Detail Article
Kapan Waktu Yang Optimal Melakukan Vaksinasi Typhoid?
dr. Reza Adrian
Jul 05
Share this article
4fb951bbb22e09cb7a117a59318423fd.jpg
Updated 08/Jul/2024 .

Demam tifoid adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica serovar Typhi (S. Typhi). Penyakit ini terutama endemik di banyak negara berpendapatan rendah dan menengah. Pada tahun 2015, diperkirakan terdapat antara 11 hingga 21 juta kasus demam tifoid di seluruh dunia, yang menyebabkan 148.000 hingga 161.000 kematian (Bhandari et al., 2024). Sebagian besar kasus dan kematian terjadi di Asia Selatan dan Asia Tenggara, serta Afrika Sub-Sahara, dan menjadi salah satu kontribusi resistensi antibiotik secara global (Hancuh et al., 2023).

Di Indonesia, insiden kasus demam tifoid rata-rata mencapai 500 per 100.000 orang dengan tingkat kematian antara 0,6 hingga 5%, dan insiden puncak terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, 2006; Alba et al., 2016).


Faktor Risiko Penularan

Makan di warung makan atau restoran telah diidentifikasi sebagai faktor risiko penting penularan S. Typhi (JIMVET, 2022; Hermono et al., 2017; Anita et al., 2022; Putri et al., 2019; Novera et al., 2019). Selain itu, titer antibodi salmonelcidal setelah onset demam menunjukkan peningkatan signifikan pada minggu kedua (> 10 hari) dibandingkan dengan minggu pertama (<7 hari), dan titer tersebut menurun secara signifikan pada tahap konvalesen (Barai et al., 2022).


Kekebalan dan Vaksinasi

Proteksi yang diberikan oleh antibodi setelah infeksi alami tidak menjamin kekebalan jangka panjang dan dapat meningkatkan risiko reinfeksi di masa mendatang (Zaki, 2011). Oleh karena itu, Asosiasi Kesehatan Dunia merekomendasikan praktik kebersihan dan gaya hidup sehat, bersama dengan vaksinasi, sebagai langkah utama untuk mencegah transmisi dan penularan penyakit (WHO, 2018; CDC).


Vaksin Vi Polisakarida

Vaksin Vi Polisakarida merupakan salah satu vaksin yang digunakan untuk mencegah demam tifoid. Vaksin ini diberikan terutama kepada mereka yang tinggal di daerah endemis dan kepada travelers, yang dianjurkan untuk menerima vaksinasi 2 minggu sebelum berpergian ke daerah endemis. Sedangkan pada pemulihan pasca infeksi, vaksin dapat diberikan 4 minggu setelah pulih total (Hessel, 1999; WHO Fact Sheet).


Waktu Optimal Vaksinasi

Berdasarkan data yang ada, waktu optimal untuk melakukan vaksinasi Typhoid Vi dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1.     Penduduk Daerah Endemis: Vaksinasi harus diberikan sesegera mungkin setelah anak-anak mencapai usia yang sesuai, untuk memberikan perlindungan maksimal di awal kehidupan mereka.

2.     Travelers ke Daerah Endemis: Vaksinasi sebaiknya dilakukan setidaknya 2 minggu sebelum perjalanan untuk memastikan tubuh memiliki cukup waktu untuk membentuk respons imun yang efektif.

3.     Pasca Infeksi: Untuk individu yang baru saja pulih dari demam tifoid, vaksinasi harus dilakukan minimal 4 minggu setelah pemulihan total untuk memastikan tubuh telah pulih sepenuhnya dan dapat merespons vaksin dengan baik.


Kesimpulan:

Demam tifoid tetap menjadi ancaman kesehatan yang signifikan di banyak negara, terutama di kawasan Asia Selatan/Asia Tenggara dan Afrika Sub-Sahara. Vaksinasi Typhoid Vi, bersama dengan praktik kebersihan dan gaya hidup sehat, merupakan langkah utama untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Waktu optimal untuk vaksinasi sangat penting untuk memastikan efektivitas perlindungan, baik bagi penduduk daerah endemis, travelers, maupun individu pasca-infeksi.



Gambar: Ilustrasi (Sumber: Freepik)

Referensi:

1. Bhandari J, Thada PK, DeVos E. Typhoid Fever. [Updated 2022 Aug 10]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan-. Available from: NCBI

2. Hancuh M, Walldorf J, Minta AA, Tevi-Benissan C, Christian KA, Nedelec Y, Heitzinger K, Mikoleit M, Tiffany A, Bentsi-Enchill AD, Breakwell L. Typhoid Fever Surveillance, Incidence Estimates, and Progress Toward Typhoid Conjugate Vaccine Introduction - Worldwide, 2018-2022. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2023 Feb 17;72(7):171-176. doi: 10.15585/mmwr.mm7207a2. PMID: 36795626; PMCID: PMC9949843.

3. KGBD 2017 Typhoid and Paratyphoid Collaborators. Lancet Infect Dis. 2019 Apr;19(4):369-381.

4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 364/MENKES/SK/V/2006

5. WHO. Typhoid vaccines: WHO position paper – March 2018. Wkly Epidemiol Rec, 2018;93(13):153-72.

6.  Alba S, et al. (2016) Risk Factors of Typhoid Infection in the Indonesian Archipelago. PLoS ONE 11(6): e0155286. doi:10.1371/journal. pone.0155286

7. (JIMVET) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Volume 6, No. 4: 194-205 E-ISSN: 2540-9492 Agustus-Oktober 2022

8. Hermono, B. A. S., Bintari, S. H., & Mustikaningtyas, D. (2017). Identifikasi Salmonella sp Pada Jajanan Jus Buah di Kecamatan Gunungpati Semarang dengan PCR.

9. Anita, Ramadhan Tosepu, & Fifi Nirmala G. (2022). Identifikasi Bakteri Salmonella sp Pada Gado-Gado Yang Dijual Area Kampus Universitas Halu Oleo Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes

10. Putri, M. R. A. B., Soleha, T. U., & Mustofa, S. (2019). Identifikasi Bakteri Salmonella typhi Pada Makanan Jajanan Gorengan yang Dijual di Depan Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan dan Agromedicine

11. Novera, R., Rahayu, W. P., & Kusumaningrum, H. D. (2019). Sumber cemaran dan pengaruh pengolahan terhadap Salmonella spp. pada pangan berbasis ayam di kantin sekolah.

12. Acharya IL et al. N Engl Med J 1987;

13. Hessel L. Eur. J. Clin. Microbiol. Pract. 1999

14. Barai L, Hasan MR, Haq JA, Ahsan CR. Salmonellacidal antibody response to Salmonella enterica serovar Typhi in enteric fever and after vaccination with Vi capsular polysaccharide. Int J Infect Dis. 2022 Aug;121:120-125. doi: 10.1016/j.ijid.2022.05.022. Epub 2022 May 11. PMID: 35568365.

15. Zaki S. Re-infection of typhoid fever and typhoid vaccine (comment on "An imported enteric fever caused by a quinolone-resistant Salmonella typhi"). Ann Saudi Med. 2011 Mar-Apr;31(2):203-4; author reply 204. doi: 10.4103/0256-4947.77505. PMID: 21403404; PMCID: PMC3102488.

16. WHO. Fact sheet, Typhoid Fever. Retrieved from WHO

17. CDC. Typhoid Fever and Paratyphoid. Retrieved from CDC.

18. Jadwal Imunisasi Dewasa PB PAPDI. Retrieved from PAPDI.

19. Centers for Disease Control and Prevention. Typhoid Vaccination. Retrieved from CDC.

Share this article
Related Articles