Detail Article

Suplementasi Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik Bermanfat pada Pertumbuhan Bayi dan Anak

dr. Elda O Panggabean
Jan 08
Share this article
565831350358537af5fb54afd3288276.jpg
Updated 09/Jan/2026 .

Pertumbuhan anak sangat dipengaruhi oleh kesehatan mikrobiota usus, terutama pada dua tahun pertama kehidupan ketika kolonisasi bakteri berlangsung sangat dinamis. Faktor-faktor seperti penggunaan antibiotik, kelahiran sesar, tidak mendapatkan ASI, infeksi saluran cerna berulang, hingga sanitasi yang buruk dapat menyebabkan disbiosis, yaitu ketidakseimbangan mikrobiota usus. Disbiosis berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi, meningkatkan inflamasi usus, dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan bayi dan anak. Suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah suplementasi probiotik, prebiotik, dan sinbiotik dapat meningkatkan berat dan tinggi badan bayi dan anak.

Beberapa tahun terakhir, probiotik, prebiotik, dan sinbiotik banyak diteliti sebagai intervensi yang dapat menyeimbangkan mikrobiota usus. Sejumlah penelitian melaporkan manfaat pada pertumbuhan, namun beberapa studi lain menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Untuk memperjelas hal tersebut, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memberikan gambaran tentang efek ketiga intervensi tersebut terhadap pertumbuhan anak, baik dari berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, indeks massa tubuh, maupun z-score pertumbuhan.


Peneliti mengikuti panduan PRISMA dan melakukan pencarian sistematis hingga Juni 2024. Studi yang diikutkan adalah meta-analisis dari uji klinis acak (RCT) yang membandingkan probiotik, prebiotik, atau sinbiotik dengan plasebo pada bayi dan anak. Sebanyak 26 meta-analisis memenuhi kriteria inklusi, mencakup 72.285 peserta dari berbagai negara dan populasi. Intervensi diberikan dalam berbagai dosis—mulai dari 2×10⁷ hingga 1030×10⁹ CFU—dengan durasi rata-rata 18 minggu. Analisis statistik dilakukan menggunakan model random-effects untuk menghitung efek gabungan (standardized mean difference/SMD). Peneliti mengevaluasi heterogenitas antar studi menggunakan I² dan melakukan analisis subkelompok berdasarkan usia, kondisi medis, jenis intervensi, durasi pemberian, dosis, dan kualitas studi.


Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian probiotik, prebiotik, dan sinbiotik secara konsisten berhubungan dengan peningkatan berat badan dan tinggi badan anak. Efek peningkatan berat badan terlihat signifikan dan relatif stabil pada berbagai kelompok, termasuk bayi sehat, bayi prematur, anak dengan kondisi medis tertentu, serta pada intervensi dengan durasi yang lebih panjang. Peningkatan tinggi badan juga ditemukan signifikan, meskipun angkanya kecil, dan paling jelas pada bayi prematur serta studi dengan kualitas metodologis tinggi. Sebaliknya, intervensi ini tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap indikator pertumbuhan relatif, seperti indeks massa tubuh (BMI), lingkar kepala, maupun z-score pertumbuhan (WAZ, HAZ, WHZ, dan BMIAZ). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun terjadi peningkatan absolut pada berat dan tinggi badan, perubahan tersebut belum cukup besar untuk menggeser posisi anak secara signifikan pada kurva pertumbuhan standar WHO. Temuan peningkatan WAZ hanya dilaporkan pada satu studi berkualitas tinggi dan belum dapat digeneralisasi.


Hasil penelitian ini menegaskan bahwa probiotik, prebiotik, dan sinbiotik memberikan manfaat nyata terhadap pertumbuhan fisik anak, terutama dalam peningkatan berat dan tinggi badan. Efek positif ini ditemukan pada berbagai kelompok, baik anak sehat maupun anak dengan kondisi medis, termasuk bayi prematur, sehingga menunjukkan bahwa respons pertumbuhan tidak terbatas pada populasi tertentu. Secara biologis, manfaat tersebut diduga terkait dengan perbaikan keseimbangan mikrobiota usus, peningkatan penyerapan nutrisi, penguatan barier usus, penurunan inflamasi, serta produksi asam lemak rantai pendek sebagai sumber energi tambahan. Meski demikian, peningkatan berat dan tinggi badan yang terjadi belum cukup besar untuk memengaruhi z-score pertumbuhan. Variasi antar studi, perbedaan strain, dosis, dan durasi intervensi, serta keterbatasan data mengenai strain paling efektif, menjadi faktor pembatas. Secara keseluruhan, probiotik, prebiotik, dan sinbiotik berperan sebagai dukungan tambahan terhadap pertumbuhan, bukan pengganti intervensi nutrisi dasar, dengan manfaat yang lebih konsisten pada pemberian jangka panjang.


Kesimpulan:

Penelitian ini memberikan bukti bahwa suplementasi probiotik, prebiotik, dan sinbiotik dapat meningkatkan berat dan tinggi badan bayi dan anak, baik pada populasi sehat maupun berisiko, termasuk bayi prematur. Namun, tidak ditemukan efek bermakna terhadap BMI, lingkar kepala, dan z-score pertumbuhan. Studi masa depan perlu mengevaluasi strain spesifik, dosis optimal, durasi intervensi yang ideal, serta mekanisme biologis yang lebih terperinci agar dapat memberikan rekomendasi yang lebih terarah untuk aplikasi klinis.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato element)

Referensi:

An S, Kong J, Ghorbani A, Dehghani A, Alizadeh S. Effect of pro-, pre- and synbiotic supplementation on the growth of infants and children: an umbrella systematic review and meta-analysis. J Paediatr Child Health. 2025 Mar;61(3):354-368. doi: 10.1111/jpc.16789.

Share this article
Related Articles