Detail Article
Efek Vaksin COVID-19 pada Pasien dengan Terapi Imunosupresan, Bagaimana?
dr. Esther Kristiningrum
Okt 11
Share this article
592ed3dd5feb498ceb2142d9ba0a4678.jpg
Updated 13/Okt/2021 .

Studi COVaRiPAD (COVID-19 Vaccine Responses in Patients with Autoimmune Disease) oleh Deepak dan kawan-kawan yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine pada 31 Agustus 2021 telah meneliti respons imun terhadap vaksin SARS-CoV-2 pada pasien dengan terapi imunosupresan atau obat yang dapat menekan sistem imun. 


Studi dilakukan pada pasien penyakit inflamasi kronik atau penyakit autoimun seperti inflammatory bowel disease atau artritis rheumatoid dan individu yang imunokompeten yang telah mendapat 2 dosis vaksin SARS-CoV-2 berbasis mRNA. Imunukompeten artinya tubuh mampu membentuk respons kekebalan terhadap infeksi atau penyakit dengan baik. Dalam studi dilakukan pemeriksaan anti–SARS-CoV-2 spike (S) IgG+ binding antibodi netralisasi serta S-specific plasmablast sirkulasi untuk menilai respons humoral setelah vaksinasi.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa pada hampir 90% pasien penyakit inflamasi kronik dan semua individu imunokompeten terbentuk antibodi sebagai respons terhadap vaksinasi meskipun titer antibodi IgG anti-S lebih rendah pada beberapa pasien dengan penyakit inflamasi kronik. Plasmablast sirkulasi lebih tinggi pada individu imunokompeten dibanding pasien penyakit inflamasi kronik.


Titer IgG anti-S setelah vaksinasi lebih rendah pada pasien penyakit inflamasi kronik yang mendapat terapi glukokortikoid atau terapi deplesi sel B dibanding yang tidak. Titer netralisasi tampaknya secara umum konsisten dengan hasil IgG anti-S.


Temuan ini menunjukkan bahwa pasien penyakit inflamasi kronik dengan terapi glukokortikoid dan terapi deplesi sel B tampaknya memiliki respons antibodi terhadap vaksin SARS-CoV-2 yang lebih rendah dibanding yang tidak mendapatkan terapi tersebut.

 


Gambar: Ilustrasi (Photo by freepik - www.freepik.com)

Referensi:

1.  Deepak P, Kim W, Paley WA, Yang M, Carvidi AB, Demissie EG, et al. Effect of immunosuppression on the immunogenicity of mRNA vaccines to SARS-CoV-2. Annals of Internal Medicine 2021. DOI: 10.7326/M21-1757

2.  COVID-19 vaccine elicits antibodies in 90 percent taking immunosuppressants, study finds [Internet]. 2021 [cited 2021 Sept 23]. Available from: https://www.sciencedaily.com/releases/2021/08/210831112241.htm


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019