Detail Article
Jenis Protein Yang Baik Pada Nutrisi Lanjut Usia, Apa Saja Itu?
Laurencia Ardi
Dec 17
Share this article
img-Manula1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Asupan protein yang adekuat penting untuk menunjang komposisi protein tubuh, khususnya pada individu lanjut usia. Secara umum, jalur metabolik diatur oleh hormon, seperti insulin, yang dimana protein/asam amino merupakan 

Asupan protein yang adekuat penting untuk menunjang komposisi protein tubuh, khususnya pada individu lanjut usia. Secara umum, jalur metabolik diatur oleh hormon, seperti insulin, yang di mana protein/asam amino merupakan senyawa primer dari pembentukan hormon. Tersedianya asam amino di dalam tubuh berkorelasi terhadap jumlah dan kualitas sumber makanan yang mengandung nitrogen.

Berdasarkan data, protein jenis whey dapat dicerna lebih cepat jika dibandingkan protein jenis caseine. Simpanan protein di dalam tubuh umumnya dinilai berdasarkan keseimbangan dari asam amino leucine. Pada dewasa muda, keseimbangan leucine setelah makan (postprandial) lebih baik pada protein jenis caseine jika dibandingkan dengan whey. “Slow protein” seperti caseine lebih baik untuk mencapai protein gain dibandingkan “fast protein” seperti whey. Akan tetapi pada lanjut usia, belum terdapat penelitian yang secara jelas menunjukkan jenis protein yang baik untuk menunjang asupan protein yang adekuat.

Sebuah penelitian terbaru yang dikeluarkan oleh Jurnal Clinical Nutrition membandingkan efek jenis protein dan jumlah protein terhadap pemeliharaan protein di dalam tubuh pada individu lanjut usia. Studi skala kecil dengan 4 kelompok, yaitu kelompok diet tinggi protein (HP – high protein) dengan asupan protein 15% dari total kebutuhan energi (1,9 g/kgBB tanpa lemak FFM/hari – FFM/fat free mass) dengan caseine (CAS HP) atau protein susu (MLK HP) dan kelompok rendah protein (LP – low protein) dengan asupan protein 12,5% dari total kebutuhan energi (1,5 g/kgBB tanpa lemak FFM/hari) dengan casein (CAS LP) atau protein susu (MLK LP) selama 10 hari. 

Hasilnya adalah sebagai berikut: Whole-body (WB) protein synthesis (PS) distimulasi dengan hanya pemberian diet high protein. WB protein breakdown (PB) menunjukkan penurunan trend yang sebanding antara seluruh kelompok. Keseimbangan leucine postprandial lebih baik secara bermakna pada kelompok high protein jika dibandingkan dengan kelompok low protein (p<0,05). Keseimbangan leucine postprandial lebih baik secara bermakna pada kelompok MLK HP jika dibandingkan dengan kelompok CAS HP (p=0,005).

 


Image: Ilustrasi (sumber: https://carle.org/services/geriatrics)
Referensi:
1. Gryson C, Walrand S, Giraudet C, Rousset P, Migné C, Bonhomme C, et al. "Fast proteins" with a unique essential amino acid content as an optimal nutrition in the elderly: Growing evidence. Clin Nutr. 2014;33(4):642-8.
2. Dangin M, Boirie Y, Garcia-Rodenas C, Gachon P, Fauquant J, Callier P, et al. The digestion rate of protein is an independent regulating factor of postprandial protein retention. Am J Physiol Endocrinol Metab. 2001;280(2):E340-8.

Share this article
Related Articles
Jenis Protein Yang Baik Pada Nutrisi Lanjut Usia, Apa Saja Itu?
Laurencia Ardi | 17 Dec 2019