Detail Article
Defisiensi Vitamin E Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Kejadian TB
dr. Esther Kristiningrum
Apr 07
Share this article
89102d16fd1cb4223644ada6d00fc940.jpg
Updated 06/Apr/2021 .

Tuberkulosis (TB) masih merupakan tantangan kesehatan umum global dengan perkiraan insidens 10,4 juta kasus di 2015 dan 1,8 juta kematian akibat TB. Ada peningkatan bukti kaitan antara defisiensi berbagai mikronutrien dan penyakit TB aktif. Beberapa studi sebelumnya juga telah menemukan kadar vitamin E yang lebih rendah pada pasien TB dibanding kontrol sehat.


Infeksi Mycobacterium tuberculosis menginduksi ledakan oksidatif dan stres oksidatif yang berlebihan dapat menyebabkan injuri jaringan dan mengganggu sistem imun. Oleh karena itu, mikronutrien antioksidan, seperti vitamin E, juga dapat berperan penting dalam pertahanan terhadap M.tuberculosis.

 

Suatu studi case-control telah menilai kaitan antara kadar 3 isomer vitamin E (a-tocopherol, g-tocopherol, and δ-tocopherol) plasma basal dan risiko progresivitas TB pada dewasa dan anak dengan paparan rumah tangga terhadap kasus terkonfirmasi TB. Hasilnya menunjukkan bahwa defisiensi a-tocopherol basal meningkatkan risiko kejadian penyakit TB (adjusted OR: 1,59; 95% CI: 1,02-2,50; p=0,04). Kadar δ-tocopherol yang terendah juga meningkatkan risiko progresivitas penyakit TB dibandingkan dengan kadar tertinggi (tertile 1 vs tertile 3, adjusted OR: 2,29; 95% CI 1,29-4,09; p-trend=0,005). Tidak ada kaitan antara kadar basal g-tocopherol dengan kejadian penyakit TB.


Dari hasil studi disimpulkan bahwa defisiensi vitamin E (khususnya a dan d-tocopherol) dikaitkan dengan peningkatan risiko kejadian penyakit TB. Penilaian status vitamin E di antara individu dengan risiko tinggi penyakit TB dapat berperan dalam usaha mengontrol TB.



Gambar : Ilustrasi (www.pexels.com)

Referensi:

1.   Alibana O, Franke MF, Huang C, Galea JT, Calderon R, Zhang Z, et al. Vitamin E status is inversely associated with risk of incident tuberculosis disease among household contacts. J Nutr 2018;148:56–62.

2.  Vijayamalini M, Manoharan S. Lipid peroxidation, vitamins C, E and reduced glutathione concentration in patients with pulmonary tuberculosis. Cell Biochem Funct 2004;22:19–22.


Share this article
Related Articles
Efek Perlindungan Statin terhadap Infeksi Tuberkulosis Aktif
Admin | 18 Nov 2018
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019