Detail Article

Suplemen Nutrisi Oral dan Konseling Diet Efektif untuk Perbaikan Komposisi Tubuh Anak Malnutrisi

dr. Dedyanto Henky S., M.Gizi, AIFO-K
Sep 23
Share this article
15368f6ce7fd54945b85fbbd2890efcb.jpg
Updated 01/Okt/2026 .

Status gizi yang buruk pada usia dini bukan hanya berdampak pada berat dan tinggi badan anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif serta meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit di kemudian hari. Selama ini, konseling diet menjadi pendekatan standar dalam penanganan malnutrisi anak. Namun, pendekatan ini sering kali kurang efektif karena kepatuhan keluarga yang rendah, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, dan tantangan praktis lain dalam kehidupan sehari-hari. Para peneliti mengkaji apakah penambahan suplemen nutrisi oral, atau yang dikenal dengan istilah suplemen nutrisi oral atau oral nutritional supplement (ONS), dapat menjadi solusi tambahan yang lebih efektif dibandingkan konseling diet saja.


Anak-anak usia 1 hingga 6 tahun berada pada fase pertumbuhan yang sangat krusial, di mana kebutuhan energi dan zat gizi mikro seperti kalsium, zat besi, zinc, serta vitamin D sangat tinggi untuk mendukung pertumbuhan tulang, otot, dan sistem imun. Namun, banyak anak yang berisiko atau sudah mengalami malnutrisi tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai hanya melalui perubahan pola makan biasa. Suatu penelitian dilakukan bertujuan melihat apakah pemberian ONS berbasis protein dari susu sapi yang diperkaya berbagai zat gizi, dapat memberikan manfaat tambahan bagi pertumbuhan dan komposisi tubuh anak-anak tersebut.


Penelitian ini dilakukan dalam bentuk uji klinis acak terkontrol multi-pusat (multi-center randomized controlled trial) yang melibatkan 159 anak di Thailand. Para peserta dibagi secara acak menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang hanya menerima konseling diet, dan kelompok yang menerima konseling diet ditambah pemberian ONS sebanyak 420 mL per hari selama tiga bulan. ONS yang digunakan memiliki kandungan energi 1 kkal per mL dan diperkaya dengan kalsium, vitamin D, zat besi, dan zinc. Untuk melihat perkembangan anak, para peneliti melakukan pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) serta komposisi tubuh menggunakan metode bioelectrical impedance analysis (BIA) khusus untuk anak berusia tiga tahun ke atas. Pengukuran dilakukan pada awal penelitian, bulan pertama, dan bulan ketiga.

 

Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini:

  • Peningkatan berat badan lebih baik pada kelompok ONS. Setelah tiga bulan intervensi, anak-anak yang mendapatkan tambahan ONS mengalami kenaikan berat badan sebesar rata-rata 0,16 kg lebih tinggi dibandingkan kelompok yang hanya mendapat konseling diet.
  • Pertumbuhan tinggi badan yang lebih optimal. Anak-anak pada kelompok ONS juga menunjukkan pertambahan tinggi badan yang lebih signifikan, yaitu sekitar 0,42 cm lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.
  • Perbaikan status gizi berdasarkan z-score. Nilai weight-for-age (berat badan menurut usia) pada kelompok ONS meningkat lebih baik sebesar 0,10 poin dibandingkan kelompok konseling diet saja. Selain itu, nilai weight-for-height (berat badan menurut tinggi badan) juga menunjukkan kecenderungan perbaikan pada kelompok ONS.
  • Peningkatan massa bebas lemak (fat-free mass). Kelompok yang mendapat ONS mengalami peningkatan massa bebas lemak yang lebih tinggi, baik pada evaluasi bulan pertama maupun bulan ketiga.
  • Peningkatan massa otot lunak (soft lean mass). Pada bulan ketiga, kelompok ONS menunjukkan peningkatan soft lean mass sebesar 0,39 kg lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, sebuah temuan yang penting karena menunjukkan bahwa pertambahan berat badan bukan berasal dari lemak semata.
  • Tidak ada perbedaan signifikan pada massa lemak dan massa otot rangka. Menariknya, meskipun berat badan dan massa bebas lemak meningkat, tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam hal massa lemak tubuh maupun massa otot rangka antara kedua kelompok, yang mengindikasikan bahwa manfaat ONS lebih terarah pada perbaikan komposisi tubuh secara sehat, bukan sekadar penambahan lemak.


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ONS ke dalam program konseling diet memberikan asupan energi, lemak, dan zat gizi mikro yang lebih konsisten dibandingkan hanya mengandalkan perubahan pola makan. Hal ini penting karena banyak keluarga yang mengalami kesulitan menerapkan rekomendasi diet secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, sehingga ONS dapat menjadi jembatan untuk memastikan anak tetap mendapatkan asupan gizi yang memadai.

 

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kombinasi antara pemberian ONS dan konseling diet terbukti lebih efektif dibandingkan konseling diet saja dalam mendukung pertumbuhan linear (tinggi badan) dan perbaikan komposisi tubuh, khususnya peningkatan massa bebas lemak dan massa otot lunak, pada anak-anak usia 1 hingga 6 tahun yang mengalami malnutrisi atau berisiko malnutrisi. Manfaat ini tidak hanya terlihat dari sisi penambahan berat badan, tetapi juga dari kualitas pertumbuhan itu sendiri, di mana peningkatan yang terjadi lebih mengarah pada pembentukan jaringan otot yang sehat dan bermanfaat bagi kesehatan metabolik anak dalam jangka panjang.


Gambar: Ilustrasi (Sumber: jcomp-Freepik)

Referensi:

1.    Suteerojntrakool O, Thaweekul P, Saengnipanthkul S, Wannaphahoon K, Mekangkul E, et al. Effects of oral nutritional supplement on growth and body composition in malnutrition at risk and malnourished children: MARVEL study, a multi-center randomized controlled trial. Eur J Nutr. 2026;65(4):135.

2.    Khanna D, Yalawar M, Saibaba PV, Bhatnagar S, Ghosh A, et al. Oral Nutritional Supplementation Improves Growth in Children at Malnutrition Risk and with Picky Eating Behaviors. Nutrients. 2021;13(10):3590.

 


Share this article
Related Articles
Related Products
822b20921961ae70f628331602b6c75f.png
7f07afe13fa3ef94dd63c6c9dc4eeba4.jpeg
a14aa175c8c971fe8dba2905498a49af.jpeg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
4431c44b99239f5ffe960a390cc0d22c.jpg
cf47e2b402582616756299e22ff132d3.png
8cba86d6aea6dace6eda16b3d224c743.jpg
329f06f44e84c415597b1b0760b54e06.jpeg