PICO sNPWT dapat membantu mengurangi komplikasi luka operasi, termasuk dehisensi, dimana angka dehisensi luka pada hari ke-7 yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan perawatan standar (15,6% vs 31,3%; p < 0,004).
Selain itu, kualitas jaringan parut juga menignkat lebih baik pada pasien yang menjalani operasi reduksi payudara dibandingkan perawatan standar dengan menggunakan fixation strip berdasarkan penilaian POSAS dan VAS secara signifikan lebih baik pada kelompok PICO sNPWT pada hari ke-42 dan ke-90 (p < 0,05) dibandingkan dengan perawatan standar dengan fixation strip.
Breast reduction (reduksi payudara) merupakan prosedur bedah kosmetik yang umum dilakukan untuk mengurangi ukuran payudara serta mengatasi keluhan akibat payudara yang terlalu besar, tidak proporsional, atau menggantung. Meskipun sebagian besar komplikasi dapat diminimalkan melalui pemilihan teknik operasi yang tepat dan penanganan jaringan yang baik, angka komplikasi yang dilaporkan masih mencapai 53%, dengan delayed wound healing sebagai komplikasi tersering, disertai risiko hematoma, nekrosis lemak, nekrosis puting, selulitis, dan dermatitis jamur. Masalah jaringan parut juga cukup sering terjadi, terutama pada area inframammary scar.
Pada studi prospektif RCT single-center yang melibatkan 32 pasien yang menjalani operasi reduksi payudara bilateral, setiap pasien mendapatkan PICO sNPWT pada satu sisi payudara dan perawatan standar berupa fixation strips pada sisi lainnya.
Luaran primer yang dinilai adalah jumlah komplikasi penyembuhan luka dalam 21 hari dengan membandingkan NPWT dan fixation strips. Luaran sekunder adalah tampilan estetik dan kualitas jaringan parut, yang dinilai menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan Patient and Observer Scar Assessment Scale (POSAS) pada hari ke-42, 90, 180, dan 365. Penilaian tambahan terhadap jaringan parut juga dilakukan, termasuk pengukuran viskoelastisitas.
Penggunaan PICO sNPWT memberikan penurunan relatif sebesar 50% pada kejadian surgical site complications, dengan angka dehisensi luka pada hari ke-7 yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan perawatan standar (15,6% vs 31,3%; p < 0,004).
Selain itu, kualitas bekas luka (jaringan parut) berdasarkan penilaian POSAS dan VAS juga secara signifikan lebih baik pada kelompok PICO sNPWT pada hari ke-42 dan ke-90 (p < 0,05).
Luaran tampilan estetik yang dinilai menggunakan VAS dan POSAS dapat dilihat pada link berikut
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa PICO sNPWT dapat membantu mengurangi komplikasi luka operasi, termasuk dehisensi, sekaligus meningkatkan kualitas jaringan parut pada pasien yang menjalani operasi reduksi payudara.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato elements)
Referensi:
- Tanaydin V, Beugels J, Andriessen A, Sawor JH, van der Hulst RRWJ. Randomized controlled study comparing disposable negative-pressure wound therapy with standard care in bilateral breast reduction mammoplasty evaluating surgical site complications and scar quality. Aesthetic Plast Surg. 2018;42(4):927-35. doi:10.1007/s00266-018-1095-0.
- Galiano RD, Hudson D, Shin J, van der Hulst R, Tanaydin V, Djohan R, Duteille F, Cockwill J, Megginson S, Huddleston E (2018) Incisional negative pressure wound therapy for prevention of wound healing complications following reduction mammaplasty. Plast Reconstr Surg Global Open. https://doi.org/10.1097/ GOX.0000000000001560.
- Henry SL, Crawford JL, Puckett CL (2009) Risk factors and complications in reduction mammaplasty: novel associations and preoperative assessment. Plast Reconstr Surg 124(4):1040–6.