Detail Article
Nebulisasi sebagai Terapi Pemeliharaan Penyakit Paru Obstruktif Kronik di Rumah, Ini Tipsnya
dr. Della Sulamita
Nov 04
Share this article
0634c79dafe75d27e04b65c964835bcb.jpg
Updated 11/Nov/2021 .

Paru adalah organ internal yang paling rentan terkena infeksi dan cedera akibat paparan eksternal seperti partikel, bahan kimia, dan mikroorganisme penyebab infeksi. Masalah respirasi akan menyebabkan disabilitas dan kematian pada beberapa negara di dunia. 

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama yang terjadi di seluruh dunia. Banyak pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit akibat PPOK dan komplikasinya. Diperkirakan 65 juta orang mengalami PPOK derajat sedang hingga berat, dimana 3 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya, sehingga PPOK menduduki penyebab kematian ke 3 di dunia.

 

Terapi inhalasi adalah landasan dalam terapi penyakit paru obstruktif terutama PPOK. Akhir-akhir ini semakin banyak jenis perangkat inhalasi yang ditemukan sebagai terapi pengobatan paru. Alat-alat terapi inhalasi seperti pressurized metered-dose inhalers (pMDIs), dry powder inhalers (DPIs), dan breath-actuated inhalers, nebulizers dianggap mudah digunakan dan tidak membutuhkan kekuatan tangan atau kemampuan kognitif.


Kunci utama dalam terapi pemeliharaan dengan nebulisasi pada pasien dengan PPOK antara lain:

- Menentukan Pasien yang Sesuai

PPOK merupakan penyakit yang berhubungan dengan usia tua dan penyakit komorbid lainnya. Penggunaan device yang harus dipegang seperti pMDI atau DPI akan menurunkan optimalisasi obat jika tidak digunakan dengan benar. Pemilihan terapi nebulisasi adalah pilihan tepat untuk terapi pasien usia tua dengan PPOK

· Persepsi Penggunaan Nebulizer di Rumah pada Pasien PPOK dan Pendamping

Studi oleh dr. Sharafkhaneh menyatakan bahwa pasien dan pendamping menyatakan puas dengan terapi nebulisasi. Sebanyak 80% pasien dan pendamping mengatakan penggunaan nebulizer lebih baik dibandingkan pMDI/PDI.

· Pemilihan Obat yang disetujui untuk Terapi Nebulisasi

Obat nebulisasi pada pasien PPOK dikategorikan berdasarkan cara kerja dan waktu kerjanya. Studi yang membandingkan pemberian obat nebulizer versus pMDI pada pasien PPOK menunjukkan hasil peningkatan fungsi, perbaikan gejala dan kualitas hidup yang hampir sama.

· Pemilihan Alat Nebulizer

Terdapat beberapa jenis nebulizer seperti jet, ultrasonic, dan mesh nebulizer. Masing-masing memiliki kelemahan dan keuntungan yang berbeda-beda, sehingga dapat disesuaikan dengan keadaan pasien.


Kesimpulan studi ini adalah terapi nebulisasi dapat menjadi alternatif terapi yang cocok pada pasien penyakit paru obstruktif kronik dengan keterbatasan fisik atau kognitif. Manfaat nebulisasi dapat dioptimalkan dengan pemilihan obat dan alat nebulizer yang sesuai, konseling pasien dan pendamping, penilaian rutin, dan pemeriksaan lanjutan.



Gambar: Ilustrasi (www.freepik.com)

Referensi:

Talwar D, Ramanathan R, Lopez M, Hegde R, Gogtay J, Goregaonkar G. The emerging role of nebulization for maintenance treatment of chronic obstructive pulmonary disease at home. Lung India Off Organ Indian Chest Soc. 2021;38(2):168–73. 

Share this article
Related Articles
Defisiensi Vitamin E Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Kejadian TB
dr. Esther Kristiningrum | 07 Apr 2021