Detail Article
Upadacitinib Memperbaiki Gejala Dermatitis Atopi Derajat Sedang - Berat
Dr. Nugroho Nitiyoso, MBA.
Jun 10
Share this article
82a2eda9529d1e1e89af4c20d9d7301e.jpg
Updated 05/Jul/2022 .

Dermatitis atopi adalah penyakit alergi / atopi yang terjadi pada kulit dengan gejala berupa gatal, inflamasi, ruam dan sisik / skuama. Penyakit ini dapat terjadi pada anak-anak, remaja, atau dewasa. Karena dermatitis atopi adalah penyakit alergi, maka pengobatannya pun berupa obat-obatan anti-alergi, misalnya corticosteroid. Pengobatan diprioritaskan menggunakan pengobatan topikal, namun pada kasus sedang hingga berat, memungkinkan untuk menggunakan pengobatan sistemik apabila pasien tidak respons terhadap pengobatan topikal.

Dr. Simpson dan tim dari USA melakukan sebuah uji klinik yang dipublikasi di JAMA Dermatology tahun 2022, yang mengevaluasi efikasi upadacitinib pada pasien dermatitis atopi sedang-berat berusia dewasa (Measure Up 1) dan remaja (Measure Up 2). Sebanyak 1609 pasien diacak 1 : 1 : 1 (upadacitinib 15 mg : upadacitinib 30 mg : placebo) menjadi: Upadacitinib 15 mg (273 dewasa & 260 remaja); Upadacitinib 30 mg (270 dewasa & 268 remaja); placebo (121 dewasa & 120 remaja). Parameter yang dievaluasi adalah 75% improvement pada Eczema Area and Severity Index and Validated Investigator Global Assessment for Atopic Dermatitis score. 


Dari studi tersebut didapatkan hasil sebagai berikut: Pada minggu ke-52 52, 75% improvement in the Eczema Area and Severity Index tercapai pada 82% (95% CI, 77.0%-86.9%) dan 79,1% (95% CI, 73.9%-84.4%) pada dosis 15 mg dan 84,9% (95% CI, 80.3%-89.5%) dan 84,3% (95% CI, 79.6%-89.0%) pada dosis 30 mg (untuk dewasa dan remaja). 


Dan peneliti menyimpulkan bahwa upadacitinib dosis 15 mg atau 30 mg, keduanya efektif meredakan gejala dermatitis atopi sedang-berat pada pasien dewasa dan remaja. 



Gambar: Ilustrasi (sumber: https://www.klikdokter.com/)

Referensi: Simpson EL, et al. Efficacy and Safety of Upadacitinib in Patients With Moderate to Severe Atopic Dermatitis: Analysis of Follow-up Data From the Measure Up 1 and Measure Up 2 Randomized Clinical Trials. JAMA Dermatol . 2022 Apr 1;158(4):404-413.

Share this article
Related Articles
Phosphatidylcholine dan Sodium Deoxycholate Memberikan Manfaat untuk Terapi Lemak Lokal.
Dr. Della Sulamita | 27 Jul 2022
Suplementasi Probiotik Strain Lactobacillus dan Bifidobacterium pada Wanita Hamil Mencegah Eksema pada Anak
dr. Josephine Herwita | 18 Jul 2022
Peran Vitamin untuk Kulit Sehat
dr. Della Sulamita | 24 Jun 2022
Perawatan Mengencangkan Kulit
dr. Della Sulamita Mahendro | 09 Jun 2022
Studi Hewan Coba, Astaxanthin pada Penyembuhan Membantuk Proses Penyembuhan Luka Mukosa Hidung
Dr. Della Sulamita Mahendro | 08 Jun 2022
Vitamin C pada Pigmentasi Melanin pada Gusi dan Kulit, Ini Efeknya
dr. Della Sulamita | 10 Mei 2022
Alopesia, Berisiko Tiga Kali Lipat Terjadi Demensia
dr. Kupiya | 05 Nov 2021
Upadacitinib Lebih Efektif dari Dupilumab pada Dermatitis Atopi Sedang-Berat
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 27 Sep 2021
NPWT pada Luka Bakar Anak, Apa Manfaatnya?
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 31 Agt 2021
Vitamin D Memperbaiki Gejala Dermatitis Atopik pada Anak, Benarkah?
dr. Esther Kristiningrum | 16 Agt 2021