Detail Article
Penggunaan Donepezil Lebih Awal dapat Memperbaiki Fungsi Memori pada Pasien Parkinson
dr. Allen
Jan 20
Share this article
f985032b695165a3be8769e0132b17fc.jpg
Updated 20/Jan/2023 .

Penyakit Parkinson dapat menyebabkan proses neurodegeneratif. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kondisi patologis mikroglia di dalam sistem saraf pusat (SSP). Mikroglia sebenarnya merupakan sel imun di SSP yang berfungsi dalam remodelling sinaps pada sistem saraf. Namun, kondisi patologis pada penyakit Parkinson menyebabkan mikroglia diaktifkan, menyebabkan proses neuroinflamasi dan fagositosis yang berkaitan dengan neurodegenerasi.

Aktivasi mikroglia dapat terjadi sejak awal penyakit. Pada proses neuroinflamasi, asetilkolin dapat berikatan dengan reseptor mikroglia dan mempengaruhi proses neurodegenerasi. Meskipun pengobatan farmakologis yang efektif untuk mencegah penurunan fungsi kognitif pada penyakit Parkinson masih kurang, penggunaan inhibitor asetilkolinesterase, seperti donepezil dan rivastigmine, dianggap bermanfaat untuk pasien Parkinson dengan demensia. Donepezil juga memperbaiki fungsi kognitif pada pasien demensia dengan badan Lewy. Adanya aktivasi mikroglia pada awal penyakit menyebabkan donepezil berpotensi untuk digunakan sejak pasien didiagnosis menderita penyakit Parkinson.

 

Suatu penelitian dilakukan untuk menyelidiki kemampuan donepezil dalam mempengaruhi proses neurodegeneratif, yang terdiri dua fase. Fase pertama merupakan fase acak 96 minggu (donepezil 5 mg vs plasebo), lalu dilanjutkan dengan fase kedua 24 minggu (seluruh pasien mendapat donepezil 5 mg). Penelitian melibatkan 98 pasien pada fase satu (donepezil = 48, plasebo = 50) dan 43 pasien pada fase dua (donepezil-donepezil = 22, plasebo-donepezil = 21). Seluruh pasien berusia 20-80 tahun yang terdiagnosis dengan penyakit Parkinson.


Penilaian efikasi menggunakan skor mini-mental state examination (MMSE) untuk menentukan gangguan kognitif, Wechsler Memory Scale-Revised (WMS-R) untuk mengukur fungsi memori, Parkinson Psychosis Questionnaire (PPQ) untuk menilai gejala psikotik pada pasien Parkinson, dan Frontal Assessment Battery (FAB) untuk menilai fungsi lobus frontal. Pada kelompok donepezil-donepezil, skor MMSE stabil pada fase 1 dan sedikit lebih tinggi pada fase 2. Pada kelompok plasebo-donepezil, skor MMSE menurun secara bertahap pada fase 1 dan sedikit meningkat pada fase 2. Penilaian fungsi kognitif menggunakan MMSE menunjukkan penurunan skor pada kelompok donepezil-donepezil yang lebih rendah bila dibandingkan dengan kelompok plasebo-donepezil yang signifikan pada fase pertama (p=0.048) dan tidak signifikan pada akhir fase kedua (p=0.081).

 

Penilaian memori (WMS-R) dan gejala psikotik (PPQ) menunjukkan kelompok donepezil-donepezil memberi hasil yang lebih baik secara signifikan bila dibandingkan kelompok plasebo-donepezil (WMS-R p=0.032; PPQ p=0.006). Pada penilaian fungsi lobus frontal (FAB), kelompok donepezil-donepezil memberi hasil yang lebih baik walau tidak signifikan (p=0.539). Kejadian tidak diinginkan yang paling sering terjadi pada penelitian ini adalah halusinasi dan delusi dengan prevalensi lebih tinggi pada kelompok donepezil-donepezil.


Kesimpulan:

Berdasarkan penelitian, penggunaan donepezil lebih awal dapat memperbaiki fungsi memori yang lebih baik pada pasien dengan penyakit Parkinson.



Gambar: Ilustrasi (Freepik)

Referensi:

1. Chen A, Copeli F, Metzger E, Cloutier A, Osser DN. The psychopharmacology algorithm project at the Harvard South Shore program: An update on management of behavioral and psychological symptoms in dementia. Psychiatry Res. 2021 ;295:113641. doi: 10.1016/j.psychres.2020.113641.

2. Ho MS. Microglia in parkinson's disease. Adv Exp Med Biol. 2019;1175:335-53. doi: 10.1007/978-981-13-9913-8_13. PMID: 31583594.

3. Sawada H, Oeda T, Kohsaka M, Umemura A, Tomita S, Park K, et al. Early use of donepezil against psychosis and cognitive decline in Parkinson's disease: A randomised controlled trial for 2 years. J Neurol Neurosurg Psychiatry. 2018;89(12):1332-40. doi: 10.1136/jnnp- 2018-318107.

Share this article
Related Articles
Manfaat Vitamin dan Penyakit Parkinson, Sebuah "Umbrella Review" dari Meta-analisis & Tinjauan Sistematik
dr. Kupiya | 26 Sep 2022
Infeksi Serius pada Paruh Baya Berhubungan dengan Alzheimer dan Penyakit Parkinson Lebih Awal
dr. Kupiya | 23 Sep 2022
Vitamin atau Kakao, Mana yang Mampu Menghambat Penurunan Kognitif?
dr. Kupiya | 19 Sep 2022
Kesehatan Periodontal Berhubungan dengan Risiko Penurunan Kognitif dan Demensia
dr. Kupiya | 16 Sep 2022
Penggunaan Obat Kombinasi Dextromethorphan dan Bupropion Efektif dalam Terapi Gangguan Depresi Mayor
dr. Allen | 07 Sep 2022
Atogepant Efektif sebagai Terapi Migrain Episodik pada Dewasa
dr. Allen | 12 Agt 2022
Potensi Citicoline sebagai Terapi Neuroprotektif yang Menjanjikan pada Anak Pasca-henti Jantung
dr. Allen | 04 Jul 2022
Statin Berpotensi Menurunkan Risiko Parkinsonisme
dr. Kupiya | 13 Apr 2022
Defisiensi Vitamin B12 Meningkatkan Risiko Insiden Depresi pada Usia Lanjut
dr. Lupita Wijaya | 07 Mar 2022
Erenumab sebagai Terapi Migrain, Apakah Efektif?
dr. Yohanes Jonathan | 25 Jan 2022