Detail Article
Terapi Molnupiravir pada Pasien COVID-19, Ini Hasil Studi Awalnya
dr. Johan Indra Lukito
Mar 15
Share this article
2385ff3ad0445fdb02d61b2afba69d3a.jpg
Updated 15/Mar/2021 .

Hasil awal dari uji klinik multicenter fase 2a acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo, terhadap terapi molnupiravir yang mengevaluasi keamanan, tolerabilitas, dan efikasi untuk menghilangkan viral load SARS-CoV-2 mendapatkan temuan pada satu keluaran sekunder, yang menunjukkan pengurangan waktu mencapai negativitas isolasi virus infeksius pada usap nasofaring dari peserta terinfeksi SARS-CoV-2 yang bergejala, yang ditentukan melalui isolasi dalam kultur sel Vero (Vero cell line culture).

Studi ini melibatkan 202 orang dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit yang memiliki tanda atau gejala COVID-19 dalam waktu 7 hari dan terkonfirmasi infeksi SARS-CoV-2 aktif. Keluaran efikasi primer adalah pengurangan waktu mencapai negativitas virus yang diukur dengan analisis reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) dari usap nasofaring. Sampel secara berkala dikumpulkan untuk analisis virologi. Dari 182 peserta dengan usap nasofaring yang dapat dievaluasi, 42% (78/182) menunjukkan tingkat kultur virus yang terdeteksi pada awal/baseline.


Temuan dari salah satu keluaran akhir sekunder berupa pengurangan waktu mencapai negativitas isolasi virus infeksius pada usap nasofaring dari peserta dengan infeksi SARS-CoV-2 bergejala, sebagaimana ditentukan dengan isolasi dalam kultur garis sel Vero. Pada hari ke-5, ditemukan penurunan yang signifikan terkait temuan kultur virus positif pada subjek yang menerima molnupiravir dibandingkan dengan plasebo: 0% (0/47) untuk molnupiravir dan 24% (6/25) untuk plasebo.

 

Dari 202 peserta yang dilibatkan, tidak ditemukan masalah keamanan dan dari 4 efek samping serius yang dilaporkan, tidak ada yang dianggap terkait obat studi. Keseluruhan data dari penelitian ini menunjukkan bahwa molnupiravir tidak bersifat mutagenik atau genotoksik dalam sel mamalia secara in vivo.

 

Hasil studi lengkap, temuan dari keluaran efikasi primer dan keluaran akhir keamanan serta keluaran sekunder lainnya, akan dipublikasikan di kemudian hari, saat sudah tersedia. Studi Fase 2 dan Fase 2/3 lainnya sedang berlangsung.

 

Gambar : Ilustrasi (www.pexels.com)

Referensi:

Merck. Ridgeback Biotherapeutics and Merck Announce Preliminary Findings from a Phase 2a Trial of Investigational COVID-19 Therapeutic Molnupiravir(COVID-19)? [Internet]. 2021 [Cited 2021 March 9]. Available from: https://www.merck.com/news/ridgeback-biotherapeutics-and- merck-announce-preliminary-findings-from-a-phase-2a-trial-of-investigational-covid-19-therapeutic-molnupiravir/

Share this article
Related Articles
Tocilizumab Efektif Menurunkan Mortalitas Pasien COVID-19 Rawat Inap, Ini Studi Meta-Analisis
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 02 Agt 2022
Baricitinib Bermanfaat Menurunkan Mortalitas Pasien COVID-19 Rawat Inap
dr. Nugroho Nitiyoso, MBA | 29 Jun 2022
Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, Ini yang Perlu Diketahui
dr. Dita Arccinirmala | 14 Jun 2022
COVID-19 Varian XE, Pertama Ditemukan di Inggris, Ini yang Perlu Diketahui
dr. Dita Arccinirmala | 07 Apr 2022
Metabolit Molnupiravir >100x Lebih Aktif daripada Favipiravir atau Ribavirin terhadap SARS-CoV-2
dr. Johan Indra Lukito | 21 Mar 2022
Molnupiravir Efektif Kurangi Risiko Rawat Inap atau Kematian Pasien COVID-19 Dewasa yang Tidak Dirawat di Rumah Sakit
dr. Johan Indra Lukito | 08 Mar 2022
Vaksin COVID-19 Trivalent Inhalasi Memberikan Imunitas yang Superior Dibandingkan dengan Vaksin Intramuskuler
dr. Hasna Mardhiah | 01 Mar 2022
Sediaan Vitamin D3 antara Tablet dan Oil Drops, Apakah Sama Efektifnya?
dr. Esther Kristiningrum | 14 Feb 2022
Vaksin COVID-19 Dosis Keempat, Apakah Diperlukan?
dr. Hasna Mardhiah | 11 Feb 2022
FDA AS Memperluas Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Rawat Jalan dengan COVID-19 Derajat Ringan-Sedang
dr. Johan Indra Lukito | 27 Jan 2022