berat lahir.

Efek samping total tidak berbeda signifikan antar kelompok, dengan perdarahan atau spotting vagina sebagai keluhan tersering.


Kesimpulan:

Progesterone oral mikronisasi 400 mg/hari bersifat non-inferior dan aman dibandingkan progesterone vaginal sebagai dukungan fase luteal pada siklus fresh embryo transfer, sementara dosis 600 mg/hari tidak memberikan keuntungan tambahan.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato elements Gen AI)

Referensi:

Niu Y, Liu H, Li X, Zhao J, Hao G, Sun Y, et al. Oral micronized progesterone versus vaginal progesterone for luteal phase support in fresh embryo transfer cycles: a multicenter, randomized, non-inferiority trial. Hum Reprod. 2023;38(Suppl 2):ii24-33. doi:10.1093/humrep/deac266.

Share this article
Related Articles
Related Products
67f5a323eb298a93b00c18e0616d0c58.jpg
5f437dce46acfbd61a7bc2a3725028c1.jpeg
5e9107d2167655b53a303396de694f50.jpg
e6734cb65ce936bc15e553da2248c90c.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
ef46642a7d1c269032993ceea9412974.jpg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
af39c1f084f115c15db7b39e6313c53b.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg