Detail Article
Miokarditis karena Vaksin COVID-19, Bagaimana Risiko berbanding Manfaatnya?
dr. Jane Cherub
Okt 06
Share this article
1febc78c5d609d3681317686a8ae6764.jpg
Updated 13/Okt/2021 .

Radang otot jantung (miokarditis) dan selaput jantung (perikarditis) diberitakan sebagai komplikasi langka dari vaksinasi of coronavirus disease 2019 (COVID-19) berbasis mRNA, terutama pada pria dewasa muda dan remaja. Menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kejadian miokarditis/perikarditis adalah 12,6 kasus per juta dosis kedua vaksin mRNA di antara individu berusia 12 hingga 39 tahun. Hal ini menimbulkan pertanyaan, miokarditis karena vaksin COVID-19 berbasis mRNA, bagaimana risiko berbanding manfaatnya?


Studi yang dilakukan Bozkurt, et al, dan dipublikasi dalam jurnal Circulation bulan Agustus 2021 mengevaluasi perbandingan risiko kejadian radang otot jantung (miokarditis) dan manfaat pemberian vaksin COVID-19 berbasis mRNA pada populasi berusia ≥12 tahun. Studi ini menganalisis 12 laporan dan seri kasus miokarditis setelah vaksinasi COVID-19 berbasis mRNA yang bersumber dari data rawat inap beberapa rumah sakit di Amerika Serikat, Italia, Israel, dan Spanyol

 

Hasil studinya:

1.    Kasus miokarditis jarang terjadi pasca-vaksinasi COVID-19 berbasis mRNA pada remaja dan dewasa muda dengan hasil penilaian risiko berbanding manfaat menunjukkan manfaat vasksinasi melebihi risikonya untuk semua kelompok umur dan jenis kelamin.

Gambar 1. Risiko kemungkinan miokarditis dengan vaksinasi mRNA COVID-19 dalam 120 hari setelah vaksinasi dan prediksi kasus COVID-19, rawat inap terkait COVID-19, perawatan di intensive care unit (ICU), dan kematian menurut usia kelompok dan seks yang dicegah dengan vaksinasi.

 

2.    Mengingat potensi risiko komplikasi jika terinfeksi COVID-19 termasuk rawat inap dan kematian bahkan pada orang dewasa yang lebih muda maka dinilai risiko-berbanding manfaat tetap sangat menguntungkan untuk dilakukan vaksinasi.

 

Gambar 2. Prediksi manfaat pengurangan rawat inap terkait COVID-19 dan kematian serta risiko miokarditis setelah dosis kedua vaksinasi mRNA COVID-19 berdasarkan kelompok umur.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan studi ini, vaksinasi COVID-19 tidak hanya mencegah rawat inap dan kematian terkait COVID-19, tetapi juga komplikasinya seperti miokarditis, sindrom inflamasi multisistem, dan gejala sisa pasca-akut dari infeksi SARS-CoV-2 atau long COVID-19. Dengan demikian, vaksinasi COVID-19 saat ini direkomendasikan untuk populasi berusia ≥ 12 tahun.

 

Kalbemed News - Miokarditis karena Vaksin COVID-19, Bagaimana Risiko Berbanding Manfaatnya?

Gambar: Ilustrasi (by kjpargeter - www.freepik.com)

Referensi:

Bozkurt B, Kamat I, Hotez PJ. Myocarditis with COVID-19 mRNA vaccines. Circulation. 2021 Aug 10;144(6):471-84. doi: 10.1161/CIRCULATIONAHA.121.056135.

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019