Detail Article
Probiotik Kumur Bermanfaat Menurunkan Jumlah Bakteri Penyebab Karies Gigi pada Anak
dr. Josephine Herwita Atepela BC
Jun 07
Share this article
679542c3c0309e65a81bf90e18c67c52.jpeg
Updated 07/Jun/2022 .

Riskesdas 2018 menyatakan sebanyak 93% anak usia 5-6 tahun mengalami karies gigi primer dan hanya 7% anak Indonesia yang tidak mengalami masalah karies gigi. Streptococcus mutans adalah mikroorganisme yang memegang peran penting dalam pembentukan dan penumpukan plak yang kemudian berkembang menjadi karies.

Penggunaan probiotik mampu menurutkan koloni dari bakteri Streptococcus mutans yang dipercaya menjadi salah satu penyebab terjadinya karies gigi pada anak dan dewasa. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Drg. Siti Salmiah dari Department of Pediatric Dentistry, Faculty of Dentistry, University of Sumatera Utara dan kolega yang telah dipublikasikan dalam Advances in Health Sciences Research. 2022.


Dalam studinya Salmiah dan kolega melakukan sebuah studi terhadap 30 anak sehat usia 12-15 tahun di Medan untuk membandingkan efektivitas teh hijau, probiotik, dan klorheksidin 0,2% sebagai pencuci mulut dalam menurunkan jumlah bakteri penyebab plak gigi, Streptococcus mutans


Hasil uji menunjukkan bahwa cuci mulut dengan teh hijau sama efektifnya dengan klorheksidin 0,2%. Sedangkan, cuci mulut dengan larutan probiotik disebutkan lebih efektif dalam menurunkan jumlah Streptococcus mutans pada saliva dibandingkan dengan teh hijau ataupun klorheksidin 0,2%. 


Oleh karena itu, peneliti dalam studi ini menyimpulkan bahwa pemberian larutan sebagai cuci mulut merupakan alternatif pengendalian plak gigi yang efektif dan aman pada anak usia 12-15 tahun. Sayangnya, studi ini tidak menjelaskan secara rinci dosis dan pelarutan yang digunakan.



Gambar: Ilustrasi (sumber: https://sitn.hms.harvard.edu/flash/2017/tooth-decay-epidemic-americas-poorest-children/)

Referensi:

Salmiah S, Khairunnisa K, Ndruru E, Farahdiba A. Effectiveness comparison of green tea, probiotic, and chlorhexidine mouthrinses against streptococcus mutans in 12-15 years old children in Medan City. Advances in Health Sciences Research. 2022.

Share this article
Related Articles
Efikasi Analgesik Etoricoxib Pasca-Operasi Molar Ketiga, Ini Studi Meta-Analisisnya
dr. Johan Indra Lukito | 25 Apr 2022
Pemberian Vitamin C pada Hiperpigmentasi Gusi, Sebaiknya dengan Mesoterapi atau Gel Topikal?
dr. Devina Ciayadi | 11 Nov 2021