Detail Article

Suplementasi Coenzyme Q10 dan L-carnitine untuk Penurunan Berat Badan

dr. Lyon Clement
Agt 06
Share this article
b1eec9c9807e1e285a13624503e19f82.jpg
Updated 06/Agt/2026 .

Obesitas merupakan masalah kesehatan global utama yang berkaitan dengan berbagai gangguan metabolik, kardiovaskular, muskuloskeletal, dan neoplastik. Bukti terkini menunjukkan bahwa disfungsi mitokondria, stres oksidatif, dan inflamasi kronis berkontribusi terhadap patogenesis obesitas, sehingga menyoroti coenzyme Q10 (CoQ10) dan L-carnitine sebagai suplemen terapeutik yang potensial. Tinjauan ini mengevaluasi bukti yang mendukung peran kedua zat tersebut dalam pengelolaan berat badan. Studi praklinik menunjukkan bahwa suplementasi CoQ10 memperbaiki metabolisme lipid, mengurangi inflamasi jaringan adiposa, stres oksidatif, dan akumulasi lemak pada model hewan obesitas. Temuan klinis menunjukkan kadar CoQ10 yang lebih rendah pada individu obesitas, meskipun bukti mengenai efek langsung terhadap penurunan berat badan masih belum konsisten. Sebaliknya, CoQ10 telah menunjukkan manfaat dalam memperbaiki komorbiditas metabolik seperti non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) dan DM tipe-2. L-carnitine meningkatkan β-oksidasi asam lemak di mitokondria dan berpotensi memperbaiki regulasi metabolik melalui aktivasi PPAR-γ serta efek antiinflamasi. Meta-analisis terhadap 37 uji klinik menunjukkan penurunan bermakna pada berat badan, indeks massa tubuh, dan massa lemak setelah suplementasi L-carnitine. Secara keseluruhan, CoQ10 dan L-carnitine berpotensi mendukung tata laksana obesitas, terutama bila dikombinasikan dengan intervensi diet, olahraga, atau strategi penurunan berat badan lainnya.


Obesitas merupakan akumulasi lemak tubuh yang berlebih dan berhubungan dengan peningkatan berbagai risiko berbagai penyakit seperti sindrom metabolik, DM tipe II, perlemakan hati, penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, dan stroke, beberapa jenis kanker seperti kanker endometrium, payudara, dan kolon, serta osteoartritis. Kini, obesitas menjadi perhatian khusus dalam kesehatan global.

Tata laksana obesitas diawali dengan modifikasi diet dan olahraga, yang kemudian dapat diikutsertakan dengan pilihan terapi lainnya seperti obat-obatan, misalnya orlistat, agonis reseptor GLP-1 (seperti semaglutide), hingga tindakan pembedahan bariatrik. Walaupun berbagai suplemen juga tersedia secara luas untuk membantu mengendalikan berat badan, mayoritas suplemen tersebut belum dapat dipastikan efikasi dan keamanannya.

Studi terkini memperlihatkan potensi suplementasi dua zat yang memiliki peran dalam metabolisme energi di mitokondria, yaitu coenzyme Q10 (CoQ10) dan L-carnitine, dalam mendukung penurunan berat badan bagi pasien dengan obesitas. Patogenesis obesitas melibatkan adanya disfungsi mitokondria stres oksidatif, dan inflamasi yang merupakan potensi target terapeutik berdasarkan mekanisme kerja CoQ10. Sementara itu, L-carnitine memegang peranan penting dalam oksidasi asam lemak pada otot rangka dan otot jantung, sehingga berperan dalam produksi energi dan juga terkait dengan metabolisme glukosa. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai peran suplementasi CoQ10 dan L-carnitine untuk menurunkan berat badan secara ilmiah berbasis bukti.


Suplementasi Coenzyme Q10 untuk Penurunan Berat Badan

Dalam studi praklinik, ditemukan kadar CoQ10 yang lebih rendah pada jaringan adiposa subkutan tikus obesitas; defisiensi serupa juga ditemukan pada jaringan adiposa manusia dengan obesitas. Suplementasi CoQ10 menurunkan peningkatan profil lipid plasma dan mengurangi ekspresi mRNA sitokin proinflamasi TNF-α pada jaringan adiposa tikus obesitas. Studi lain menunjukkan bahwa suplementasi analog CoQ10, yaitu mitoquinone, mampu menurunkan massa lemak dan stres oksidatif pada tikus dengan obesitas yang diinduksi oleh diet. Pemberian CoQ10 juga memperbaiki metabolisme lipid dan mengurangi massa lemak pada tikus dengan obesitas akibat diet.

