Osteoartritis (OA) sendi glenohumeral/bahu merupakan penyebab nyeri dan penurunan fungsi bahu yang progresif. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini mengevaluasi efektivitas injeksi intraartikular hyaluronic acid (IAHA) dalam meredakan nyeri OA bahu. Pencarian literatur pada PubMed, Scopus, dan Web of Science mencakup uji klinis teracak terkontrol (RCT) dengan luaran nyeri pascaintervensi. Sebanyak 15 studi dengan total 1.023 subjek dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi IAHA dan fisioterapi memberikan perbaikan nyeri yang lebih baik dibandingkan fisioterapi saja, serta IAHA lebih efektif dibandingkan injeksi kortikosteroid berdasarkan skor VAS. Selain itu, satu studi melaporkan bahwa satu kali injeksi non-animal hyaluronic acid (NASHA) memberikan perbaikan nyeri yang bermakna secara klinis dan statistik. Temuan ini mendukung IAHA sebagai opsi terapi nonbedah yang efektif untuk OA bahu.
Osteoartritis (OA) sendi glenohumeral/bahu merupakan kondisi degeneratif yang menyebabkan nyeri, penurunan rentang gerak, dan gangguan fungsi bahu secara progresif. Hyaluronic acid (HA) intraartikular telah muncul sebagai alternatif terapi untuk tata laksana nonbedah pada OA bahu karena sifat analgesik serta kondroprotektifnya. Pada studi sebelumnya terkait OA bahu ditemukan bahwa injeksi HA dapat ditoleransi dan mengatasi nyeri bahu sehingga menjadi alternatif dari fisioterapi dan injeksi corticosteroid. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari injeksi intraartikular HA (IAHA) dalam meredakan nyeri pasien OA bahu.
Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data PubMed, Scopus, dan Web of Science. Seleksi studi dilakukan berdasarkan kerangka PICO, dengan partisipan berupa pasien yang terdiagnosis OA bahu, intervensi berupa injeksi intraartikular hyaluronic acid, pembanding tanpa batasan spesifik, serta luaran utama berupa nyeri yang diukur menggunakan visual analog scale (VAS) atau numeric rating scale.
Hanya uji klinis teracak terkontrol (randomized controlled trials/RCTs) yang menyediakan data pada akhir intervensi yang disertakan.
Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria disertakan dalam meta-analisis. Total sejumlah 1.023 subjek dianalisis, di mana 397 subjek termasuk dalam kelompok pembanding (tidak menjalani intervensi, fisioterapi, injeksi kortikosteroid, atau injeksi platelet-rich plasma/PRP).
Meta-analisis dilakukan untuk menyoroti efektivitas IAHA dibandingkan dengan intervensi pembanding atau kelompok kontrol. Perbandingan antara IAHA yang dikombinasikan dengan fisioterapi dibandingkan fisioterapi saja menghasilkan skor klinis yang lebih baik pada pasien dengan OA bahu dengan menunjukkan overall effect size (ES) sebesar 4,43 (95% CI: 1,89–6,97; p = 0,00006). Dalam hal ini, injeksi HA tampak meningkatkan efek fisioterapi terhadap nyeri dan fungsi. Selain itu, analisis gabungan terhadap skor nyeri VAS menunjukkan perbaikan yang bermakna secara signifikan pada HA dibandingkan dengan injeksi corticosteroid (ES: −1,47; 95% CI = −2,39 hingga −0,55; p = 0,002).
Selain itu, suatu studi oleh McKee, et al., yang diikutsertakan dalam tinjauan sistematik ini menunjukkan bahwa satu kali injeksi Durolane (non-animal hyaluronic acid/NASHA) dapat memberikan efektivitas pada pasien dengan OA bahu simtomatik. Perbaikan nyeri yang terjadi bermakna secara klinis dan statistik ketika dibandingkan sebelum dan sesudah injeksi.
Kesimpulan:
Intraarticular hyaluronic acid (IAHA) dapat meredakan nyeri, dengan perbaikan yang signifikan dibandingkan kondisi awal (baseline) serta dibandingkan dengan injeksi corticosteroid pada pasien yang mengalami OA bahu.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato elements Gen AI)
Referensi:
- Familiari F, Ammendolia A, Rupp M-C, Russo R, Pujia A, Montalcini T, et al. Efficacy of intra-articular injections of hyaluronic acid in patients with glenohumeral joint osteoarthritis: a systematic review and meta-analysis. J Orthop Res. 2023;41:2345-58. doi: 10.1002/jor.25648.
- McKee MD, Litchfield R, Hall JA, Wester T, Jones J, Harrison AJ. NASHA hyaluronic acid for the treatment of shoulder osteoarthritis: a prospective, single‐arm clinical trial. Med Devices. 2019;12:227‐34.