Detail Article
Efek "early vs late" Suplementasi Nutrisi Parenteral Pasien Bedah Abdomen
dr. Laurencia Ardi
Apr 11
Share this article
93d48234cd9ad4d1dffc2815a56f65a1.jpg
Updated 12/Apr/2022 .

Pemberian early suplementasi nutrisi parenteral (pada hari ke-3 setelah pembedahan) dapat menurunkan kejadian infeksi nosokomial dan efek samping lainnya pada pasien yang menjalani bedah abdomen. Hal ini merupakan hasil dari salah satu studi yang dilakukan oleh Dr. Xuejin Gao dari Department of General Surgery, Jinling Hospital, Medical School of Nanjing University, Nanjing, China dan kolega yang telah dipublikasikan secara online dalam JAMA Surgery Maret 2022. 


Studi tersebut merupakan penelitian multisenter, acak yang bertujuan untuk menilai efek pemberian suplementasi nutrisi parenteral early (E-SPN) atau late (L-SPN) terhadap kejadian infeksi nosokomial pada pasien yang menjalani bedah abdomen. Definisi early suplementasi nutrisi parenteral adalah suplementasi nutrisi parenteral diberikan hari ke-3 setelah pembedahan, sedangkan L-SPN adalah suplementasi nutrisi parenteral diberikan hari ke-8 setelah pembedahan. Pasien yang diberikan suplementasi nutrisi parenteral adalah yang mempunyai risiko status nutrisi yang tinggi dan mempunyai toleransi dengan nutrisi enteral yang buruk (target energi yang dicapai ≤ 30%. Subjek sebanyak 229 pasien yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok E-SPN (n=115) dan kelompok L-SPN (n=114).


Hasilnya menunjukkan pada kelompok E-SPN rerata energi yang diperoleh secara bermakna lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok L-SPN (p<0,001). Kejadian infeksi nosokomial juga secara bermakna lebih rendah pada kelompok E-SPN dibandingkan dengan kelompok L-SPN (10/115 [8,7%] vs 21/114 [18,4%]; risk difference, 9,7%; 95% CI, 0,9%-18,5%; p=0,04). Tidak ada perbedaan yang bermakna antara 2 kelompok terhadap kejadian komplikasi non-infeksius (31/115 [27,0%] vs 38/114 [33,3%]; risk difference, 6,4%; 95% CI, −5,5% sampai 18,2%; p=0,32) dan total efek samping (75/115 [65,2%] vs 82/114 [71,9%]; risk difference, 6,7%; 95% CI, −5,3% sampai 18,7%; p=0,32).



Gambar: Ilustrasi (sumber: www.freepik.com - 1m images)

Referensi: Gao X, Liu Y, Zhang L, Zhou D, Tian F, Gao T, et al. Effect of Early vs Late. Supplemental Parenteral Nutrition in Patients Undergoing Abdominal Surgery: A Randomized Clinical Trial. JAMA Surg. 2022. doi:10.1001/jamasurg.2022.0269.


Share this article
Related Articles
Meta-analisis, Efektivitas dan Keamanan HES 130/0,4 pada Pembedahan Dan Trauma
dr. Laurencia Ardi | 20 Mei 2022
Cadexomer Iodine Efektif Memperbaiki Penyembuhan Luka Kronik
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 02 Nov 2021
Dexmedetomidine Menurunkan Kejadian Post-operative Delirium
dr. Laurencia Ardi | 22 Okt 2021
Pemberian Granisetron Tunggal untuk Cegah PONV, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi | 14 Okt 2021
Penggunaan Dexmedetomidine sebagai Sedasi Pasien COVID-19, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi | 28 Sep 2021
Pemberian HES 6% 130/0,4 vs NaCl 0,9% pada Pasien yang Menjalani Operasi Mayor Abdomen, Bagaimana Efeknya?
dr. Laurencia Ardi | 06 Sep 2021
Pemberian Atorvastatin dalam Terapi Hematoma Subdural Kronik, Apa Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 15 Jul 2021
Efektivitas Rocuronium dan Succinylcholine pada Operasi Mikrolaringeal, Manakah yang Lebih Baik?
dr. Laurencia Ardi | 24 Jun 2021
Metaanalisis - Negative Pressure Wound Therapy Efektif Menurunkan Risiko Infeksi Pasca Sternotomi
Dr. Nugroho Nitiyoso, MBA. | 14 Jun 2021
Propofol sebagai Sedasi Pasien Sepsis, Bagaimana Efektivitasnya?
dr. Laurencia Ardi | 29 Mar 2021