Detail Article

Hati-hati, Penyakit Hepatitis A perlu Diwaspadai Pasca-Banjir

dr. Fitri Afifah Nurullah
Jan 09
Share this article
img-banjir.jpg
Updated 22/Mei/2020 .

Indonesia memasuki musim hujan dengan curah hujan sangat tinggi menyebabkan banjir di berbagai daerah, yang menimbulkan masalah kesehatan. Perburukan kondisi lingkungan menjadi faktor determinan penting dalam transmisi penyakit infeksi, salah satunya adalah hepatitis A, Penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui rute feca-oral saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran dari penderita hepatitis A.

Indonesia memasuki musim hujan dengan curah hujan sangat tinggi menyebabkan banjir di berbagai daerah, yang menimbulkan masalah kesehatan. Perburukan kondisi lingkungan menjadi faktor determinan penting dalam transmisi penyakit infeksi, salah satunya adalah hepatitis A, yaitu peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Penyakit ini sangat mudah ditularkan melalui rute feca-oral saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran dari penderita hepatitis A. Penularan bisa terjadi bahkan sebelum penderita mengalami gejala-gejala hepatitis A.

Gejala dan Faktor Risiko Hepatitis A

Penyakit hepatitis A merupakan self-limiting disease yang bermanifestasi akut, gejalanya mencakup demam tinggi, malaise, fatigue/kelelahan, penurunan nafsu makan, diare, nyeri perut, anoreksia, mialgia/ nyeri otot, artralgia/ nyeri sendi, nyeri kepala, urin warna gelap, dan jaundice/ kuning. Anak-anak sering menderita hepatitis A asimptomatis (tanpa gejala).

Faktor risiko hepatitis A adalah mengunjungi atau tinggal di tempat dengan angka kejadian hepatitis A tinggi, melakukan hubungan intim dengan penderita hepatitis A, laki-laki berhubungan seksual dengan laki-laki, tinggal serumah dengan penderita hepatitis A, dan perburukan lingkungan secara mendadak seperti pada bencana banjir, tsunami, dan tanah longsor. Saat banjir terjadi, sumber air seperti sumur, sungai dan mata air tercemar. Suplai air bersih yang minim seringkali memaksa masyarakat menggunakan sumber air yang telah tercemar, sehingga memungkinkan terjadi penularan hepatitis A. Selain itu, higienitas sanitasi yang buruk di dapur umum tempat pengungsian juga bisa menjadi media transmisi virus hepatitis A.

Pencegahan Penularan Hepatitis A

Untuk membunuh virus hepatitis A yang terdapat pada air yang telah terkontaminasi dapat dilakukan dengan mendidihkan air selama satu menit (pada ketinggian 6500 kaki atau sekitar 1900 meter, didihkan selama 3 menit) kemudian dinginkan atau simpan di wadah yang bersih dengan tutup rapat dan disimpan di dalam lemari pendingin. Proses klorinisasi sumber air (sumur) dapat dilakukan untuk membunuh virus dan pemantauan setidaknya satu kali per tahun harus dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kontaminasi.

Pencegahan primer yang dapat dilakukan adalah vaksinasi hepatitis A. Menurut rekomendasi IDAI (ikatan dokter anak Indonesia), imunisasi hepatitis A dapat dilakukan pada anak mulai usia 24 bulan hingga 18 tahun sebanyak dua kali dengan interval 6-12 bulan. Melihat pola banjir tahunan yang terjadi belakangan ini, hendaknya pencegahan primer hepatitis A dengan vaksinasi dapat dilakukan agar tidak terjadi outbreak atau KLB hepatitis A di kemudian hari. Tak kalah pentingnya, perbaikan kondisi higiene dan sosioekonomi secara langsung dapat menurunkan insidens hepatitis A.

 

SIlakan baca juga: Konsumsi Obat Entecavir untuk Pasien Hepatitis B Kronik, Bagaimana Efektivitasnya?

Image : Ilustrasi Photo by Victoria Borodinova from Pexels

Referensi :

1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Viral Hepatitis: Hepatitis A. 2019. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/index.htm

2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). General Fact Sheet: Hepatitis A Overview. 2019. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/pdfs/hepageneralfactsheet.pdf

3. Lemon, Stanley M. et al. Type A viral hepatitis: A summary and update on the molecular virology, epidemiology, pathogenesis and prevention. Journal of Hepatology 2018;68:167–184

4. Pal S, Juyal D, Sharma M, Kotian S, Negi V, Sharma N. An outbreak of hepatitis A virus among children in a flood rescue camp: A post-disaster catastrophe. Indian J Med Microbiol 2016;34:233-6

5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Water Home: Hepatitis A and Drinking Water from Private Wells. 2015 Available from: https://www.cdc.gov/healthywater/drinking/private/wells/disease/hepatitis_a.html

6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Viral Hepatitis: Guidelines and Recommendations – Hepatitis A. Available from: https://www.cdc.gov/hepatitis/hav/guidelinesa.htm

7. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0 – 18 Tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2017. 2017. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017

8. Kesehatan Republik Indonesia. Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Rinciannya. 2018. Available form: https://www.depkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html

Share this article
Related Articles
Related Products
a79330a0bf514a09cff58b6fba1deb35.jpg
946f5f666f651318a3afa6d83fce350b.jpg
900c2356dee3ff4aee51683fee4f262e.jpg
ef07f199ade8734eac07de215f13f047.jpg
35385702980cd2199026202fb22d23d0.jpg
997fdc3c2310a83fc7a55830d2f23aaa.jpg
e389d487ff28e7fc49b37f5b5aaab885.jpg
6dd9462e30cf0d90440fe23295353737.jpg
8a0239da1f9bc5417791774b3f3b2725.jpg
2a081c222772bcad17745456baf2fc30.jpg