Detail Article
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI): Kewaspadaan Dini Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya
Redaksi
Mei 04
Share this article
5c8551b474d0810eb9a5336f76034d8f.jpg
Updated 05/Mei/2022 .

IDAI mengeluarkan panduan mencegah anak terinfeksi hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya pada 2 Mei 2022. Panduan IDAI merespons kewaspadaan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia setelah dilaporkan adanya tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya dan meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Gejala yang ditemukan berupa mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang, dan penurunan kesadaran. Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.

 

Adapun menurut IDAI, beberapa gejala dan tanda hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya ini antara lain:

Gejala:

1.   Penurunan kesadaran

2.   Demam tinggi atau riwayat demam

3.   Perubahan warna urin (gelap) dan/atau feses (pucat)

4.   Kuning

5.   Gatal

6.   Nyeri sendi atau pegal-pegal

7.   Mual, muntah, nyeri perut

8.   Lesu, dan/atau hilang nafsu makan

9.   Diare

Tanda:

Serum Aspartate transaminase (AST) atau Alanine transaminase (ALT) lebih dari 500 U/L

 

Dalam hal ini pencegahan menurut IDAI antara lain:

1. Masyarakat tetap tenang dan berhati-hati

2. Mencegah infeksi dengan:

  • Mencuci tangan
  • Meminum air bersih yang matang
  • Makan makanan yang bersih dan matang penuh
  • Membuang tinja dan atau popok sekali pakai pada tempatnya
  • Menggunakan alat makan sendiri-sendiri
  • Memakai masker dan menjaga jarak

3. Mendeteksi secara dini gejala hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

 

Diagnosis Kerja Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya

Confirmed

  • Seseorang dengan Hepatitis Akut (tidak ditemukan virus hepatitis A-E)
  • Aspartate transaminase (AST) atau Alanine transaminase (ALT) lebih dari 500 U/L
  • Usia <10 tahun
  • Sejak 1 Januari 2022

Possible

  • Seseorang dengan Hepatitis Akut (tidak ditemukan virus hepatitis A-E)
  • Aspartate transaminase (AST) atau Alanine transaminase (ALT) lebih dari 500 U/L
  • Usia 11-16 tahun
  • Sejak 1 Januari 2022

Epi-Linked

  • Seseorang dengan Hepatitis Akut (tidak ditemukan virus hepatitis A-E)
  • Semua usia
  • Memiliki kontak dengan confirmed case
  • Sejak 1 Januari 2022

 

Mengenai 3 kasus yang ada di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut. Jika anak-anak memiliki gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas harap segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.



Gambar: Ilustrasi (Freepik)

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan. Masyarakat agar waspada setelah 3 pasien anak dengan hepatitis akut meninggal dunia [Internet]. 2022 May 01. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220501/3939769/masyarakat-agar-waspada-setelah-3-pasien-anak-dengan-hepatitis-akut-meninggal-dunia/
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Kewaspadaan dini hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. 2022 May 02.


Share this article
Related Articles
Seputar HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease)
dr. Johan Indra Lukita | 20 Jun 2022
PEG-3350 vs Magnesium Hidroksida untuk Konstipasi Bayi dan Anak
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 16 Jun 2022
Mengenal Adenovirus, Diduga Kuat Berhubungan dengan "Hepatitis Unknown Etiology"
dr. Kupiya | 12 Mei 2022
Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Prematuritas, Pertumbuhan Janin dan Infeksi Postpartum
dr. Josephine Herwita Atepela BC | 13 Jan 2022
Hubungan Status Vitamin D Maternal pada Kehamilan dengan Neurodevelopment Bayi
dr. Josephine Herwita Atepela | 28 Des 2021
Kurangnya Vitamin D Selama Hamil Meningkatkan Risiko Berat Badan Lahir Rendah
dr. Martinova Sari Panggabean | 01 Nov 2021
Vitamin D dan Autisme, Apa Kaitannya?
dr. Esther Kristiningrum | 12 Jul 2021
Anemia pada Kehamilan Meningkatkan Risiko Terjadinya Spektrum Autisme
dr. Josephine Herwita Atepela | 19 Mei 2021