Detail Article
Penggunaan Obat Kombinasi Dextromethorphan dan Bupropion Efektif dalam Terapi Gangguan Depresi Mayor
dr. Allen
Sep 07
Share this article
47150f62071d3ec618b7a0764dae6012.jpg
Updated 16/Sep/2022 .

Gangguan depresi mayor ditandai dengan suasana hati yang tertekan (atau lekas marah pada anak-anak) atau kehilangan kesenangan atau minat selama minimal 2 minggu. Hasil penelitian membuktikan efikasi kombinasi dextromethorphan 45 mg dan bupropion 105 mg dalam tata laksana gangguan depresi mayor mampu menurunkan tingkat depresi melalui skala MADRS dan CGI. 


Gejala yang dirasakan adalah suasana hati yang tertekan hampir sepanjang hari, berkurangnya minat atau kesenangan pada hampir semua aktivitas sepanjang hari, perubahan berat badan lebih dari 5% yang tidak dikehendaki, insomnia atau hipersomnia, kecemasan setiap hari yang dapat diamati oleh orang lain, kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari, perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan, berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, ataupun adanya ide atau upaya bunuh diri.

 

Tata laksana pada pasien dengan gangguan depresi mayor yang direkomendasikan American College of Physicians (ACP) adalah menggunakan golongan antidepresan generasi kedua (second generation antidepressant/SGA). Beberapa obat yang dapat digunakan adalah bupropion, citalopram, escitalopram, fluoxetine, fluvoxamine, nefazodone, paroxetine, sertraline, atau venlafaxine. Pada tanggal 18 Agustus 2022, kombinasi dextromethorphan 45 mg dan bupropion 105 mg mendapat persetujuan FDA untuk indikasi gangguan depresi mayor pada pasien dewasa. Dosis yang digunakan adalah satu tablet sehari pada pagi hari untuk tiga hari pertama. Selanjutnya, dosis ditingkatkan menjadi dua kali satu tablet per hari dengan jarak minimal delapan jam. Pemberian dosis tidak boleh melebihi dua dosis per hari.

 

Untuk melihat efikasi dan keamanannya, terdapat studi GEMINI yang meneliti efikasi dan keamanan kombinasi obat dekstrometorfan 45 mg dan bupropion 105 mg, dalam pengobatan gangguan depresi mayor. Penelitian ini merupakan penelitian tersamar ganda, fase tiga, terkontrol plasebo, yang melibatkan 327 pasien. Pasien tersebut dibagi menjadi dua kelompok, 163 pasien mendapatkan kombinasi obat dan 164 pasien mendapat plasebo selama enam minggu. Penilaian efikasi dilihat dari nilai Montgomery-Asberg Depression Rating Scale (MADRS) dan Clinician Global Impression (CGI). Semakin tinggi nilai MADRS dan CGI-S, maka tingkat depresi semakin berat. Hasil efikasinya didapatkan bahwa kombinasi obat dekstrometorfan 45 mg dan bupropion 105 mg secara signifikan menurunkan nilai MADRS dibandingkan dengan plasebo sejak minggu pertama hingga akhir penelitian pada minggu keenam (p = 0.002). Penurunan nilai MADRS pada kelompok obat sebesar 15,9 dan plasebo sebesar 12,0.

 

Selain itu, didapatkan perbedaan remisi yang signifikan di antara kedua kelompok yang terlihat pada minggu kedua (p = 0,013) dengan selisih perbedaan yang semakin jauh pada akhir penelitian (p<0,001). Kelompok obat memberikan remisi yang secara signifikan lebih baik dengan jumlah remisi 39,5% dan plasebo 17.3% pada akhir penelitian. Remisi didefinisikan dengan nilai MADRS ≤ 10.


