Detail Article
Anosmia Pada Covid-19, Bagaimana Mekanismenya?
dr. Kupiya
Nov 24
Share this article
01b2108bb5abd6d6859911e24504c45c.jpg
Updated 25/Nov/2021 .

Terjadinya anosmia, hilangnya atau perubahan indra penciuman, adalah salah satu gejala COVID-19 yang paling umum dialami oleh hampir 53% dari mereka yang terkena. Beberapa hipotesis menjelaskan mekanisme anosmia pada pasien yang menderita COVID-19. Dalam suatu studi yang dilakukan oleh Dr. Raziyeh Najafloo dan kolega yang telah dipublikasikan dalam ACS Chemical Neuroscience baru-baru ini telah membahas mengenai mekanisme serta beberapa usulan strategi baru untuk pengobatan anosmia jangka panjang akibat infeksi COVID-19.

Dalam studi ini mencakup semua penelitian yang menyelidiki gangguan penciuman setelah infeksi COVID-19 dan menjelaskan kemungkinan alasan untuk anosmia yang berkorelasi, termasuk sindrom "cleft olfactory", peradangan lokal pada epitel hidung, apoptosis awal sel penciuman, perubahan silia penciuman dan transmisi bau, kerusakan sel mikroglia, efek pada bulbus olfaktorius, cedera epitel olfaktorius, dan kerusakan neuron olfaktorius dan sel punca.


Pertanyaan kunci yang muncul di bidang ini telah dibahas, seperti mengapa anosmia lazim bervariasi di antara kategori usia dan di antara jenis kelamin dan korelasi anosmia dengan infeksi COVID-19 ringan atau berat. Reseptor enzim pengubah angiotensin 2 berperan penting dalam mekanisme anosmia pada pasien COVID-19. Berdasarkan penelitian saat ini, pendekatan baru untuk mengobati COVID-19 yang lama dengan anosmia yang sedang berlangsung telah diusulkan. Bidang pengiriman obat pintar, rekayasa jaringan, dan terapi sel memberikan strategi hipotesis yang dapat meminimalkan efek samping dari perawatan saat ini dan mendukung pemulihan sistem penciuman yang efisien.



Gambar: Ilustrasi (sumber: https://pursuit.unimelb.edu.au/)

Referensi:

Najafloo R, Majidi J, Asghari A, Aleemardani M, Kamrava SK, Simorgh S, et al. Mechanism of anosmia caused by symptoms of COVID-19 and emerging treatments. ACS Chem Neurosci [Internet]. 2021;12(20):3795–805 [cited 2021 Nov 23]. Available from: https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/acschemneuro.1c00477


Share this article
Related Articles
Negative Pressure Wound Therapy Efektif Memperbaiki Pressure Injury
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 02 Jul 2021
Cadexomer Iodine Efektif Memperbaiki Penyembuhan Luka Kronik
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 11 Mei 2021
Upadacitinib Efektif Meredakan Gejala Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 28 Apr 2021