Diabetes melitus tipe 2 (T2DM) merupakan penyakit progresif yang pada akhirnya dapat memerlukan terapi insulin untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal. Pada pasien yang belum mencapai target glikemik dengan obat antidiabetik oral (OAD), insulin basal umumnya direkomendasikan sebagai pilihan inisiasi insulin.
Insulin glargine 300 U/mL (Gla-300) merupakan insulin basal generasi kedua dengan profil kerja yang lebih stabil dan durasi kerja panjang. Sementara itu, insulin degludec/aspart (IDegAsp) merupakan kombinasi insulin basal dan rapid-acting. Hingga saat ini belum tersedia studi head-to-head yang secara langsung membandingkan kedua regimen tersebut pada pasien T2DM yang belum pernah mendapatkan insulin. Ritzel, et al., melakukan systematic literature review dan indirect treatment comparison (ITC) untuk membandingkan efektivitas dan profil hipoglikemia Gla-300 dan IDegAsp sekali sehari pada pasien T2DM yang belum pernah menggunakan insulin dan belum mencapai target glikemik dengan OAD. Analisis dilakukan menggunakan empat randomized controlled trials yang melibatkan total 2.308 pasien.
Dua studi membandingkan Gla-300 dengan Gla-100 (EDITION 3 dan EDITION AP), sedangkan dua studi lainnya membandingkan IDegAsp dengan Gla-100 (BOOST START 1 dan BOOST JAPAN). Perbandingan tidak langsung dilakukan menggunakan Gla-100 sebagai comparator yang sama.
Hasil Studi
Efikasi
- Pada evaluasi minggu ke-24 hingga 28, Gla-300 dan IDegAsp menunjukkan penurunan HbA1c yang sebanding (MD 0,10%; 95% CI: -0,20 hingga 0,39; p=0,52). Selain itu, perubahan glukosa plasma puasa juga menunjukkan hasil yang serupa.
- Parameter self-monitored plasma glucose (SMPG) juga menunjukkan hasil yang sebanding antara kedua kelompok.
- Penurunan kadar glukosa setelah makan siang lebih besar pada Gla-300, sedangkan penurunan kadar glukosa setelah makan malam lebih besar pada IDegAsp. Perbedaan ini kemungkinan dipengaruhi oleh waktu pemberian insulin serta adanya komponen rapid-acting pada IDegAsp.
Profil Keamanan
- Perubahan berat badan yang lebih rendah pada kelompok Gla-300 dibandingkan IDegAsp. Perbedaan rerata perubahan berat badan dari baseline mencapai -1,31 kg (95% CI: -1,97 hingga -0,65; p<0,01).
- Insiden hipoglikemia secara keseluruhan yang lebih rendah pada kelompok Gla-300 dibandingkan IDegAsp dengan OR 0,62 (95% CI: 0,41–0,93).
- Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada severe hypoglycemia, hipoglikemia nokturnal, ataupun kebutuhan dosis insulin antara kedua kelompok.
Profil kerja Gla-300 yang lebih stabil kemungkinan berkontribusi terhadap variabilitas glukosa yang lebih rendah. Di sisi lain, komponen prandial pada IDegAsp kemungkinan berkontribusi terhadap perbedaan kontrol glukosa pascaprandial dan perubahan berat badan. Meski demikian, hasil analisis ini perlu diinterpretasikan dengan hati-hati karena seluruh studi yang dianalisis menggunakan desain open-label dan bukan merupakan perbandingan langsung antar kedua terapi.
Kesimpulan:
Pada pasien T2DM yang belum pernah mendapatkan terapi insulin dan belum mencapai target glikemik dengan OAD, Gla-300 dan IDegAsp menunjukkan penurunan HbA1c yang sebanding pada minggu ke-24 hingga 28. Dalam analisis ini, Gla-300 dikaitkan dengan perubahan berat badan yang lebih rendah serta insidensi hipoglikemia yang lebih rendah dibandingkan IDegAsp.
Sebagai insulin basal generasi kedua, Gla-300 memiliki profil farmakokinetik dan farmakodinamik yang lebih stabil, rata, serta durasi kerja yang panjang. Keunggulan klinis utama dari Gla-300 meliputi kontrol glikemik yang dapat diprediksi tanpa adanya puncak kerja (peakless), profil keamanan yang lebih menguntungkan terkait risiko hipoglikemia keseluruhan, dampak kenaikan berat badan yang lebih minimal, serta fleksibilitas waktu injeksi yang mendukung kepatuhan jangka panjang pasien.
Gambar: Ilustrasi (Sumber: Freepik)
Referensi:
1. Ritzel R, Ghosh S, Emral R, Malek R, Zeng L, Mabunay MA, et al. Comparative efficacy and safety of Gla-300 versus IDegAsp in insulin-naïve people with type 2 diabetes mellitus uncontrolled on oral anti-diabetics. Diabetes Obes Metab. 2023;25:2495-2504.
2. Bolli GB, Riddle MC, Bergenstal RM, Ziemen M, Sestakauskas K, Goyeau H, et al. New insulin glargine 300 U/ml compared with glargine 100 U/ml in insulin-naïve people with type 2 diabetes on oral glucose-lowering drugs: a randomized controlled trial (EDITION 3). Diabetes Obes Metab. 2015;17(4):386-394.
Untuk pertanyaan lebih lanjut mengenai informasi ini, silakan hubungi: indonesia.medicalinformation@kalventis.com
Apabila Anda mengetahui kejadian efek samping yang berkaitan dengan produk Kalventis, harap laporkan ke: farmakovigilans@kalventis.com
Informasi ini hanya untuk tenaga Kesehatan
ID-LAN-2026-05-9W4M (05/26)