Dalam studi klinis, Grenier-Larouche, et al. mengukur kandungan CoQ10 serta status redox pada jaringan adiposa omental dan subkutan wanita dengan berat badan normal, kelebihan berat badan, dan obesitas. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita obesitas memiliki kadar CoQ10 yang lebih rendah dan tingkat peroksidasi lipid yang lebih tinggi. Namun, tidak semua studi klinis melaporkan manfaat suplementasi CoQ10 pada obesitas. Sebuah meta-analisis dari RCT oleh Ghavami, et al. gagal menunjukkan efek signifikan suplementasi CoQ10 terhadap parameter antropometrik seperti berat badan, body mass index, dan lingkar pinggang. Meski demikian, dua RCT lainnya menunjukkan bahwa CoQ10 mampu memperbaiki inflamasi dan kerusakan hati pada pasien NAFLD. Selain itu, CoQ10 juga memperbaiki kontrol glikemik pada pasien DM tipe II serta meningkatkan fungsi ginjal pada pasien CKD, yang keduanya merupakan komorbiditas yang sering menyertai obesitas.

Dari sudut pandang lain, beberapa studi klinis yang menggunakan pendekatan kombinasi dengan suplemen yang berhubungan dengan fungsi mitokondria telah menunjukkan manfaat pada pasien obesitas. Sebagai contoh, sebuah uji klinis terkontrol secara acak yang memberikan kombinasi beberapa nutrien untuk meningkatkan fungsi mitokondria, termasuk CoQ10 dan alpha-lipoic acid, melaporkan perbaikan bermakna pada berat badan, komposisi tubuh, dan biomarker metabolik pada subjek obesitas. Beberapa meta-analisis dari uji klinik yang mengevaluasi suplementasi L-carnitine pada individu obesitas juga menyimpulkan bahwa nutrien ini efektif dalam menurunkan berat badan, IMT, maupun lingkar pinggang. Oleh karena itu, suplementasi berbagai nutrien yang mendukung fungsi mitokondria normal pada individu obesitas masih memerlukan penelitian lebih lanjut.


Suplementasi L-carnitine untuk Penurunan Berat Badan

Terdapat beberapa mekanisme yang dapat menjelaskan efek menguntungkan L-carnitine terhadap berat badan dan komposisi tubuh. Pertama, L-carnitine memfasilitasi proses β-oksidasi asam lemak rantai panjang di dalam mitokondria. Kedua, L-carnitine diketahui dapat menginduksi ekspresi peroxisome proliferator-activated receptor-γ (PPAR-γ) pada tingkat mRNA maupun protein. Aktivasi PPAR-γ dapat mencegah sintesis asam lemak di hati pada tikus kaektik serta berpotensi menurunkan konsentrasi serum tumor necrosis factor-α (TNF-α) dan interleukin-6 (IL-6). PPAR-γ juga berperan dalam diferensiasi adiposit melalui penyimpanan asam lemak rantai panjang dalam bentuk triasilgliserol dan pemanfaatan adiponektin oleh adiposit guna mempertahankan aktivitas metabolik dan sensitivitas insulin.

Bukti klinis yang mengevaluasi efek L-carnitine, suatu zat yang menyerupai vitamin, terhadap penurunan berat badan menunjukkan hasil yang bervariasi. Oleh karena itu, sebuah meta-analisis dilakukan untuk menilai pengaruh suplementasi L-carnitine terhadap berat badan dan komposisi tubuh dengan menganalisis 37 uji klinik yang melibatkan 2.292 peserta serta melakukan analisis respons terhadap dosis. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi L-carnitine secara signifikan menurunkan berat badan (Weighted Mean Difference [WMD]: 1,21 kg; 95% CI: 1,73–0,68; p < 0,001), indeks massa tubuh (WMD: 0,24 kg/m²; 95% CI: 0,37–0,10; p = 0,001), dan massa lemak (WMD: 2,08 kg; 95% CI: 3,44–0,72; p = 0,003). Hubungan respons terhadap dosis nonlinier ditemukan antara suplementasi L-carnitine dan penurunan berat badan (p < 0,001), yang menunjukkan bahwa konsumsi 2.000 mg L-carnitine per hari memberikan efek maksimal pada orang dewasa. Namun, analisis subkelompok menunjukkan bahwa tidak terdapat perubahan bermakna pada individu dengan berat badan normal. Menariknya, penurunan berat badan yang lebih besar ditemukan pada subjek yang menerima L-carnitine dikombinasikan dengan diet rendah kalori, olahraga, dan agen penurun berat badan lainnya dibandingkan pada studi yang hanya menggunakan suplementasi L-carnitine saja.


 

Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato elements)

Referensi:

  1. Mantle D, Kozhevnikova S, Larsen S. Coenzyme Q10 and obesity: an overview. Antioxidants (Basel). 2025; 14: 871.
  2. Talenezhad N, Mohamadi M, Ramezani-Jolfaie N, Mozaflari-Khosravi H, Salehi-Abargouei A. Effects of l-carnitine supplementation on weight loss and body composition: A systematic review and meta-analysis of 37 randomized controlled clinical trials with dose-response analysis. Clin Nutr ESPEN. 2020; 37: 9-23.


Share this article
Related Articles