Detail Article
Tocilizumab Efektif Menurunkan Mortalitas Pasien COVID-19 Rawat Inap, Ini Studi Meta-Analisis
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA
Agt 02
Share this article
e2171b615c3e4683d2b341b681a4a3fb.jpg
Updated 03/Agt/2022 .

Pada pasien COVID-19 dengan gejala berat, dapat terjadi badai sitokin di mana terjadi peningkatan kadar sitokin pro-inflamasi yang memperberat inflamasi pada pasien. Oleh karena itu, pada pasien COVID-19 dengan gejala berat, obat anti-inflamasi seperti: kortikosteroid, tocilizumab, sarilumab, baricitinib dapat bermanfaat. 


Dr. Albuquerque dan tim dari Brazil dan Canada melakukan sebuah meta-analisis yang dipublikasi tahun 2022 di jurnal Clinical Microbiology and Infection, yang mengevaluasi manfaat tocilizumab, sarilumab, baricitinib, untuk menurunkan mortalitas pada pasien COVID-19 rawat inap yang mendapatkan pengobatan kortikosteroid.

 

Para peneliti melibatkan 27 uji klinik acak dengan total 13549 pasien. Hasilnya:

· Tocilizumab secara bermakna menurunkan mortalitas dengan Odds Ratio: 0,78 (95% credible interval [CrI]: 0,65 sampai 0,94).

· Baricitinib cenderung menurunkan mortalitas dengan Odds Ratio: 0,78 (95% CrI: 0,56 sampai 1,03), namun tidak bermakna.

· Sarilumab cenderung menurunkan mortalitas dengan Odds Ratio: 0,91 (95% CrI: 0,60 sampai 1,40), namun tidak bermakna.

 

Kesimpulan:

Tocilizumab secara bermakna menurunkan mortalitas pada pasien COVID-19 rawat inap, sedangkan baricitinib dan sarilumab, keduanya cenderung menurunkan mortalitas, tetapi tidak berbeda bermakna.

 

 

Gambar: Ilustrasi (Sumber: kjpargeter - Freepik)

Referensi:

Albuquerque AM, Eckert I, Tramujas L, Butler-Laporte G, McDonald EG, Brophy JM, et al. Effect of tocilizumab, sarilumab, and baricitinib on mortality among patients hospitalized for COVID-19 treated with corticosteroids: A systematic review and meta-analysis. Clin Microbiol Infect. 2022 Jul 18:S1198-743X(22)00372-X. doi: 10.1016/j.cmi.2022.07.008.


Share this article
Related Articles
Baricitinib Bermanfaat Menurunkan Mortalitas Pasien COVID-19 Rawat Inap
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 29 Jun 2022
Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Ini yang Perlu Diketahui
dr. Dita Arccinirmala | 14 Jun 2022
COVID-19 Varian XE, Pertama Ditemukan di Inggris, Ini yang Perlu Diketahui
dr. Dita Arccinirmala | 07 Apr 2022
Metabolit Molnupiravir >100x Lebih Aktif daripada Favipiravir atau Ribavirin terhadap SARS-CoV-2
dr. Johan Indra Lukito | 21 Mar 2022
Molnupiravir Efektif Kurangi Risiko Rawat Inap atau Kematian Pasien COVID-19 Dewasa yang Tidak Dirawat di Rumah Sakit
dr. Johan Indra Lukito | 08 Mar 2022
Vaksin COVID-19 Trivalent Inhalasi Memberikan Imunitas yang Superior Dibandingkan dengan Vaksin Intramuskuler
dr. Hasna Mardhiah | 01 Mar 2022
Sediaan Vitamin D3 antara Tablet dan Oil Drops, Apakah Sama Efektifnya?
dr. Esther Kristiningrum | 14 Feb 2022
Vaksin COVID-19 Dosis Keempat, Apakah Diperlukan?
dr. Hasna Mardhiah | 11 Feb 2022
FDA AS Memperluas Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Rawat Jalan dengan COVID-19 Derajat Ringan-Sedang
dr. Johan Indra Lukito | 27 Jan 2022
COVID-19 Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Diabetes pada Pasien Di bawah 18 tahun
dr. Hasna Mardhiah | 18 Jan 2022