Detail Article
Suplementasi Vitamin D Berpotensi Memperbaiki Gejala Rinitis Alergi
Esther Kristiningrum
Sep 29
Share this article
img-Pilek1.jpg
Updated 22/May/2020 .

Di antara rinitis kronis, rinits alergi merupakan jenis rinitis yang paling sering ditemukan dan mengenai hingga 20% subjek. diperkirakan saat ini terdapat peningkatan kejadian dan prevalensi penyakit ini. Diperkirakan gejala rinitis ditemukan pada 75% anak dan 80% orang dewasa asmatik.

Di antara rinitis kronis, rinitis alergi merupakan jenis rinitis yang paling sering ditemukan dan mengenai hingga 20% subjek. diperkirakan saat ini terdapat peningkatan kejadian dan prevalensi penyakit ini. Diperkirakan gejala rinitis ditemukan pada 75% anak dan 80% orang dewasa asmatik.

Kadar vitamin D yang rendah terjadi pada subjek dengan rinitis alergi. Kadar vitamin D berkorelasi dengan tingkat keparahan penyakit. Studi terbaru menunjukkan bahwa suplementasi vitamin D memberikan dampak terjadinya perbaikan gejala rinitis alergika yang ditunjukkan dengan penurunan "Total Nasal Symptom Score" setelah suplementasi vitamin D

Dalam studi tersebut peneliti sebanyak 50 subjek dengan rinitis alergi secara acak mendapat vitamin D3 1000 IU/hari selama 30 hari atau plasebo sebagai kontrol. Kemudian dilakukan pemeriksaan kadar vitamin D dan Total Nasal Symptom Score (TNSS) saat awal dan akhir periode studi.

Hasilnya menunjukkan bahwa pada pasien dengan rinitis alergi ditemukan defisiensi vitamin D. Saat awal studi, kadar vitamin D rata-rata pada kelompok vitamin D 17,32 ng/mL dan pada kelompok kontrol 18,19 ng/mL. Skor TNSS rata-rata 9,92 pada kelompok vitamin D dan 10,17 pada kelompok kontrol. 

Sedangkan saat akhir studi/pasca-terapi, kadar vitamin D rata-rata pada kelompok vitamin D 29,71 ng/mL dan pada kelompok kontrol 18,67 ng/mL. Skor TNSS rata-rata 2,81 pada kelompok vitamin D dan 5,42 pada kelompok kontrol. Perbedaan antara kedua kelompok tersebut bermakna. Selain itu, korelasi antara tingkat keparahan penyakit yang bermakna juga direpresentasikan oleh perbedaan skor TNSS dan kadar vitamin D.
 

 

Image: Ilustrasi (sumber: https://safelaser.care)
Referensi:
1. Malik A, Menon B, dar Y, Garg T, Bhatia H, Kaur C. Placebo controlled trial of vitamin D supplementation in allergic rhinitis. European Respiratory Journal 2015 46: PA2559;DOI:10.1183/ 13993003.congress-2015.PA2559
2. Modh D, Katarkar A, Thakkar B, Jain A, Shah P, Joshi K. Role of vitamin D supplementation in allergic rhinitis. Indian Journal of Allergy, Asthma and Immunology 2014;28(1).

Share this article
Related Articles
Suplementasi Vitamin D Bermanfaat Mengurangi Frekuensi Kejadian Eksaserbasi PPOK
nugroho nitiyoso | 14 Nov 2018
Vitamin C Menurunkan Risiko Fibrilasi Atrium pada Pasien Pasca-bedah Jantung
Admin | 06 May 2018
Metformin dapat Menurunkan Penyakit Kardiovaskuler pada Pasien Prediabetes, Benarkah?
Admin | 14 Nov 2018
Memahami Penyebab Alergi Susu Sapi Pada Balita
Admin | 15 Nov 2018
FOS Fermentasi Soy Milk vs Inulin dalam Asidifikasi dan Pertumbuhan Probiotik, Lebih Baik Mana?
Admin | 21 Nov 2018
Probiotik dan Kemoterapi
Admin | 22 Nov 2018
Metformin Menurunkan Mortalitas dan Morbiditas Diabetes Mellitus Usia Lanjut.
Pande Dharma Pathni | 20 Nov 2018
Adakah Manfaat Lebih Dari “Fix Dose Combination” Pregabalin-Mecobalamin?
Admin | 25 Nov 2018
Manfaat Pemberian Nutrisi Enteral pada Pasien Diabetes
Admin | 23 Nov 2018
Suplementasi Zinc Membantu Penyembuhan Ulkus Diabetes
nugroho nitiyoso | 27 Nov 2018