Detail Article
Omega-3 EPA dan DHA dalam Jaringan Adipose terhadap Risiko Fibrilasi Atrium, Apa Manfaatnya?
dr. Jane Cherub
Agt 09
Share this article
0ee63b1f3709346e1e161ff799cf4260.jpg
Updated 06/Agt/2021 .

Konsumsi asam lemak tak jenuh ganda omega-3 laut (PUFA) dapat dikaitkan dengan risiko fibrilasi atrium (atrial fibrillation/ AF) yang lebih rendah, tetapi hasilnya tidak konsisten dalam beberapa studi. Kandungan omega-3 yang dimaksud yaitu dalam bentuk eicosapentaenoic acid (EPA) and docosahexaenoic acid (DHA). 

Rix, et al, melakukan studi kasus-kohort berskala cukup besar untuk menguji hubungan antara kandungan EPA dan DHA jaringan adiposa (jaringan lemak tubuh) dan risiko insidens AF.


Studi kasus-kohort tersebut berdasarkan data dari the Danish Diet, Cancer and Health cohort, dengan total sebanyak 5.255 kasus insidens AF diidentifikasi selama 16,9 tahun periode tindak lanjut. Biopsi jaringan adiposa dikumpulkan pada awal (baseline) dari semua kasus dan dari subkohort yang diambil secara acak dari 3.440 peserta ditentukan dengan kromatografi gas. Data dianalisis menggunakan regresi Cox berbobot.


Data tersedia untuk 4.741 kasus insidens AF (2.920 pria dan 1.821 wanita). Peserta dalam kuintil EPA tertinggi banding terendah mengalami risiko AF 45% lebih rendah (pria HR: 0,55 [95% CI: 0,41-0,69]; wanita HR: 0,55 [0,41-0,72]). Untuk DHA, tidak ditemukan hubungan yang jelas pada pria, sedangkan pada wanita, peserta dengan kuintil DHA tertinggi di jaringan adiposa memiliki risiko 30% lebih rendah untuk kejadian AF (HR: 0,70 [95% CI: 0,54-0,91]) dibandingkan dengan peserta di kuintil terendah.


KESIMPULAN

Hubungan terbalik monoton ditemukan antara kandungan EPA dalam jaringan adiposa dan risiko AF, baik pada pria maupun wanita. Sementara, kandungan DHA berbanding terbalik dengan risiko AF pada wanita, sedangkan pada pria tidak ditemukan hubungan yang jelas.

 


Gambar: Ilustrasi (www.freepik.com)

Referensi:

1.)  Rix TA, Dinesen P, Lundbye-Christensen S, Joensen AM, Riahi S, et al. Omega-3 fatty acids in adipose tissue and risk of atrial fibrillation. Eur J Clin Invest. 2021 Jul 7:e13649. doi: 10.1111/eci.13649.

2.)  Rix TA, Joensen AM, Riahi S, Lundbye-Christensen S, Overvad K, Schmidt EB. Marine n-3 fatty acids in adipose tissue and development of atrial fibrillation: a Danish cohort study. Heart. 2013 Oct;99(20):1519-24. doi: 10.1136/heartjnl-2013-304385.


Share this article
Related Articles
Polusi Udara dan Kebisingan Tidak Menguntungkan untuk Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
dr. Kupiya | 26 Okt 2021
Penggunaan Antikoagulan Oral Direk pada Kondisi Khusus, Bagaimana?
dr. Jane Cherub | 29 Sep 2021
Pemberian Metoprolol Bermanfaat pada Pasien COVID-19 Kritis, Ini Studinya
dr. Jane Cherub | 20 Sep 2021
Suplementasi Krill Oil terhadap Kadar Kolin selama Perlombaan, Bagaimana Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 13 Sep 2021
Pemberian Tromboprofilaksis Heparin Dosis Terapeutik pada Pasien COVID-19 Non-kritis, Bagaimana Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 23 Agt 2021
Pemberian Atorvastatin dalam Terapi Hematoma Subdural Kronik, Apa Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 15 Jul 2021
Pemberian Antihipertensi Pagi atau Malam Hari yang Lebih Efektif Menurunkan Tekanan Darah?
dr. Della Sulamita | 07 Jul 2021
Krill Oil Efektif Meningkatkan Indeks Omega-3, EPA, dan DHA
dr. Lydia Febriana | 28 Jun 2021
Atorvastatin vs Rosuvastatin Dosis Tinggi Pasca PCI, Bagaimana Manfaatnya?
dr. Jane Cherub. | 23 Jun 2021
Manfaat Dual Antiplatelet Therapy untuk Pasien yang Menjalani Operasi Bypass
dr. Jane Cherub | 28 Mei 2021