Detail Article
Nutrisi Enteral Dini pada Pasien COVID-19 dengan Ventilator Mekanik, Bagaimana Keamanannya?
dr. Dedyanto Henky Saputra
Apr 08
Share this article
90ca68b96126f91386822e58511de701.jpg
Updated 06/Apr/2021 .

Berbagai guideline (ASPEN, ESPEN, AusPEN) merekomendasikan pada pasien COVID-19 sebaiknya dilakukan inisiasi nutrisi enteral dini (EEN) dalam 24-48 jam pertama setelah masuk ICU atau dalam 12 jam setelah pemasangan ventilasi mekanik. Bukti mendukung peran EEN dalam pemeliharaan integritas usus melalui berbagai mekanisme, yang dapat berkontribusi untuk membatasi translokasi patogen dan inflamasi sistemik. 

Hingga saat ini masih dibutuhkan bukti terkait keamanan dan toleransi nutrisi enteral khususnya pada pasien COVID-19 dengan kondisi kritis.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kejadian intoleransi saluran cerna yang berhubungan dengan EN (seperti diare, muntah, gastroparesis, dan konstipasi) selama minggu pertama, dan mengevaluasi hubungan antara data klinis dan laboratorium terhadap intoleransi saluran cerna dan defisit energi-protein pada pasien COVID-19 dengan kondisi kritis.

 

Suatu studi retrospektif pada pasien COVID-19 dengan kondisi kritis yang menggunakan ventilator mekanik. Dilakukan evaluasi terhadap manifestasi gastrointestinal dalam minggu pertama intubasi dan inisiasi nutrisi enteral. Sejumlah lima puluh dua pasien dilibatkan; 40,3% memiliki status gizi overweight, dan 46,2% obesitas.

 

Hasil evaluasi menunjukkan:

  • Selama 7 hari pertama EN, manifestasi intoleransi saluran cerna seperti muntah, diare, dan gastroparesis ditemukan pada 18 pasien (32,4%).
  • Hipernatremia (39%) merupakan kelainan elektrolit yang paling sering terjadi.
  • Hanya diagnosis cedera ginjal akut (AKI/acute kidney injury) yang dikaitkan dengan defisit energi yang lebih tinggi pada hari ke-7.
  • Tidak ada hubungan antara pemberian EN dan intoleransi saluran cerna yang diamati.
  • Pada hari ke 4, sebesar 94,5% pasien menerima lebih dari 80% kebutuhan energi dan 94,2% kebutuhan protein.
  • Akumulasi defisit energi dan protein pada hari ke-3 masing-masing adalah 2171,2 ± 945 kkal dan 114,9 ± 49,2 g; dan 2586,4 ± 1151 kkal, 133,3 ± 60,4 g pada hari ke 7.

 

Kesimpulan: Nutrisi enteral dini dimungkinkan untuk diberikan dan dapat ditoleransi dengan baik pada pasien COVID-19 yang menggunakan ventilator mekanik. Lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengonfirmasi manfaat terapi nutrisi pada perbaikan kondisi COVID-19.

 


Gambar : Ilustrasi (Photo by Alex Green from Pexels)

Referensi:

Padilla IO, Moguel NCR, Vargas AA, Llamazares SR. Safety and tolerance of enteral nutrition in COVID-19 critically ill patients, a retrospective study, Clinical Nutrition ESPEN 2021. https://doi.org/10.1016/j.clnesp.2021.02.015.


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019