Detail Article
Pemberian Edoxaban Digerus, Bagaimana Efektivitasnya?
dr. Jane Cherub
Sep 23
Share this article
99bf4bf79e60a149fe8e3a352ed00fe7.jpg
Updated 24/Sep/2020 .

Edoxaban merupakan obat penghambat faktor Xa yang bekerja secara direk (langsung) dan aktif yang diberikan secara oral. Obat ini memiliki farmakokinetik linier dan terprediksi yang telah diterima di berbagai negara Amerika, Eropa, dan Asia untuk penurunan risiko stroke pada pasien dengan non-valvular atrial fibrillation (NVAF) dan terapi venous thromboembolism (VTE). 

Dosis harian edoxaban yang direkomendasikan adalah 60 mg untuk pasien dengan NVAF atau VTE yang tidak memiliki kriteria penurunan dosis. Bioavailabilitas absolut dari edoxaban 60 mg oral pada subjek sehat sebesar 62% dan tidak dipengaruhi secara bermakna oleh makanan. Edoxaban diserap dengan cepat, terutama di usus halus proksimal pada subjek sehat, dengan konsentrasi plasma puncak tercapai pada 1-2 jam setelah pemberian.


Pasien lanjut usia atau berpenyakit kritis dengan kesulitan menelan (disfagia) kerapkali mengalami kesulitan menelan obat oral padat. Oleh karena itu, formulasi oral padat yang digerus dan dicampur ke dalam makanan atau disajikan dalam suspensi dengan air melalui selang nasogastrik (NG) menjadi metode alternatif penting pemberian obat oral padat. Sementara edoxaban tersedia dalam bentuk tablet salut selaput, yang kita ketahui bahwa secara umum sediaan tablet salut selaput tidak dianjurkan untuk dibelah ataupun digerus (akan merusak selaput).


Sebuah studi yang dilakukan oleh Duchin, et al, menilai farmakokinetik, keamanan, dan tolerabilitas tablet edoxaban 60 mg yang digerus dan diberikan melalui selang NG dalam suspensi air atau dicampur dalam puree (semacam bubur) apel yang diberikan oral. Studi ini merupakan studi fase 1, label terbuka, silang, pada tiga puluh dewasa sehat yang secara acak menerima 3 rejimen terapi edoxaban (tablet 60 mg oral, atau tablet edoxaban 60 mg yang digerus dan diberikan melalui selang NG dalam suspensi air atau dicampur dalam puree apel yang diberikan oral) pada satu dari enam rangkaian terapi.


Diamati bahwa paparan edoxaban total serupa di antara kelompok yang mendapat rejimen tablet utuh/ intak dan digerus (rerata area under curve/AUC konsentrasi plasma-waktu dari waktu nol ke tak terhingga: tablet utuh sebesar 2.132 ngּ jam/mL; selang NG 2.021 ngּ jam/mL; puree apel 2.076 ngּ jam/mL). Rerata konsentrasi plasma maksimum, AUC konsentrasi plasma-waktu dari waktu nol ke konsentrasi terukur terakhir, waktu paruh terminal, dan nilai bersihan tubuh total juga sebanding. Waktu hingga tercapai konsentrasi plasma maksimal secara signifikan lebih pendek untuk suspensi selang NG dan puree apel dibandingkan tablet utuh. Konsentrasi plasma maksimal, AUC konsentrasi plasma-waktu dari waktu nol ke tak terhingga, dan AUC konsentrasi plasma-waktu dari waktu nol ke konsentrasi terukur terakhir sebanding di antara rejimen-rejimen terapi; 90% CI dari rasio geometric least-squares means (GLSM) berada dalam kriteria bioekivalensi predefined 80-125%. Dari hasil studi juga menunjukkan keamanan dan tolerabilitas edoxaban tidak berbeda di antara ketiga rejimen terapi.


Temuan-temuan studi ini menyimpulkan bahwa pemberian tablet edoxaban 60 mg yang digerus dan diberikan melalui selang NG dalam suspensi air atau per oral dicampur dengan puree apel tidak mempengaruhi penyerapan edoxaban relatif terhadap tablet utuh. Konsentrasi maksimal dan AUC rasio GLSM untuk formulasi tablet digerus bioekivalen dengan tablet utuh tidak digerus, berdasarkan kriteria bioekivalensi predefined 80-125%.


Lebih jauh lagi, tablet edoxaban digerus dan diberikan melalui selang NG atau puree apel menunjukkan paparan total yang sebanding, dan rasio metabolit-ke–induk yang sebanding untuk metabolit aktif edoxaban, M-4, dibandingkan dengan tablet utuh yang diberikan per oral, menunjukkan bahwa biotransformasi edoxaban tidak dipengaruhi oleh metode pemberian obat. Namun, hasil studi ini belum tentu dapat digeneralisasikan mengingat beberapa kriteria yang digunakan pada studi ini sebagai berikut: tipe selang NG yang digunakan (polyvinyl chloride), konsistensi puree apel, dan kekakuan dari mortar dan pestle yang dibersihkan setelah menggerus setiap tablet obat.


Silakan baca juga: Lixiana, berisi Edoxaban, sebagai penghambat yang sangat selektif, langsung dan reversible terhadap faktor Xa

Image : Ilustrasi

Referensi:

Duchin K, Duggal A., Atiee GJ, Kidokoro M, Takatani T, Shipitofsky NL, et al. An open-label crossover study of the pharmacokinetics of the 60-mg edoxaban tablet crushed and administered either by a nasogastric tube or in apple puree in healthy adults. Clin Pharmacokinet. 2018;57:221-8. https://doi.org/10.1007/s40262-017-0554-0


Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Efektivitas dan Keamanan Mycophenolate Mofetil sebagai Pengobatan Pasien Lupus Nefritis
Dokter Kalbemed | 15 Mar 2019