Detail Article
COVID-19 Varian Mu, Ini Faktanya
dr. Dita Arccinirmala
Sep 15
Share this article
a1f4964042de4cb71329b6b682433300.jpg
Updated 20/Sep/2021 .

Saat ini WHO sedang melacak varian COVID-19 baru yang disebut Mu, yang informasinya memiliki kemampuan untuk resisten atau kebal dari vaksin COVID-19 ataupun infeksi sebelumnya. Varian, yang juga dikenal sebagai B.1.621, pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada bulan Januari 2021dan hingga saat ini telah terdeteksi di 43 negara serta masuk ke dalam daftar "varian of interest" WHO.


Data awal menunjukkan bahwa varian Mu mungkin dapat memiliki kekebalan terhadap antibodi pada tingkat yang mirip dengan varian Beta, namun perlu dilakukan studi tambahan untuk hal ini. Mu memiliki mutasi E484K dan K417N yang diidentifikasi dalam varian Beta. Varian Beta, atau B.1.351, pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan telah menunjukkan beberapa kemampuan untuk kebal dari vaksin COVID-19.

 

Pada awal September 2021, prevalensi global varian Mu tampaknya kurang dari 0,1%, namun pada saat yang sama, prevalensi di Amerika Selatan telah "meningkat secara konsisten", hingga menjadi 39% kasus di Kolombia dan 13% kasus di Ekuador.

 

Lebih dari 4.700 kasus varian Mu telah diidentifikasi di seluruh dunia melalui sekuensing genomik. Amerika Serikat telah mengidentifikasi 2011 dari kasus-kasus ini, dengan 348 di antaranya ada di California. Hal yang perlu diperhatikan adalah potensi penyebaran meluas seperti yang terjadi dengan varian Delta, varian yang dapat melintasi dunia dalam waktu singkat.

 

WHO sedang memantau sembilan varian dengan mutasi genetik yang dapat membuatnya lebih menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah, dan kebal dari vaksin COVID-19. Varian Delta, yang sekarang menjadi bentuk virus yang dominan di AS dan di seluruh dunia, telah menyebabkan lonjakan kasus dan rawat inap pada musim panas ini.

 

Melihat Mu memiliki mutasi dari varian Delta dan Beta, apakah itu perlu dikhawatirkan? Ini menimbulkan pertanyaan apakah varian ini akan lebih resisten terhadap antibodi yang dihasilkan oleh vaksin. Hal ini menjadi perhatian utama bagi garis keturunan Beta.


Namun, pada prinsipnya cara terbaik untuk mencegah infeksi dari varian Mu ini sama dengan varian lainnya, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan seperti sering mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas, dan mendapatkan vaksinasi COVID-19. Selain itu, yang tak kalah penting adalah menjalani pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan olahraga secara rutin.



Gambar: Ilustrasi (photo by rawpixel.com - www.freepik.com)

Referensi:

1. Crist C. WHO tracking new COVID-19 variant called Mu [Internet]. 2021 Sept 2. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/958093

2. McNamara D. How Concerned Should We Be About the Mu Variant? [Internet]. 2021 Sept 9. Available from: https://www.medscape.com/viewarticle/958436#vp_2

3. Miller K. New COVID-19 Mu variant named a 'variant of interest'—Here's what to know [Internet]. 2021 Sept 1. Available from: https://www.health.com/condition/infectious-diseases/coronavirus/what-is-mu-covid-variant


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019