Detail Article

Secretome dari MSC Berpotensi Melawan Infeksi Bakteri pada Luka Kronik

dr. Esther Kristiningrum
Mei 08
Share this article
c64ebb337d6620bf8ddb85635e5570ae.jpg
Updated 08/Mei/2026 .

Luka kronik merupakan luka yang gagal sembuh dan ditandai dengan lingkungan imun yang tidak teratur serta inflamasi yang berkelanjutan. Penyebab utama luka kronik adalah infeksi bakteri, dan dapat terjadi resistensi terhadap berbagai antibiotik, sehingga sangat dibutuhkan tambahan dan alternatif untuk terapi antibiotik. Terapi biologis regeneratif MSC merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengobati luka, termasuk luka kulit kronik.  


Bakteri patogen umum penyebab infeksi luka pada manusia adalah Staphylococcus aureus, termasuk methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Infeksi MRSA meningkatkan tantangan terapeutik karena resistensinya terhadap antibiotik umum dan kemampuannya untuk menghindari aktivitas sel imun bawaan. Gangguan fungsi neutrofil atau makrofag, atau keduanya, selama infeksi MRSA semakin berkontribusi pada luka kronik yang tidak kunjung sembuh. Selain bakteri S. aureus, Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) juga sering ditemukan pada infeksi luka kronik termasuk ulkus diabetik. P. aeruginosa juga merupakan salah satu bakteri gram-negatif dengan banyak kasus resistensi terhadap berbagai antibiotik dan telah dikategorikan sebagai bakteri multidrug-resistant. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan tambahan dan alternatif untuk terapi antibiotik yang dapat mengatasi MRSA dan P. aeruginosa serta mengembalikan respons imun yang tepat untuk meningkatkan penyembuhan luka.


Terapi biologis regeneratif menggunakan mesenchymal stromal cell (MSC) merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengobati luka, termasuk luka kulit kronik pada manusia.  Berbagai penelitian telah menunjukkan aktivitas antibakteri yang dihasilkan oleh MSC. Beberapa di antaranya mengaitkan aktivitas antibakteri pada MSC dengan keberadaan peptida antimikroba (AMP) LL-37 sebagai ekspresi pertahanan sel imun terhadap patogen dan peningkatan aktivitas fagositosis. Faktor biologis yang disekresikan oleh sel-sel ini, yang dikenal sebagai secretome, juga dapat digunakan sebagai pengobatan potensial untuk luka kronik. Selain itu, beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa secretome dari MSC menunjukkan sifat antibakteri, regeneratif, dan imunomodulator.


Suatu studi in vivo telah dilakukan untuk meneliti potensi secretome dari MSC sumsum tulang dalam meningkatkan respons imun bawaan menggunakan model tikus dengan luka akut dan luka kronik yang terinfeksi MRSA. Hasilnya menunjukkan bahwa luka akut yang diobati dengan secretome menutup lebih cepat dibandingkan dengan kontrol, dengan peningkatan pembentukan dan resolusi jaringan granulasi, peningkatan vaskularisasi, dan regenerasi folikel rambut. Selain itu juga ditemukan peningkatan infiltrasi neutrofil dan makrofag. Luka infeksi MRSA kronik yang diobati dengan secretome menunjukkan penurunan jumlah bakteri yang disertai dengan resolusi dan pembentukan jaringan granulasi yang lebih baik dan peningkatan infiltrasi makrofag M2 pro-penyembuhan dibandingkan dengan luka infeksi yang diobati dengan kontrol. Disimpulkan bahwa secretome memberikan efek pro-penyembuhan, imunomodulator, dan antibakteri MRSA pada penyembuhan luka in vivo.

  

Sebelumnya juga telah dilakukan studi in vitro untuk meneliti efektivitas secretome dari MSC jaringan adiposa terhadap bakteri P. aeruginosa dari pasien ulkus diabetik. Hasil uji dengan metode Kirby-Bauer menunjukkan bahwa secretome memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri P. aeruginosa, di mana secretome pada konsentrasi 1,25%, 2,5%, 5%, dan 10% menghasilkan zona hambat (inhibisi) rata-rata masing-masing sebesar 8,17 mm, 8,23 mm, 8,52 mm, dan 9,30 mm.

 

Kesimpulan:

Penyebab utama luka kronik adalah infeksi bakteri, yang umumnya adalah Staphylococcus aureus, termasuk methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), serta Pseudomonas aeruginosa. Terapi biologis regeneratif menggunakan mesenchymal stromal cell (MSC) merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengobati luka, termasuk luka kulit kronik pada manusia. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa secretome dari MSC menunjukkan sifat antibakteri, regeneratif, dan imunomodulator.

 


Gambar: Ilustrasi (Sumber: erika8213-Envato element)

Referensi:

1.    Rajesh A, Ju EDE, Oxford KA, Harman RM, Van de Walle GR. The mesenchymal stromal cell secretome promotes tissue regeneration and increases macrophage infiltration in acute and methicillin-resistant Staphylococcus aureus-infected skin wounds in vivo. Cytotherapy 2024;26(11):1400-10. https://doi.org/10.1016/j.jcyt.2024.06.007.

2.    Assyfa D, Marlina, Djamaan A. MSC secretome's antibacterial activity on P. aeruginosa isolated from diabetic ulcer patient. J Pharm & Sci 2024;7(2):1-9.


Share this article
Related Articles