Kelompok obat memberikan penurunan MADRS ≥50% yang lebih baik secara signifikan bila dibandingkan plasebo pada akhir penelitian (54,0% versus 34,0%, p < 0,001). Selain penurunan MADRS, perbaikan nilai CGI juga ditemukan pada kelompok obat. Kelompok obat memberikan penurunan CGI-I dan CGI-S yang lebih baik secara signifikan bila dibandingkan plasebo pada akhir penelitian. Keamanan kombinasi dextromethorphan 45 mg dan bupropion 105 mg dilihat dari kejadian yang tidak diinginkan yang terjadi selama masa penelitian. Total kejadian yang tidak diinginkan dialami oleh 61,7% pasien pada kelompok obat dan 45,1% pasien pada kelompok plasebo. Tidak ada kejadian bunuh diri yang terjadi pada kedua kelompok. Tidak ada tanda-tanda withdrawal setelah penggunaan obat dihentikan.

 

Simpulan:

Hasil penelitian ini membuktikan efikasi kombinasi dextromethorphan 45 mg dan bupropion 105 mg dalam tata laksana gangguan depresi mayor mampu menurunkan tingkat depresi melalui skala MADRS dan CGI. Penggunaan obat ini juga dapat ditoleransi dengan cukup baik tanpa menimbulkan efek ketergantungan.

 


Gambar: Ilustrasi (Foto oleh Dương Nhân-Pexels)

Referensi:

1.Brooks M. FDA approves “rapid-acting” oral drug for major depression [Internet]. Medscape [Internet]. 2022 [cited 2022 Aug 28]. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/979568?src=WNL_trdalrt_pos1_ous_220823&uac=1629AZ&impID=4561253

2. Stewart J. Auvelity (dextromethorphan and bupropion) FDA approval history [Internet]. [cited 2022 Aug 31]. Available from: https://www.drugs.com/history/auvelity.html

3. JEste DV, Lieberman JA, Fassler D, Peele SR. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. 5th ed. Washington, DC: American Psychiatric Association; 2013.

4. Qaseem A, Barry MJ, Kansagara D, Clinical Guidelines Committee of the American College of Physicians. Nonpharmacologic versus pharmacologic treatment of adult patients with major depressive disorder: A clinical practice guideline from the American College of Physicians. Annals of internal      medicine 2016;164(5:350–9. https://doi.org/10.7326/M15-2570

5. Auvelity (dextromethorphan 45 mg and bupropion 105 mg) [Package Insert]. New York: Axsome Therapeutics; 2022.

6. Iosifescu DV, Jones A, O'Gorman C, Streicher C, Feliz S, Fava M, et al. Efficacy and safety of AXS-05 (dextromethorphan-bupropion) in patients with major depressive disorder: A phase 3 randomized clinical trial (GEMINI). J Clin Psychiatry 2022;83(4):21m14345. doi: 10.4088/JCP.21m14345. PMID:35649167.

 



Share this article
Related Articles
Mecobalamin 500 mcg mendukung Agen Prokinetik untuk Meningkatkan Khasiat dan Laju Pengosongan Lambung secara signifikan, Menurunkan Motilin serum pada Gastroparesis Diabetik
dr. Lupita Wijaya | 07 Feb 2022
Penggunaan Entecavir dan Tenovofir terhadap Fungsi Ginjal dan Densitas Massa Tulang, Ini Perbandingannya
dr. Josephine Herwita Atepela | 10 Feb 2022
Meta-analisis, Penggunaan Dexmedetomidine vs Propofol pada Pasien Sepsis Dengan Ventilator
dr. Laurencia Ardi | 27 Des 2021
Vaksin DNA: Vaksin Generasi Keempat
dr. Kupiya Timbul Wahyudi | 21 Jul 2021
Vaksin COVID-19, Tidak Mempengaruhi DNA Manusia
Kupiya Timbul Wahyudi | 19 Jul 2021
Dapatkan Persetujuan Badan POM, Kalbe Lakukan Uji Klinik Vaksin COVID-19 GX-19N
Admin | 09 Jul 2021