Detail Article
Apakah Antibodi SARS-CoV-2 Ibu Hamil Ditransfer ke Janin?
dr. Esther Kristiningrum
Feb 25
Share this article
89abc51a1905049029c9ae6c0d5bff02.jpg
Updated 25/Feb/2021 .

Antibodi yang diturunkan secara maternal merupakan elemen kunci untuk imunitas neonatus. Dengan memahami dinamika respons antibodi maternal terhadap infeksi SARS-CoV-2 selama kehamilan dan transfer antibodi transplasenta berikutnya, dapat memberikan informasi mengenai manajemen neonatus dan strategi vaksinasi ibu hamil.


Studi telah dilakukan untuk menilai kaitan antara kadar antibodi spesifik SARS-CoV-2 ibu hamil dengan neonatus. Studi kohort yang dilakukan di Phennsylvania Hospital di Philadelphia, mengukur antibodi pada 1471 serum ibu dan darah tali pusat bayinya saat baru lahir.

 

Hasilnya menunjukkan bahwa antibodi IgG dan/atau IgM SARS-CoV-2 terdeteksi pada 6% ibu (95% CI 5&-7%) saat persalinan, dan IgG terdeteksi pada darah tali pusat dari 87% bayi baru lahir (95%CI 78%-93%). IgM tidak terdeteksi pada spesimen darah tali pusat, dan antibodi tidak terdeteksi pada bayi yang lahir dari ibu dengan seronegatif. Hanya 11 bayi yang lahir dari ibu seropositif menunjukkan seronegatif, 5 bayi lahir dari ibu dengan antibodi IgM saja, dan 6 bayi lahir dari ibu dengan kadar IgG yang secara bermakna lebih rendah dibandingkan ibu dengan bayi seropositif. Kadar IgG darah tali pusat bayi baru lahir secara positif dan bermakna berkorelasi dengan kadar IgG ibu (r=0,886; p<0,001).

 

Selain itu, rasio transfer plasenta lebih dari satu ditemukan pada ibu hamil dengan infeksi Covid-19 baik tanpa gejala maupun dengan gejala ringan hingga berat. Rasio transfer plasenta meningkat seiring dengan semakin lamanya durasi antara onset infeksi ibu hamil dan persalinan.

 

Disimpulkan, antibodi IgG ibu terhadap SARS-CoV-2 ditransfer melalui plasenta setelah infeksi Covid-19 selama kehamilan. Kadar antibodi dalam darah tali pusat bayi baru lahir berkorelasi dengan kadar antibodi ibunya, serta dengan durasi antara onset infeksi dan persalinan. Ada potensi bahwa antibodi spesifik SARS-CoV-2 dari ibu hamil memberikan perlindungan bagi bayinya dari infeksi Covid-19.


Gambar: Ilustrasi (www.pexels.com)

Referensi:

Flannery DD, Gouma S, Dhudasia MB, Mukhopadhyay S, Pfeifer MR, Woodford EC, et al. Assessment of maternal and neonatal cord blood sars-cov-2 antibodies and placental transfer ratios. JAMA Pediatr. doi:10.1001/jamapediatrics.2021.0038.


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Dec 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019