Detail Article
Ini Dampak Anemia Awal Masa Kehamilan Pada Anak Yang Dilahirkan
dr. Kupiya Timbul Wahyudi
Feb 17
Share this article
img-pregnant-woman1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Defisiensi zat besi pada awal masa kehamilan akan meningkatkan risiko terjadinya gangguan perkembangan otak termasuk diantaranya autism spectrum disorder (ASD), attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan intellectual disability (ID) pada anak  yang dilahirkannya.

 

Defisiensi/ kurangnya zat besi pada awal masa kehamilan akan meningkatkan risiko terjadinya gangguan perkembangan otak termasuk di antaranya autism spectrum disorder (ASD), attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan intellectual disability (ID) pada anak yang dilahirkannya. Hal ini merupakan hasil dari studi yang dilakukan oleh Aline Marileen Wiegersma dari Department of Public Health Sciences, Karolinska Institutet, Stockholm, Sweden dan kolega seperti yang telah dipublikasikan dalam Jurnal JAMA of Psychiatry tahun 2019 ini.

 

Studi tersebut merupakan studi kohort prospektif, dari data Stockholm Youth Cohort, yaitu anak-anak yang lahir antara 1 Januari 1984 dan 31 Desember 2011. Penelitian ini melibatkan 532.232 anak-anak (51,3% laki-laki) antara usia 6 dan 29 tahun. pada akhir masa tindak lanjut (usia rata-rata [SD], 17,6 [7,1] tahun) dan 299.768 ibu mereka. Di antara para wanita, 5,8% didiagnosis dengan anemia selama kehamilan, dan dari diagnosis ini, 5% terjadi sebelum kehamilan 30 minggu, sementara 90,9% terjadi setelah kehamilan 30 minggu.

 

Dari hasil studi tersebut menunjukkan bahwa risiko terjadinya autisme (ASD) dan gangguan ADHD pada anak dengan ibu anemia pada awal kehamilan adalah sebesar 44% dan 47% lebih tinggi, dibandingkan dengan anak yang oleh ibu yang tidak anemia pada masa awal kehamilannya. Hal yang menarik, anemia pada 30 minggu pertama kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko kejadian autism spectrum disorder (ASD), attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan intellectual disability (ID), namun sebaliknya anemia yang terjadi setelah 30 minggu kehamilan tidak terkait dengan hal tersebut. 

 

Studi ini memberikan bukti bahwa dokter perlu memperhatikan kondisi anemia, dan berpotensi insufisiensi besi subklinis pada calon ibu, mulai pada awal kehamilan, dan bahkan mungkin sebelum kehamilan.

 

Silakan baca juga,  Suplementasi Vitamin D prenatal, Mengurangi Risiko Asma Anak

 


Image: Ilustrasi (sumber: https://nypost.com/)
Referensi:
1. Aline Marileen Wiegersma; Christina Dalman; Brian K. Lee; Håkan Karlsson; Renee M. Gardner. et. al. Association of Prenatal Maternal Anemia With Neurodevelopmental Disorders. JAMA Psychiatry. Published online September 18, 2019. doi:10.1001/jamapsychiatry.2019.2309
2. Batya Swift Yasgur. Anemia in Early Pregnancy Linked to Autism, ADHD, Intellectual Disability in Kids
 https://www.medscape.com/viewarticle/918906

Share this article
Related Articles
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018
Metformin Mempengaruhi Komposisi Mikrobiota Saluran Cerna
Dokter Kalbemed | 28 Jan 2019
Efikasi Asam Traneksamat Topikal dan Injeksi pada Melasma
dr. Angeline Fanardy | 21 Feb 2019
Perbandingan Preparat Besi Sukrosa Injeksi dengan Besi Fumarat per Oral pada Wanita Hamil dengan Anemia
Laurencia Ardi | 28 Feb 2019
Pasien DM Tipe 2 Mempunyai Kadar Vitamin C Rendah
Esther Kristiningrum | 03 Mar 2019
Kombinasi Sinbiotik – Sitagliptin Bermanfaat pada Pasien Perlemakan Hati Non-alkohol (NAFLD)
Lupita Wijaya | 11 Mar 2019
Suplemen Asam Amino Glutamin dapat Memperbaiki Gejala Sakit Pencernaan IBS, Benarkah?
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Hubungan Kadar Vitamin A, E, dan Zinc dengan Keparahan Acne Vulgaris
Dokter Kalbemed | 13 Mar 2019
Efektivitas dan Keamanan Mycophenolate Mofetil sebagai Pengobatan Pasien Lupus Nefritis
Dokter Kalbemed | 15 Mar 2019