Detail Article

Abnormalitas Enzim Hati pada Pasien COVID-19, Ini Hasil Studinya

dr. Fitri Afifah Nurullah
Apr 20
Share this article
img-Sakitperut.jpg
Updated 30/Agt/2022 .

Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 terus berkembang. Dari publikasi yang ada, telah dilaporkan adanya gejala-gejala pada sistem pencernaan dan terjadinya peningkatan enzim hati pada pasien yang terinfeksi. Temuan ini dikaitkan dengan adanya aktivitas virus SARS-CoV-2 pada reseptor ACE-2 yang juga terletak pada sel-sel intestinal, kolangiosit, dan hepatosit.

Gejala pencernaan yang paling umum dialami adalah anoreksia, mual, muntah, dan diare. Peningkatan transaminase hati terjadi pada sebagian besar pasien, meskipun umumnya hanya sedikit peningkatan. Saat ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa keparahan gejala pencernaan berhubungan dengan keparahan perjalanan klinis pasien COVID-19, namun peningkatan enzim hati yang berat mungkin berhubungan dengan progresivitas yang lebih buruk. Selain itu, meskipun viral load dapat dideteksi dalam tinja, belum dapat dipastikan kemungkinan terjadinya penularan melalui rute fecal-oral.


Mengingat penggunaan obat-obat antivirus dan antibakteri pada pasien COVID-19, maka cedera hati yang diinduksi oleh obat-obatan juga tidak dapat dieliminasi. Telah dilaporkan adanya kasus komplikasi COVID-19 terkait hati dalam derajat disfungsi hati yang bervariasi. Sebuah studi melaporkan peningkatan bilirubin, AST (aspartat aminotransferase), dan ALT (alanin aminotransferase) masing-masing 10%, 21%, dan 22%. Studi lainnya melaporkan terjadi peningkatan ALT pada 16-53% pasien dan tidak ada kasus gagal hati yang dilaporkan.


Penelitian yang dilakukan oleh Huang, et al, menunjukkan peningkatan ALT tampak pada 62% pasien dari 13 pasien yang dirawat di ICU. Penelitian oleh Wang juga menunjukkan pada pasien yang dirawat di ICU secara signifikan tampak mengalami peningkatan kadar ALT (35 vs 23; p=0,007) dan AST (52 vs 29; p<0,001). Data ini menunjukkan cedera hati lebih sering terjadi pada pasien dengan gejala klinis berat dibandingkan dengan gejala ringan. Disfungsi hati tampak lebih sering terlihat pada pasien dengan gejala yang lebih berat. Sulit untuk memilah disfungsi hati disebabkan oleh infeksi virus atau dari pengobatannya seperti antibiotik, antivirus eksperimental yang digunakan pada pasien.

 

Pasien COVID-19 dengan gejala pencernaan berhubungan dengan perjalanan penyakit yang lebih buruk dan memiliki risiko mortalitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien tanpa gejala pencernaan. Pemantauan terhadap fungsi hati harus diperhatikan pada pasien COVID-19 khususnya dengan gejala klinis yang buruk. 

 

Image : Ilustrasi

Referensi:

1.Agarwal A, Chen A, Ravindran N, To C, Thuluvath PJ. Gastrointestinal and liver manifestations of COVID-19. Journal of Clinical and Experimental Hepatology. 2020 Apr 1.

2.Lee IC, Huo TI, Huang YH. Gastrointestinal and liver manifestations in patients with COVID-19. Journal of the Chinese Medical Association: JCMA. 2020 Apr 1.

3.Zhang C, Shi L, Wang FS. Liver injury in COVID-19: Management and challenges. The Lancet Gastroenterology & Hepatology. 2020 Jan 1.

4.Bangash MN, Patel J, Parekh D. COVID-19 and the liver: Little cause for concern. The Lancet Gastroenterology & Hepatology. 2020 Mar 20.

Share this article
Related Articles
Related Products
21d69f2e287ce250dbe7cb364df65d4b.jpg
f3df00cf711d2e5d1eed2984adf0ed44.jpg
8a0239da1f9bc5417791774b3f3b2725.jpg
923d6e0897424edb0c9d0035c6d75695.jpg
ea51cf74bc0fe1dc915777b4cf5bf40c.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
d0c5d9f8c84df5f60dd5b969ef9cbdf0.jpg
04f01f30b0a4f49c40e77ca6d6ef7b77.jpg
e389d487ff28e7fc49b37f5b5aaab885.jpg
f255c5e1b8a78b8736f733a47122997a.jpg