Detail Article

Single-use Negative Pressure Wound Therapy (sNPWT) untuk Banyak Kasus Luka yang Sulit Sembuh Menunjukkan Hasil Signifikan pada Penyembuhan Luka

dr. Desta W. Restu
Jul 16
Share this article
f87246d45b0e9a1c104a24c77cee9985.jpg
Updated 22/Jul/2026 .

Pada 7 pasien luka yang sulit sembuh dengan berbagai ukuran dan etiologi (2 kasus dengan dehisensi pasca-operasi, 4 kasus dengan pressure injury, dan 1 kasus dengan luka trauma pada pasien diabetes) didapatkan hasil penerapan sNPWT dalam manajemen luka menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam penyembuhan luka.

Dalam beberapa tahun terakhir, single-use negative pressure wound therapy (sNPWT) tanpa kanister semakin banyak digunakan karena lebih praktis, higienis, ekonomis, dan mudah diterapkan dibandingkan NPWT konvensional yang memerlukan kanister. Sistem tanpa kanister ini juga memiliki keunggulan dalam mengurangi risiko kontaminasi luka sekaligus meningkatkan efisiensi perawatan, menjadikannya pilihan yang efektif dalam manajemen berbagai jenis luka.

 

Subjek dalam penelitian Gerlee & Hober (2024) dipilih secara acak, 7 pasien dewasa dengan luka yang sulit sembuh dengan berbagai ukuran dan etiologi (2 kasus dengan dehisensi pasca-operasi, 4 kasus dengan pressure injury, dan 1 kasus dengan luka trauma pada pasien diabetes) dari di dua klinik di Swedia dan satu di Australia. Pasien dijadwalkan untuk penggantian dressing dua kali seminggu.

 

Kasus 1: Wanita, 78 tahun, pasca-operasi obstruksi usus dengan komplikasi berupa penumpukan seroma, yang dikeringkan beberapa kali selama periode 3 bulan. Saat pemeriksaan luka awal, luka berukuran 60 x 25 mm. Setelah 8 hari, luka mengecil menjadi 35 x 10 mm. Luka tertutup sepenuhnya setelah 12 hari penggunaan.


Kasus 2: Wanita, 42 tahun, menjalani abdominoplasti. Pasca-operasi mengalami dehisensi luka, yang tidak menunjukkan tanda-tanda penyembuhan dengan perawatan luka standar dan terapi antibiotik. Satu bulan setelah operasi, luka berukuran 15 x 30 mm. Dalam 5 hari, ukuran luka menjadi 2 x 10 mm. Pasien dirawat dengan sNPWT selama 20 hari sebelum beralih ke dressing silikon. Luka sembuh sepenuhnya 6 minggu setelah operasi.


Kasus 3: Pria, 74 tahun, dengan diabetes mengalami cedera traumatis pada kaki. Luka berukuran 60 x 40 mm dengan kedalaman 8 mm. Pasien menjalani debridemen nekrotik dan kemudian menerima sNPWT. Dalam 3 hari setelah aplikasi, pengurangan ukuran luka menjadi 50 x 40mm, dengan kedalaman 2–3 mm. Delapan hari kemudian, area luka semakin mengecil menjadi 25 x 25 mm dengan kedalaman 1 mm. sNPWT dihentikan setelah 4 minggu perawatan dan area luka kemudian diobati dengan gel luka. Penutupan luka sepenuhnya tercapai dalam waktu kurang dari 8 minggu.


Kasus 4: Pria, 69 tahun, menjalani amputasi kaki 8 tahun yang lalu karena pressure injury. Pasien kemudian menjalani revisi tulang karena pertumbuhan berlebih pada tungkai, dengan ukuran luka awal 60 x 35 mm. Perawatan dengan sistem sNPWT diberikan dan setelah 8 hari luka telah mengecil menjadi 15 x 15 mm. Sekitar 2 minggu kemudian, luka mengecil menjadi 10 x10 mm dan permukaannya menunjukkan epitelisasi.


Kasus 5: Wanita, 59 tahun, menjalani abdominoplasti dengan komplikasi dehisensi luka berukuran 20 x 30mm, namun karena cairan luka yang berlebihan, sNPWT harus dihentikan setelah 2 hari. Satu minggu kemudian, sNPWT diterapkan kembali; luas luka menjadi 12 mm2. Dalam 4 hari, luas luka berkurang menjadi 7 mm2.


Kasus 6: Wanita, 26 tahun, datang dengan pressure injury di area siku kiri. Dalam waktu 45 hari, luka tersebut sembuh sepenuhnya dengan sNPWT.


Kasus 7: Pria, 38 tahun, datang dengan pressure injury di malleolus lateral. Luka berukuran 10 x 10 mm dan kedalaman 5 mm. Sebelumnya luka diterapi dengan dressing standar selama 2,5 tahun dan dialihkan menjadi menggunakan sNPWT. Penyembuhan luka sepenuhnya diamati setelah 6 bulan.


Kesimpulan:

Dari ke-7 pasien yang dilakukan intervensi dengan menggunakan sNPWT menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam penyembuhan luka. 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato elements)

Referensi:

  1. Gerlee M, Høbber C. Using a single-use, canister-free negative pressure wound therapy on recalcitrant wounds: a case report series. Wounds International. 2024;15(4).
  2. Morykwas MJ, Argenta LC, Shelton-Brown EI, McGuirt W. Vacuum-assisted closure: a new method for wound control and treatment: animal studies and basic foundation. Ann Plast Surg. 1997;38(6):553–62.
Share this article
Related Articles
Related Products
cc7f9568a3fcdc82348afb297c5664ed.jpeg
4ba3e19a122881f9214568ab28734079.jpg
d9e04228feba274e954728ecbe866edb.jpg
30525a8dda13bda97ac1ffa62a674c8d.jpg
a67d87d747817244a7ad753d94390bef.jpg
f1c4932666d7961bdb81cc54b0574e59.jpg
43d664ed58e6ac453f8aac1bb579344e.jpg
675849deb1dfbe178e826a3854285e42.jpg
f8a19fbbeef3b0fd6e24a8ebf345930c.jpg
10e06dd93fdfbc451f6d0acf389dfaaf.jpg