Detail Article
Citicoline Meningkatkan Fungsi Memori pada Lanjut Usia Sehat
dr. Yohanes Jonathan
Nov 22
Share this article
18184ff152e7d6b5ebf7e09be77cce51.jpg
Updated 19/Nov/2021 .

Citicoline merupakan neuroprotektor yang seringkali diberikan pada pasien stroke, cedera kepala, atau Parkinson, namun efek citicoline pada lanjut usia (lansia) sehat belum diketahui sepenuhnya.


Sebuah penelitian dilakukan pada lansia sehat dengan rentang usia 50–85 tahun yang menderita age-associated memory impairment (AAMI). Penelitian pada Januari–Desember 2018 dengan desain acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo ini dilakukan dengan membagi 100 peserta penelitian menjadi 2 kelompok, yaitu penerima citicoline oral (500 mg/hari) dan penerima plasebo.


Pasien melakukan tes fungsi memori, kemudian menerima obat (citicoline atau plasebo) selama 12 minggu, dan akhirnya akan dilakukan tes fungsi memori ulang. Tes akan dilakukan menggunakan tes berbasis computer (Cambridge Brain Sciences, Ontario, Canada). Seluruh peserta yang terlibat akan dilakukan pengukuran keamanan rutin, termasuk pertanyaan kejadian tidak diinginkan, berat badan, tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium darah dan panel metabolik. Analisis dilakukan menggunakan ANCOVA untuk keluaran primer dan sekunder, serta koreksi Bonferroni untuk perbandingan ganda.


Hasil akhir ditunjukkan dari 99 peserta yang berhasil menyelesaikan studi. Setelah pemberian obat bagi masing-masing kelompok selama 12 minggu, kelompok penerima citicoline menunjukkan peningkatan lebih baik yang signifikan pada memori episodik (ingatan mengenai urutan suatu peristiwa) dibandingkan kelompok plasebo (rerata: 0,15 vs. 0,06; p=0,0025). Memori gabungan, dihitung dari nilai 4 tes memori, juga menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok plasebo (rerata: 3,78) dibandingkan kelompok plasebo (rerata: 0,72; p=0,0052).

 

Simpulan:

Konsumsi citicoline selama 12 minggu meningkatkan fungsi memori, terutama memori episodik pada lansia sehat dengan age-associated memory impairment (AAMI). Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi citicoline secara rutin memiliki tingkat keamanan yang baik dan berpotensi menguntungkan bagi lansia penderita AAMI.

 


Gambar: Ilustrasi (Photo by Ivan Samkov from Pexels.jpg)

Referensi:

Nakazaki E, Mah E, Sanoshy K, Citrolo D, Watanabe F. Citicoline and memory function in healthy older adults: a randomized, double-blind, placebo-controlled clinical trial. J Nutr. 2021;151(8):2153-2160. doi:10.1093/jn/nxab119


Share this article
Related Articles
Konsumsi vitamin B12 selama 12 bulan, Apa Manfaatnya pada Pasien dengan Neuropati Diabetik?
dr. Johan Indra Lukito | 13 Okt 2021
Defisiensi Vitamin D dan Risiko Stroke Iskemik, Apa Kaitannya?
dr. Esther Kristiningrum | 03 Sep 2021
Injeksi Intradermal Toksin Botulinum A pada Neuropatik DM Sangat Nyeri, Bagaimana Efektivitasnya?
dr. Lupita Wijaya | 03 Agt 2021
Citicoline Memperbaiki Kesadaran, Kognitif, dan Kualitas Hidup pada Pasien Cedera Kepala
dr. Lupita Wijaya | 27 Jul 2021
Mecobalamin Efektif untuk Bayi Baru Lahir dengan Defisiensi Vitamin B12
dr Lupita Wijaya | 08 Jun 2021
Kekurangan Vitamin D Meningkatkan Risiko Gangguan Kognitif Pasca-Stroke
dr. Esther Kristiningrum | 20 Mei 2021
Manfaat Citicoline Injeksi Intravena pada Anak Pasca Henti Jantung
Dr. Lupita Wijaya | 03 Mei 2021
Botulinum Toxin A Menurunkan Nyeri, Frekuensi Sakit Kepala, dan Jumlah Konsumsi Analgetik pada Nyeri Orofasial
dr. Lupita WIjaya | 30 Apr 2021
Citicoline Oral secara signifikan memperbaiki Atensi/vigilance psikomotor dan Memori Kerja Subjek Sehat
Dr. Lupiya Wijaya | 15 Apr 2021
Citicoline Memperbaiki Motorik secara Signifikan pada Pasien Stroke Iskemik Akut
dr Lupita Wijaya | 31 Mar 2021