Detail Article
Propofol sebagai Sedasi Pasien Sepsis, Bagaimana Efektivitasnya?
dr. Laurencia Ardi
Mar 29
Share this article
e85339975d95d21885fdfd2c610d12b7.jpg
Updated 29/Mar/2021 .

Guidelines terbaru merekomendasikan pemberian sedasi ringan berupa dexmedetomidine atau propofol pada pasien dewasa yang menggunakan ventilator. Perbedaan dari kedua obat sedasi tersebut terhadap rangsangan, sistem imun, dan inflamasi belum diketahui dengan jelas. Begitu juga pengaruhnya terhadap keluaran pasien sepsis yang menggunakan ventilator dengan pemberian sedasi. 


Penelitian dilakukan secara multisenter, acak, tersamar ganda, pada subjek yang berjumlah 422 pasien sepsis yang menggunakan ventilator. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok dexmedetomidine dengan dosis 0,2-1,5 mcg/kgBB/jam (n=214) dan kelompok propofol dengan dosis 5-50 mcg/kgBB/menit (n=208). Dosis disesuaikan dengan target sedasi yang sudah diatur sebelumnya dengan menggunakan Richmond Agitation Sedation Scale (RAAS, dengan nilai skornya -5 tidak responsif sampai +4 agresif).

 

Parameter primer yang dinilai adalah waktu bebas delirium atau koma setelah 14 hari intervensi dan parameter sekundernya adalah bebas ventilator pada hari ke-28, kematian setelah 90 hari, serta fungsi kognitif dengan menggunakan Telephone Interview for Cognitive Status (TICS) kuesioner pada bulan ke-6.

 

Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna terhadap waktu bebas delirium atau koma setelah 14 hari intervensi (10,7 vs. 10,8 hari), hari bebas ventilator (23,7 vs. 24,0 days), kematian setelah 90 hari (38% vs. 39), atau kuesioner TICS pada bulan ke-6 (40,9 vs. 41,4; odds ratio, 0,94). Keamanan pada kedua kelompok sama. 


Simpulan:

Penggunaan propofol sebagai sedasi pada pasien sepsis dengan ventilator efektif dan aman seperti halnya penggunaan dengan dexmedetomidine.

 

Gambar: Ilustrasi (Photo by Anna Shvets from Pexels)

Referensi:

Hughes CG, Mailloux PT, Devlin JW, Swan JT, Sanders RD, Anzueto A, et al. Dexmedetomidine or propofol for sedation in mechanically ventilated adults with sepsis. NEJM [Internet]. 2021. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2024922. 


Share this article
Related Articles
Meta-analisis, Efektivitas dan Keamanan HES 130/0,4 pada Pembedahan Dan Trauma
dr. Laurencia Ardi | 20 Mei 2022
Efek "early vs late" Suplementasi Nutrisi Parenteral Pasien Bedah Abdomen
dr. Laurencia Ardi | 11 Apr 2022
Cadexomer Iodine Efektif Memperbaiki Penyembuhan Luka Kronik
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 02 Nov 2021
Dexmedetomidine Menurunkan Kejadian Post-operative Delirium
dr. Laurencia Ardi | 22 Okt 2021
Pemberian Granisetron Tunggal untuk Cegah PONV, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi | 14 Okt 2021
Penggunaan Dexmedetomidine sebagai Sedasi Pasien COVID-19, Apakah Efektif?
dr. Laurencia Ardi | 28 Sep 2021
Pemberian HES 6% 130/0,4 vs NaCl 0,9% pada Pasien yang Menjalani Operasi Mayor Abdomen, Bagaimana Efeknya?
dr. Laurencia Ardi | 06 Sep 2021
Pemberian Atorvastatin dalam Terapi Hematoma Subdural Kronik, Apa Manfaatnya?
dr. Jane Cherub | 15 Jul 2021
Efektivitas Rocuronium dan Succinylcholine pada Operasi Mikrolaringeal, Manakah yang Lebih Baik?
dr. Laurencia Ardi | 24 Jun 2021
Metaanalisis - Negative Pressure Wound Therapy Efektif Menurunkan Risiko Infeksi Pasca Sternotomi
Dr. Nugroho Nitiyoso, MBA. | 14 Jun 2021