Detail Article
GCSF Untuk Anak Dengan Kanker, Berapa Dosis Yang Diperlukan?
Dr. Hastarita L
Jan 13
Share this article
d4a924ba4184d49f691aa63bd35c81ad.jpg
Updated 07/Jan/2021 .

Demam neutropenia merupakan efek samping penting sebagai akibat terapi intensif yang diberikan pada anak. Penyakit ini termasuk emergensi onkologi yang memerlukan terapi segera dan penundaan terapi mengakibatkan morbiditas dan mortalitas. Dalam hal demam neutropenia, klasifikasi risiko menjadi penting (risiko tinggi dan rendah). Pasien dengan komorbiditas seperti durasi neutropenia (> 10 hari), tingkat keparahan neutropenia (< 100/mm3), jenis kanker, tidak adanya remisi penyakit, regimen kemoterapi, disfungsi organ, syok, hipotensi, gagal napas, perubahan kesadaran, dan pneumonia, dipertimbangkan risiko tinggi. 

Penggunaan granulocyte colony stimulating factor (GCSF) dikaitkan dengan menurunnya durasi rawat inap, penggunaan antibiotik, durasi neutropenia, biaya terapi, dan durasi serangan demam neutropenia. Telah terdapat data mengenai dosis, timing, dan pemberian GCSF pada pasien dewasa, yang direkomendasikan adalah 5 mcg/kg/hari. Pada anak, studi mengenai dosis GCSF yang sesuai belum memadai. 


Peneliti melakukan studi retrospektif antara Juni 2017 dan Oktober 2018 pada pasien anak dengan diagnosis demam neutropenia atau telah mengalami demam neutropenia. Terdapat sejumlah 124 episode demam neutropenia risiko tinggi dari 62 pasien anak yang dimasukkan. Dosis GCSF yang diberikan adalah mulai dari 5-10 mcg/kg/hari. 


Hasil dari studi ini yaitu: Sejumlah 62 episode diberikan GCSF 5 mcg/kg/hari dan 62 episode diberikan GCSF 10 mcg/kg/hari. Median usia pasien adalah 9,8 tahun. Sejumlah 72,6% dari episode terpantau pada pasien anak dengan tumor solid, 21,8% dengan leukemia, dan 5,6% dengan limfoma. idak terdapat perbedaan bermakna dalam hal rerata durasi pemulihan neutropenia, durasi demam, total lama rawat inap, durasi episode demam neutropenia, durasi penggunaan GCSF, biaya (p= 0,681), frekuensi bakteremia, dan terapi lain (p > 0,05) pada kedua kelompok terapi berdasarkan dosis. Pada pasien dengan tumor solid, biaya filgrastim secara bermakna lebih tinggi pada kelompok GCSF dosis lebih tinggi (p= 0,03).


Kesimpulan dari studi ini adalah tidak terdapat perbedaan bermakna dalam hal keberhasilan terapi, frekuensi bakteremia, dan biaya dengan GCSF 5 atau 10 mcg/kg/hari pada pasien anak dengan episode demam neutropenia risiko tinggi. Studi prospektif multicenter diperlukan untuk membandingkan dosis GCSF yang berbeda dalam hal efikasi dan aspek lainnya. 



Image: Ilustrasi (sumber: https://www.dcatvci.org)

Referensi:

1. Orhan Z, Kupeli S, Sezgin G, Bayram I. Comparison of different doses of granulocyte colony-stimulating factor in the treatment of high-risk febrile neutropenia in children with cancer. J Pediatr Hematol Oncol. 2020;42:e738-44.

2. Rosary, Sjakti HA. Penggunaan granulocyte colony-stimulating factor pada pasien tumor padat yang mengalami neutropenia. Sari Pediatri 2010;11(6):428-33.


Share this article
Related Articles
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019
Demam Neutropenia pada Pasien Kanker Payudara dengan Docetaxel, Bagaimana Mengatasinya?
Hastarita Lawrenti | 13 Feb 2020
Manfaat Profilaksis GCSF Pada Kemoterapi Adjuvan TC
dr. Hastarita Lawrenti | 04 Dec 2020
GCSF Untuk Anak Dengan Kanker, Berapa Dosis Yang Diperlukan?
Dr. Hastarita L | 13 Jan 2021