Detail Article
PCOS, Latrezole vs Latrezole plus dexamethasone. Pilih Yang Mana?
dr Hastarita Lawrenti
Jul 01
Share this article
ae4316cbc57880aa62b8ba5ec2673118.jpg
Updated 30/Jul/2020 .

Gangguan ovulasi merupakan penyebab infertilitas pada polycystic ovarian syndrome (PCOS). Induksi ovulasi termasuk terapi utama untuk gangguan ovulasi. Letrozole sebagai terapi lini pertama untuk induksi ovulasi memiliki 

Gangguan ovulasi merupakan penyebab infertilitas pada polycystic ovarian syndrome (PCOS). Induksi ovulasi termasuk terapi utama untuk gangguan ovulasi. Letrozole sebagai terapi lini pertama untuk induksi ovulasi memiliki efektivitas sebanding dengan clomiphene. Dalam beberapa studi, keberhasilan letrozole dalam induksi ovulasi adalah 70-84% dan kehamilan dilaporkan sebesar 20-27%. 

Pada wanita dengan PCOS, sintesis androgen ovarium meningkat dan pada 50-70% dari kasus, terdapat juga peningkatan sintesis androgen adrenal. Glucocorticoid menurunkan produksi androgen adrenal dengan cara penghambatan umpan balik negatif produksi hormon adrenocorticotrophic. Pemberian dexamethasone memperbaiki ovulasi dengan cara menurunkan efek androgen adrenal terhadap pertumbuhan folikuler. 

Dalam suatu studi yang dilakukan pada 180 pasien infertil dengan PCOS, pasien mendapat dexamethasone 0,5 mg selang sehari dari hari ke-2 sampai hari ke-10 bersama dengan letrozole pada siklus selanjutnya setelah gagal dengan letrozole tunggal. Sejumlah 65% dari pasien mengalami ovulasi dan 33,21% dari pasien mengalami kehamilan setelah ditambahkan glucocorticoid pada letrozole. 

Peneliti lain melakukan suatu uji klinik secara acak pada pasien wanita infertil dengan PCOS. Pasien mendapat letrozole saja (kelompok I) atau letrozole plus dexamethasone (kelompok II). Letrozole diberikan 5 mg/hari mulai dari hari ke-3 sampai hari ke-7 (selama 5 hari) siklus menstruasi dan dexamethasone diberikan 0,5 mg/hari dengan letrozole mulai hari ke-4 sampai hari ke-15 secara oral. 

Hasil dari uji klinik ini dengan 120 subyek ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dalam hal rerata ketebalan endometrium dan diameter folikel. Frekuensi kehamilan lebih tinggi pada kelompok letrozole plus dexamethasone dibandingkan letrozole tunggal (23% vs 8%; p= 0,024).

Kesimpulan dari uji klinik ini adalah kombinasi letrozole plus dexamethasone meningkatkan angka kehamilan pada pasien wanita infertil dengan PCOS. 

 

Image: ilustrasi  (sumber: https://nypost.com/)

Ilustrasi:

1. Farzaneh F, Afshar F. Comparison of ovulation induction with letrozole plus dexamethasone and letrozole alone in infertile women with polycystic ovarian disease: An RCT. Int J Reprod Biomed. 2020;18:307-10.

2. Begum MR, Ehsan M, Begum MS, Khan F, Baby HA, Siddiqui M, et al. Beneficial effects of addition of glucocorticoid during induction of ovulation by letrozole in polycystic ovarian syndrome. J South Asian Feder Obst Gynae. 2012;4(2):85-9.

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Trastuzumab plus Docetaxel untuk Karsinoma Saluran Saliva HER2 Positif
dr. Hastarita Lawrenti | 13 Des 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi dan Keamanan Beberapa Pilihan Pengobatan Rheumatoid Arthritis
dr. Nugroho NItiyoso, MBA | 12 Feb 2019
Nutrisi Enteral Memperbaiki Gagal Jantung Lansia
dr. Dedyanto Henky Saputra | 14 Feb 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Piperacillin/tazobactam untuk Anak dengan Demam Neutropenia
dr Johan Indra Lukito | 11 Mar 2019