Detail Article

Terapi Secretome Mempercepat Penyembuhan Luka Kronik pada Pasien dengan Komorbiditas Multipel: Sebuah Laporan Kasus

dr. Esther Kristiningrum
Mar 31
Share this article
8af71fed492648034c722b5a08127b30.jpg
Updated 31/Mar/2026 .

Secretome dari mesenchymal stem cell (MSC) yang kaya akan growth factor, sitokin, dan vesikel ekstraseluler termasuk eksosom, telah terbukti meningkatkan migrasi keratinosit, mendorong perbaikan endotel, memodulasi fenotipe makrofag, mengatur aktivitas inflamasi, dan memfasilitasi remodelling matriks ekstraseluler. Suatu laporan kasus telah menunjukkan bahwa terapi tambahan dengan secretome injeksi subkutan pada tepi luka dua kali seminggu, bermanfaat dalam mempercepat penyembuhan luka kronik pada pasien dengan komorbiditas multipel.


Luka kronik pada pasien dengan komorbiditas kompleks, seperti diabetes melitus (DM), hipertensi, dan penyakit ginjal kronis (PGK), umumnya sulit disembuhkan karena gangguan angiogenesis (proses pembentukan pembuluh darah baru dari pembuluh darah yang telah ada sebelumnya), adanya inflamasi yang terus-menerus, dan disfungsi fibroblas yang seringkali resisten terhadap perawatan luka standar.


Terapi berbasis mesenchymal stem cell (MSC) telah muncul sebagai modalitas terapeutik penting dalam pengobatan regeneratif karena sifat imunomodulator, pro-angiogenik, dan perbaikan jaringannya. Bukti telah menunjukkan bahwa manfaat terapeutik MSC sebagian besar dimediasi melalui efek parakrin. Secretome dari MSC yang kaya akan growth factor, sitokin, dan vesikel ekstraseluler termasuk eksosom, telah terbukti meningkatkan migrasi keratinosit, mendorong perbaikan endotel, memodulasi fenotipe makrofag, mengatur aktivitas inflamasi, dan memfasilitasi remodelling matriks ekstraseluler.


Peneliti telah melaporkan sebuah laporan kasus pada seorang pasien pria berusia 67 tahun dengan penyakit DM stabil, hipertensi, dan PGK, serta memiliki luka kronik selama 7 tahun pada tungkai lateral kanan, yang telah gagal berespons terhadap terapi perawatan luka konvensional dan lanjutan. Terapi secretome dari MSC 5 mL diberikan melalui injeksi subkutan dua kali seminggu pada tepi luka bersama dengan perawatan luka standar berdasarkan kerangka TIME (Tissue, Inflammation, Moisture balance, and Edge of wound). Pada hari ke-126 hari, luas luka berkurang 87,79% dari 19,65 cm2 menjadi 2,4 cm2. Pada hari ke-32 terjadi penambahan luas luka sementara karena koalesensi tepi luka, diikuti oleh pengurangan luas luka yang stabil dan progresif. Selain itu, ditemukan pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi parsial hingga lengkap.

 

Grafik. Total luas permukaan luka seiring waktu dengan terapi secretome.


Kasus ini menunjukkan respons penyembuhan luka yang signifikan setelah terapi secretome pada pasien dengan luka kronik yang sulit sembuh dengan komorbiditas. Komponen secretome dapat merangsang penyembuhan luka bahkan dalam kondisi iskemik atau gangguan metabolisme. Sinyal biokimia dari secretome dapat mengaktifkan kembali proses perbaikan seluler yang terhenti sebelum munculnya vaskularisasi yang terlihat atau granulasi yang signifikan.


Komponen secretome secara kolektif mengatur transisi luka kronik dari fase inflamasi ke fase proliferatif dan remodeling dengan melibatkan berbagai jalur biologis:

  1. Imunomodulasi: Secretome menurunkan aktivitas sitokin proinflamasi tumor necrosis factor-α (TNF-α) dan interleukin-6 (IL-6) serta meningkatkan aktivitas sitokin antiinflamasi interleukin-10 (IL-10). Efek imunoregulatori ini sangat penting pada luka diabetes kronik, yang biasanya terhenti dalam fase inflamasi yang berkepanjangan.
  2. Aktivasi Fibroblas dan Remodelling Matriks Ekstraseluler: Proliferasi dan migrasi fibroblas mengarah pada peningkatan sintesis kolagen dan remodeling matriks. transforming growth factor-β (TGF-β) dalam secretome membantu deposisi dan pematangan matriks ekstraseluler yang penting untuk penutupan luka dan pemulihan kekuatan tarik luka.
  3. Angiogenesis dan Neovaskularisasi: Secretome MSC mengandung faktor angiogenik seperti vascular endothelial growth factor (VEGF), platelet-derived grpwth factor (PDGF), dan hepatocyte growth factor (HGF), yang bersama dengan eksosom kaya mikroRNA, dapat merangsang proliferasi endotel dan regenerasi vaskular.
  4. Rekrutmen dan Proliferasi Sel: Kemokin dalam secretome, seperti stromal cell-derived factor 1 (SDF-1), menarik sel progenitor endotel, makrofag, dan fibroblas yang pada gilirannya mendukung angiogenesis dan deposisi matriks ekstraseluler. Hal ini selaras dengan perbaikan tepi luka dan jaringan granulasi.
  5. Peningkatan Migrasi dan Re-epitelisasi Keratinosit: Epidermal growth factor (EGF), HGF, dan faktor penstimulasi keratinosit lainnya yang ditemukan dalam secretome dapat mempercepat re-epitelisasi dengan meningkatkan migrasi dan proliferasi keratinosit yang memfasilitasi penutupan luka.
  6. Efek Antioksidan dan Anti-apoptosis: Pada luka diabetes, stres oksidatif dan apoptosis mengganggu kelangsungan hidup dan fungsi sel. Secretome mengandung enzim antioksidan dan faktor anti-apoptosis yang melindungi sel-sel lokal dan meningkatkan kelangsungan hidup jaringan dalam kondisi iskemik dan inflamasi yang dapat mendukung jalur penyembuhan.

  

Kesimpulan:

Dari laporan kasus ini, terapi secretome menunjukkan manfaat yang nyata dalam mempercepat penyembuhan luka pada pasien dan luka kronik yang sulit sembuh dalam jangka waktu lama dengan komorbiditas multipel. Aksi multimodalnya, yaitu antiinflamasi, proangiogenik, dan regeneratif, dapat membantu mengalihkan luka kronik ke fase penyembuhan aktif dan menjanjikan sebagai terapi tambahan yang aman dan efektif dalam manajemen luka kronik.

 

Gambar: Ilustrasi (Sumber: Iakobchuk-Envato element)

Referensi:

1. Amran NH, Satali SM, Manaf HAS, Abidin NZ, Ahmad S, Tiah A. Adjunctive mesenchymal stem cell secretome therapy for a chronic hard to heal wound in a patient with multiple comorbids: a case report. Medical Research Archives 2025; 13(12). https://doi.org/10.18103/mra.v13i12.7179.

2. Ibrahim R, Mndlovu H, Kumar P, Adeyemi SA, Choonara YE. Cell secretome strategies for controlled drug delivery and wound-healing applications. Polymers. 2022;14(14). doi:10.3390/polym14142929.


Share this article
Related Articles
Related Products