Detail Article

Efikasi Pengobatan Nimotuzumab pada Isocitrate Dehydrogenase Wild Type Glioblastoma, Ini Studi Real-Worldnya

dr. Johan Indra Lukito
Apr 02
Share this article
1303245568f67890a05d0cd72fc02644.jpg
Updated 03/Apr/2025 .

Dari suatu studi didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan survival dengan pengobatan menggunakan nimotuzumab ditambah radiasi ditambah TMZ diikuti TMZ adjuvan pada IDH wild type glioblastoma kasus baru atau recurrent.

Glioma high grade (stadium lanjut) memiliki tingkat survival yang buruk secara keseluruhan tanpa standar pengobatan untuk penyakit yang kambuh. Meskipun telah diobati, kekambuhan tidak dapat dihindari dan prognosis tetap buruk dengan tingkat survival rata-rata 12-15 bulan.

 

Glioblastoma multiforme (GBM) adalah tumor otak primer yang paling umum terjadi pada orang dewasa, sekitar 60%-70% dari glioma. Saat ini, pengobatan standarnya mencakup reseksi/pembedahan, kemoradioterapi bersamaan/concurrent chemoradiotherapy (CCRT) dengan temozolomide (TMZ), dan kemoterapi adjuvan/adjuvant chemotherapy (AC) dengan TMZ. Meskipun demikian, pendekatan terapeutik ini hanya memperpanjang PFS menjadi 6,9 bulan, OS menjadi 14,6 bulan (12–18 bulan), dan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun/5-year survival sekitar 3%–5%.

 

Karena perilaku biologis penyakit yang agresif, hampir setiap pasien GBM kambuh setelah terapi lini pertama, dengan median PFS dan OS masing-masing 1–6 bulan dan 2–9 bulan. Faktor prognostik penting yang menguntungkan adalah usia yang lebih muda, status kinerja/performance status yang baik, dan metilasi/methylation pada promotor (gen) O6-methylguanine-DNA-methyltransferase (MGMT). Bahkan dengan pengobatan rutin, GBM dengan promotor MGMT yang tidak termetilasi (unmethylated) memiliki prognosis yang lebih buruk, dengan PFS hanya 5,3 bulan dan OS hanya 12,7 bulan. Selama dekade terakhir, penelitian ekstensif telah dilakukan pada enzim isocitrate dehydrogenase (IDH) mutan sebagai penanda prognosis yang baik pada glioblastoma. Pasien dengan GBM IDH1, IDH2 mutan memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang memiliki enzim IDH tipe liar (wild-type). Namun, 95% glioblastoma adalah IDH wild-type.

 

Studi retrospektif di Filipina pada pasien newly diagnosed or recurrent IDH wild type glioblastoma diobati dengan nimotuzumab ditambah radiasi + kemoterapi dengan temozolomide diikuti oleh temozolomide adjuvan, temozolomide metronomik atau bevacizumab saja dari tahun 2007-2022 di dua institusi di Filipina. Sebanyak 53 pasien diberikan nimotuzumab, 48 pasien dianalisis (21 perempuan dan 27 laki-laki berusia 21-70 dengan usia rata-rata 48). Pasien yang termasuk di dalamnya diberikan nimotuzumab 200-400 mg IV tiap 2 minggu selama minimal 4 sesi hingga kambuh, secara terus-menerus selama 6 hingga 12 bulan, atau hingga kematian. Pasien yang menerima kurang dari 4 sesi nimotuzumab dan yang mengalami kematian akibat penyebab lain tidak dimasukkan dalam analisis. Titik akhir primer adalah OS dan PFS. Efek samping dan komplikasi juga diselidiki.

 

Hasilnya:

· Median PFS adalah 13 bulan (95% CI 10.2-17.4)

· Median OS 43 bulan (95% CI 34-57).

· Proporsi OS setelah 1, 2, 3 dan 5 tahun masing-masing adalah 93,7%, 72,1%, 63,2 dan 34,4%.

· Pada kelompok glioblastoma recurrent, median PFS adalah 11 bulan dan median OS adalah 22,11 bulan.

· Pada glioma high grade IDH+ tingkat tinggi recurrent, median PFS adalah 22 bulan dan median OS adalah 75 bulan.

· Efek samping minimal.

 

Kesimpulan:

Terdapat peningkatan survival dengan nimotuzumab + radiasi + TMZ diikuti TMZ adjuvan pada IDH wild type glioblastoma kasus baru atau recurrent (PFS 13 bulan, OS 43 bulan, 5-year survival rate 34,4%) dengan efek samping minimal, dibandingkan (secara tidak langsung) tanpa nimotuzumab (PFS 6,9 bulan, OS 14,6 bulan (12–18 bulan), dan 5-year survival rate 3–5%).

 


Gambar: Ilustrasi

Referensi:

1.   M Imperial, J Batara, P Opinaldo, P18.32.B OUTCOME OF NIMOTUZUMAB USE ON NEWLY DIAGNOSED AND RECURRENT MALIGNANT GLIOMAS: A PHILIPPINE RETROSPECTIVE STUDY ON TWO TERTIARY INSTITUTIONS, Neuro-Oncology, Volume 26, Issue Supplement_5, October 2024, Page v104

2.  Ko KK, Lee ES, Joe YA, Hong YK. Metronomic treatment of temozolomide increases anti-angiogenicity accompanied by down-regulated O(6)-methylguanine-DNA methyltransferase expression in endothelial cells. Exp Ther Med. 201;2(2):343-8.

3.  She L, Gong X, Su L, Liu C. Radiotherapy Plus Temozolomide With or Without Nimotuzumab Against the Newly Diagnosed EGFR-Positive Glioblastoma: A Retrospective Cohort Study. Oncologist. 2023;28(1):e45-e53.

4.  Bosio A, Cerretti G, Padovan M, Caccese M, Denaro L, Chioffi F, et al. Metronomic Temozolomide in Heavily Pretreated Patients With Recurrent Isocitrate Dehydrogenase Wild-type Glioblastoma: A Large Real-Life Mono-Institutional Study. Clin Oncol (R Coll Radiol). 2023 May;35(5):e319-e327

5.  Alzial G, Renoult O, Paris F, Gratas C, Clavreul A, Pecqueur C. Wild-type isocitrate dehydrogenase under the spotlight in glioblastoma. Oncogene. 2022;41(5):613-21.

6.  Glioblastoma, IDH wild type. https://www.pathologyoutlines.com/topic/CNStumorgliomasglioblastomasIDHwildtype.html

Share this article
Related Articles