Stroke merupakan penyebab kematian kedua terbesar di dunia dan penyebab utama kecacatan jangka panjang. Meskipun ada kemajuan dalam penanganan stroke iskemik akut, masih banyak pasien yang mengalami defisit neurologis yang menetap. Aktivator plasminogen jaringan rekombinan dan trombektomi endovaskular biasanya digunakan untuk stroke iskemik akut dalam praktik klinis. Namun, karena jendela terapi yang terbatas, banyak pasien tidak menerima pengobatan yang tepat waktu dan efektif, yang sering kali mengakibatkan kerusakan saraf yang tidak dapat diperbaiki. Efektivitas yang terbatas dari pilihan pengobatan stroke iskemik saat ini membuat kebutuhan akan terapi baru yang dapat mendukung pemulihan fungsi neurologis setelah stroke iskemik semakin mendesak.
Transplantasi mesenchymal stem cell (MSC) telah terbukti dapat menghambat apoptosis neuron, mendorong neurogenesis, mempercepat angiogenesis, serta meregulasi sistem imun. Dari berbagai sumber MSC, umbilical cord-derived mesenchymal stem cell (UC-MSC) memiliki banyak keuntungan karena mudah diperoleh, tidak invasif, tidak membahayakan donor, dan tidak melanggar etika. UCMSC juga memiliki karsinogenisitas dan imunogenisitas yang rendah, serta memiliki kapasitas regulasi imun yang tinggi.
UC-MSC telah menunjukkan efek neuroprotektif dan regeneratif. Pemberian UC-MSC dapat mengurangi volume infark dan memicu pemulihan neurologis setelah stroke iskemik pada studi preklinik. Studi klinik juga telah melaporkan efikasi UC-MSC intravena dalam meningkatkan pemulihan neurologis dan kemandirian fungsional, dan meta-analisis menunjukkan perbaikan signifikan pada skor National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS), indeks Barthel, Fugl-Meyer Assessment (FMA), dan Functional Independence Measure (FIM), tanpa kejadian serius yang tidak diharapkan.
Selanjutnya, sebuah studi klinik juga telah dilakukan untuk menilai keamanan dan efektivitas infus umbilical cord-derived mesenchymal stem cell (UC-MSC) alogenik melalui jalur intravena atau intratekal untuk mengobati sekuele (gejala sisa) neurologis pada fase subakut dan kronik setelah stroke iskemik.
Studi acak dan terkontrol fase II ini melibatkan 32 pasien berusia 40–75 tahun dengan sekuele neurologis setelah stroke iskemik. Studi ini memiliki dua desain:
1. Studi acak yang membandingkan keamanan dan efikasi UC-MSC intravena (n=16) dengan UC-MSC intratekal (n=16). Kedua kelompok juga mendapat terapi rehabilitasi.
2. Studi matched-control untuk membandingkan keamanan dan efikasi UC-MSC dengan kontrol yang tidak mendapat terapi UC-MSC (n=16).
UC-MSC diberikan pada awal dan 3 bulan dengan dosis 1,5 × 10⁶ sel/kgBB dalam 10 mL Ringer’s lactate untuk pemberian intratekal atau 50 mL untuk pemberian intravena. Hasil dinilai saat awal penelitian, 3, 6, dan 12 bulan menggunakan NIHSS, FIM, Modified Ashworth Scale (MAS), Fine Motor Skills (FMS), dan Short-form 36 items (SF-36).
Hasil studi menunjukkan bahwa tidak ada kejadian serius yang tidak diharapkan terkait terapi UC-MSC, namun tingkat kejadian yang tidak diharapkan lebih rendah pada kelompok intravena dibandingkan dengan kelompok intratekal. Pada 6 bulan, kelompok intravena menunjukkan perbaikan signifikan pada skor NIHSS (p = 0,046), skor FIM (p = 0,028), skor MAS (p = 0,012), skor FMS tangan kanan (p = 0,002), dan SF-36 (p < 0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak mendapat terapi UC-MSC. Pada 12 bulan, kedua kelompok UC-MSC menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan efek yang lebih besar pada kelompok intravena.
Kesimpulan:
Infus UC-MSC, baik intravena maupun intratekal, pada pasien dengan stroke iskemik pada fase subakut dan kronik dapat ditoleransi dengan baik serta meningkatkan pemulihan neurologis dan kualitas hidup. Namun infus UC-MSC intravena memberikan manfaat klinis yang lebih besar dengan lebih sedikit kejadian yang tidak diharapkan dibandingkan infus UC-MSC intratekal. Studi acak dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk menarik kesimpulan yang lebih akurat.
Gambar: ilustrasi (Sumber: Envato)
Referensi:
- Nguyen LT, Nguyen TTN, Nguyen KT, Phung LN, Hoang VT, Phan TTK, et al. Intrathecal versus intravenous umbilical cord mesenchymal stem cells for ischemic stroke sequelae. Stem Cells Translational Medicine 2025;14(12): szaf063. https://doi.org/10.1093/stcltm/szaf063.
- Weni R, Yang M, Cao Y, Qiu S, Fan X, Fang M, et al. Efficacy and potential mechanisms of umbilical cord-derived mesenchymal stem cells in the treatment of ischemic stroke in animal models: a meta-analysis. CNS Neuroscience & Therapeutics 2025; 31:e70357 https://doi.org/10.1111/cns.70357.