Detail Article
Penggunaan Dexmedetomidine sebagai Sedasi Pasien COVID-19, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi
Sep 28
Share this article
e784766605e122de1a4e2f137849a833.jpg
Updated 22/Okt/2021 .

Dexmedetomidine telah direkomendasikan sebagai obat sedasi pada pasien COVID-19. Namun, penggunaan dexmedetomidine masih terbatas karena efeknya yang dapat menurunkan denyut jantung dan tekanan darah, sedangkan pada pasien COVID-19 dikaitkan dengan manifestasi pada jantung termasuk bradiaritmia. Efek hemodinamik dexmedetomidine pada pasien COVID-19 belum diketahui dengan jelas. 


Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang menilai efek dexmedetomidine terhadap parameter hemodinamik dan pernapasan pasien COVID-19. Metodenya adalah single senter, retrospektif cohort, dengan jumlah subjek sebanyak 39 pasien COVID-19. Parameter primer yang dinilai adalah perubahan denyut jantung, mean arterial pressure (MAP), laju pernapasan, pressure of arterial blood/fraction of inspired oxygen-ratio (PF-ratio), dan Richmond Agitation and Sedation Score (RASS).

 

Hasilnya dari 39 pasien dengan rerata usia 58,3 (12,7) tahun setelah diberikan dexmedetomidine mengalami penurunan denyut jantung 16,9 (3,3) kali/menit (95% CI 9,5–22,4; p < 0,001). Setelah 12 jam pemberian dexmedetomidine, denyut jantung menurun secara bermakna pada jam ke-2 sampai 12.

  

Kejadian bradikardia dilaporkan sebanyak 12 pasien (30,8%) dan berkaitan dengan menurunnya kadar C-reactive protein (CRP), prokalsitonin, dan troponin-T. Tidak ada perubahan MAP dibandingkan dengan baseline. Pemberian dexmedetomidine berkaitan dengan perbaikan PF-ratio (p<0,001) dan penurunan RASS (p=0,004).

 

Simpulan:

Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa pemberian dexmedetomidine sebagai sedasi pada pasien COVID-19 efektif dan dapat memperbaiki oksigenasi yang ditandai dengan perbaikan pressure of arterial blood/fraction of inspired oxygen-ratio (PF-ratio).

 


Gambar: Ilustrasi (Photo by Anna Shvets from Pexels)

Referensi:

Uusalo P, Valtonen M, Järvisalo MJ. Hemodynamic and respiratory effects of        dexmedetomidine sedation in critically ill Covid-19 patients: A retrospective         cohort study. Acta Anaesthesiol Scand. 2021;00:1–10.



Share this article
Related Articles
Meta-analisis, Efektivitas dan Keamanan HES 130/0,4 pada Pembedahan Dan Trauma
dr. Laurencia Ardi | 20 Mei 2022
Efek "early vs late" Suplementasi Nutrisi Parenteral Pasien Bedah Abdomen
dr. Laurencia Ardi | 11 Apr 2022
Cadexomer Iodine Efektif Memperbaiki Penyembuhan Luka Kronik
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 02 Nov 2021
Dexmedetomidine Menurunkan Kejadian Post-operative Delirium
dr. Laurencia Ardi | 22 Okt 2021
Pemberian Granisetron Tunggal untuk Cegah PONV, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi | 14 Okt 2021
Pemberian HES 6% 130/0,4 vs NaCl 0,9% pada Pasien yang Menjalani Operasi Mayor Abdomen, Bagaimana Efeknya?
dr. Laurencia Ardi | 06 Sep 2021
Pemberian Atorvastatin dalam Terapi Hematoma Subdural Kronik, Apa Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 15 Jul 2021
Efektivitas Rocuronium dan Succinylcholine pada Operasi Mikrolaringeal, Manakah yang Lebih Baik?
dr. Laurencia Ardi | 24 Jun 2021
Metaanalisis - Negative Pressure Wound Therapy Efektif Menurunkan Risiko Infeksi Pasca Sternotomi
Dr. Nugroho Nitiyoso, MBA. | 14 Jun 2021
Propofol sebagai Sedasi Pasien Sepsis, Bagaimana Efektivitasnya?
dr. Laurencia Ardi | 29 Mar 2021