Pada stroke hemoragik, terapi yang tersedia memberikan sedikit manfaat dalam neurogenesis dan pemulihan. Terapi berbasis sel punca berpotensi memberikan manfaat neurorestoratif. Secara teoritis, terapi berbasis sel punca dapat menghambat efek tak diinginkan yang disebabkan respons inflamasi dan stres oksidatif, pada waktu yang sama meningkatkan angiogenesis dan neurogenesis. Laporan kasus berikut menunjukkan adanya perbaikan klinis yang konsisten dengan pemberian sel punca UC-MSC dan secretome pada pasien stroke hemoragi. Selain sel punca, pasien juga mendapat fisioterapi, terapi okupasi, akupuntur, dan farmakologi secara konsisten.
Stroke didefinisikan sebagai gangguan neurologis akut akibat cedera fokal pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh faktor vaskular, seperti perdarahan subaraknoid (SAH), perdarahan intraserebral (ICH), atau infark serebral. Stroke hemoragik lebih sering ditemukan di Asia (15%–40%) dibandingkan negara maju (15%–20%). Di Indonesia, stroke hemoragik menyumbang sekitar 32,9% dari seluruh kasus stroke, dengan angka kematian dalam 48 jam sebesar 20,3%, jauh lebih tinggi dibandingkan stroke iskemik (8,3%).
Pasien yang selamat dari stroke hemoragik sering mengalami gangguan jangka panjang berupa hemiparesis, paralisis, gangguan psikomotorik, nyeri kronik, serta gangguan perilaku dan kognitif. Kondisi ini menghambat pemulihan fungsional dan reintegrasi sosial. Sayangnya, terapi konvensional saat ini memiliki manfaat yang terbatas dalam mendorong neurogenesis dan pemulihan jaringan saraf. Oleh karena itu, terapi berbasis sel punca menjadi pendekatan yang menjanjikan karena kemampuannya untuk menekan inflamasi dan stres oksidatif, sekaligus merangsang angiogenesis dan neurogenesis—dua proses kunci dalam pemulihan jaringan otak setelah perdarahan.
Dalam konteks stroke hemoragik, mesenchymal stem cells (MSC) bekerja terutama melalui mekanisme parakrin, yaitu dengan melepaskan berbagai molekul bioaktif berupa protein, lipid, asam nukleat, serta vesikel ekstraseluler yang dikenal sebagai secretome atau MSC-conditioned medium (MSC-CM). Secretome memiliki efek anti-inflamasi, pro-angiogenik, pro-sinaptogenik, serta berfungsi sebagai kemoatraktan untuk sel-sel regeneratif. Selain itu, secretome juga dapat menstimulasi diferensiasi sel menuju jalur neurogenik, serta memberikan efek anti-apoptosis dan anti-edema yang penting dalam mengurangi kerusakan jaringan otak pasca-stroke.
Laporan ini menggambarkan kasus seorang perempuan berusia 50 tahun yang dirujuk ke RSCM dengan penurunan kesadaran akut, didahului oleh sakit kepala hebat dan muntah proyektil, diikuti kesemutan dan kelemahan sisi kanan tubuh, gangguan bicara, serta riwayat hipertensi. Pemeriksaan menunjukkan hipertensi derajat 2 dan stroke hemoragik berupa perdarahan intraserebral thalamus disertai perdarahan intraventrikular (ICH thalamus + IVH).
Penatalaksanaan awal dilakukan dengan kontrol tekanan darah dan tekanan intrakranial menggunakan manitol, amlodipine, dan nicardipine titrasi, disertai citicoline, paracetamol, mecobalamin, tranexamic acid, sedasi, dan analgesik di ICU. Setelah lima hari, CT scan otak menunjukkan perbaikan. Satu bulan kemudian, pasien dipulangkan setelah CT scan lanjutan tidak menunjukkan perdarahan intraventrikular tambahan.
Empat bulan setelah keluar dari rumah sakit, pasien masih mengalami hemiparesis kanan, spastisitas jari tangan dan kaki kanan, instabilitas postural, serta gangguan sensorik. Pasien kemudian menjalani terapi sel punca berupa implantasi 2,5 juta sel UC-MSC yang dikombinasikan dengan 5 cc secretome. Evaluasi awal pasca-terapi menunjukkan penurunan ringan spastisitas, meskipun masih disertai mati rasa dan kesemutan pada sisi kanan tubuh, serta gangguan keseimbangan saat berjalan.
Kesimpulan:
Kasus ini menggambarkan potensi terapi berbasis MSC dan secretome sebagai pendekatan neurorestoratif pada pasien stroke hemoragik dengan defisit neurologis kronik, terutama melalui mekanisme antiinflamasi, anti-edema, dan stimulasi perbaikan jaringan saraf.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: Envato element)
- Kurniawan M, Kamelia T, Ramli Y, Yunus RE. The role of mesenchymal stem cells for hemorrhagic stroke management. Acta Med Indones – Indones J Intern Med. 2025;57(4):514-20.
- De la Calle S, Zurita M. Mesenchymal stem cell for hemorrhagic stroke: a clinical review. Regen Ther. 2025;30:173-81 doi: 10.1016/j.reth.2025.05.011.