Detail Article
Pasien dengan Gagal Jantung, Hati-hati adanya Peningkatan Risiko Patah Tulang
Jane Cherub
Nov 08
Share this article
img-lengan.jpg
Updated 22/Jul/2020 .

Gagal jantung merupakan penyakit yang menyebabkan rawat inap akut, kesakitan (morbiditas), dan kematian (mortalitas). Pasien-pasien dengan gagal mungkin dapat lebih rentan terhadap penyakit penyerta (komorbid) terkait-usia, seperti osteoporosis dan patah tulang (fraktur) terkait-kerapuhan sebagai konsekuensinya. Hasil studi didapatkan pasien-pasien dengan gagal jantung memiliki peningkatan risiko patah tulang, khususnya patah tulang pinggul dan lengan atas

Gagal jantung/ heart failure merupakan penyakit yang menyebabkan rawat inap akut, kesakitan (morbiditas), dan kematian (mortalitas). Di Asia, estimasi kejadian gagal jantung berkisar dari 1,26% hingga 6,7% pada populasi umum. Seiring kemajuan tatalaksana, pasien-pasien dengan gagal jantung dapat hidup lebih lama dan mungkin dapat lebih rentan terhadap penyakit penyerta (komorbid) terkait-usia, seperti osteoporosis dan patah tulang (fraktur) terkait-kerapuhan sebagai konsekuensinya.

Ge G, et al, melakukan sebuah studi meta-analisis untuk menyelidiki apakah gagal jantung berhubungan dengan peningkatan risiko patah tulang. Data-data diambil dari database PubMed, EMBASE, dan Cochrane Library yang dipublikasikan hingga April 2018. Studi-studi yang menyelidiki asosiasi antara gagal jantung dan risiko patah tulang serta dibandingkan dengan kontrol diikutsertakan dalam meta-analisis ini, dan didapatkan 7 studi kohort yang memenuhi kriteria inklusi. Semua studi yang diikutsertakan berkualitas tinggi sesuai evaluasi dengan Newcastle-Ottawa Scale.

Didapatkan hasil bahwa risiko patah tulang lebih tinggi secara signifikan pada pasien-pasien yang didiagnosis gagal jantung (N=53.038) dibandingkan kelompok kontrol (N=126.727) (RR= 1,66; 95% CI= 1,14–2,43; I2 = 94%, P= 0,008). Hasil senada dijumpai pada patah tulang pinggul (RR= 3,45; 95% CI= 1,86–6,40; I2 = 95%; P< 0,0001) dan patah tulang lengan atas (RR= 1,91; 95% CI= 1,07–3,40; I = 39%; P= 0,03), namun tidak untuk patah tulang belakang dan lengan bawah.

Kesimpulan yang dapat diambil dari studi meta-analisis ini yaitu pasien-pasien dengan gagal jantung memiliki peningkatan risiko patah tulang, khususnya patah tulang pinggul dan lengan atas. Pasien dengan gagal jantung perlu memberi perhatian lebih akan kesehatan tulang. 

 

Image: Ilustrasi (Designed by Freepik)

Referensi:

Ge GLi JWang Q. Heart failure and fracture risk: A meta-analysis. Osteoporos Int. 2019;30(10):1903-9. 

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Efektivitas dan Keamanan Mycophenolate Mofetil sebagai Pengobatan Pasien Lupus Nefritis
Dokter Kalbemed | 15 Mar 2019